
Sora menuju puncak tertinggi perusahaan One S Grup melalui jalur khusus yang hanya bisa di akses oleh para pejabat penting di One S.
" Paman, bagaimana dengan kesehatan Bibi?" Tanya Sora yang sudah berada di ruangan Eksekutif Direksi yang di dalam nya juga sudah ada dua Asistennya Lian dan Ken.
"kesehatan nya sudah mulai membaik, Maafkan paman mu ini, paman hanya ingin menjalani masa tua dengan lebih santai" Ucap Paman Leo.
Sora terdiam sejenak dia sedikit merasa bersalah tidak lah pantas membebankan masalah perusahan besar seperti One S kepada sehabat baik sekaligus mantan asisten terbaik ayahnya itu.
"Jangan begitu paman, aku paham keinginan mu" Ucap Sora.
"Ken, Lian minggu depan siapkan rapat pergantian Presedir dan undang beberapa wartawan agar menyiarkan secara langsung" Perintah Sora.
Ketiga pria di depan nya kaget dengan saling memandang satu dengan lainnya mendengar perintah dadakan Sora.
" apa kau sudah siap Nona?" Tanya Lian.
"Emmm..." Jawab Sora.
"Sora, paman tidak..." Ucap Paman Leo yang belum selesai, di potong oleh Sora. "Paman, baik minggu depan atau bulan depan itu sama saja cepat atau lambat aku akan mengambil alih. Paman menemani bibi adalah yang terpenting untuk mu sekarang" Ucap Sora.
Paman Leo terdiam pasrah saja dengan keputusan Sora, bukan nya tidak rela meninggalkan begitu cepat One S tapi terbesit sedikit perasaan khawatir Sora yang terbilang masih begitu muda memimpin suatu Perusahaan besar.
Walaupun bisa diketahui bahwa perusahaan akan aman-aman saja di tangan Sora, selayaknya perasaan peduli dan khawatir seperti seorang ayah terhadap anak nya itulah yang ada di dalam hati paman Leo sekarang.
Sedangkan Ken yang dari tadi hanya bungkam tanpa berbicara apa pun. terpenting baginya mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik dan aman untuk peralihan jawabatan Presedir untuk Nona nya itu.
" Paman pensiun lah tanpa ada beban" Ucap Sora.
" Seandainya Kei tidak bersumpah setia kepada Arlecia aku akan memberikan posisi penting untuknya. Aku suka dengan wajah datar nya" Tambah Sora.
Paman Leo tersenyum mendengar ocehan Sora yang menurutnya itu sebuah pujian untuk putra nya Kei.
"kau sudah cukup banyak Asisten jangan mencari lagi, nanti mereka cemburu" Canda paman Leo sambil melirik kearah Ken dan Lian.
"tapi paman berikan satu anak perempuan mu kepada ku, sebentar lagi dia lulus dari sarjana nya kan?"
Paman Leo kembali terkejut dengan ucapan Sora. " Kau tidak suka dengan perempuan uang menjadi Asisten mu kan?" Tanya kembali paman Leo.
__ADS_1
Sora berdiri dari duduk nya lalu berpindah duduk di samping Lian. "Berikan anak perempuan mu untuk di jadikan istri Lian" Ucap Sora sambil menepuk-nepuk pundak Lian sedangan kan Lian melotot memandang Sora kerena seenaknya menjodohkan nya dengan anak perempuan paman Leo.
Bukan halnya paman Leo yang setelah itu lebih santai mendengar apa yang di bicarakan oleh Sora. Bahkan Paman Leo tertawa dengan santainya. "akan ku pertimbangkan dan ku tanyakan kepada anak perempuan ku, kalau dia setuju aku tidak keberatan hahaha"
Ya Tuhan ada dendam apa Nona Sora pada ku. batin Lian pasrah.
"kenapa harus Lian, Ken juga lumayan" Goda Paman Leo.
Sora melirik Ken sebentar dan menggeleng pelan. "takutnya anak paman menangis tiap malam karena betapa dingin nya dia" Singgung Sora pada Ken tapi Ken tetap saja tidak bergeming.
Setelah berbincang-bincang cukup lama Sora meningglkan ruangan Eksekutif Direksi dan tentunya di ikuti oleh kedua Asisten nya Lian dan Ken.
"Nona Serius menjodohkan ku dengan anak perempuan Tuan Leo" Tanya Lian
"Emmm" Jawab singkat Sora. Lian pun menghembuskan napas dengan pasrah.
"Panggil Ray, kita ke jepang sekarang juga. Jimi dan JJ tidak perlu ikut" Perintah Sora.
"Untuk apa kita ke jepang?" Tanya Ken.
Ken dan Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Nona mudanya yang seenaknya saja memutuskan sesuatu. Hanya untuk makan ramen pun harus ke jepang. Padahal di China ramen pun ada bahkan ramen awalnya berasal dari China.
Tapi bukan Sora namanya kalau tidak membuat kejutan-kejutan yang tidak masuk akal.
Dengan pesawat pribadi milik Keluarga Zhang Sora berangkat ke Jepang hanya sekedar untuk makan ramen.
Setelah menyantap ramen di Negeri Sakura itu Sora dengan para Asistennya kembali ke China.
Kei yang sudah tau kedatangan Sora ke Jepang melaporkan kepada Arlecia.
" dia lebih merindukan ramen di Jepang ketimbang kakak nya sendiri" Gumam Arlecia yang mengethaui Sora ke Jepang tanpa menemuinya.
"Aturkan dalam beberapa hari aku akan ke China" Perintah Arlecia Zhang.
" Siap Tuan" balas Kei.
...
__ADS_1
Malam semakin larut di kediaman mansion moonlight beberapa anak buah Sora membawa beberapa kotak yang berisikan makanan khas jepang.
Sora yang baru saja sampai ke mansion nya merebahkan diri di sofa.
"astaga sayang, kau hanya berapa jam saja ke jepang tapi kembali dengan begitu banyak makanan ini" Jimi melotot melihat di atas meja meja terdapat banyak kotak-kotak makanan.
Sora menghembuskan nafas dengan kasar bangkit dari duduknya. "panggil Maid untuk menyimpan dengan baik semua makanan ini" Perintah Sora.
"aku ingin langsung tidur, sudah mengantuk sekali" Tambah sora lagi.
" Aku akan menemani mu tidur malam ini, sayang" Ucap Jimi.
"Emmm" Sora pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Baru saja Sora ingin memejamkan matanya terdengar suara hpnya berdering di atas nakas samping ranjangnya. Dengan malas nya dia meraih hpnya itu.
"ibu.." pikir Sora.
"bu, di sini sudah larut malam aku sangat memgantuk" protes Sora kepada Chiyo wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu kandungnya.
" oh maafkan aku, ibu tidak memastikan jam saat menelpon mu. Ibu merindukan mu sayang" Ucap Chiyo.
Sora menutup mulutnya karena menguap, ngantuk nya sudah berat di rasakan nya. Andai saja orang lain yang menelpon pasti akan langsung dia matikan hpnya tapi ini adalah ibu nya mau tidak mau dia harus menahan ngantuknya.
"Ibu sedang berada di Negara mana?" Tanya Sora.
"di Mesir" Jawab singkat Chiyo.
"Ya tuhan, apa yang kalian lakukan di Mesir. Apa kalian ingin berjemur di padang pasir di sana?"
"hahaha kau melucu sayang, kami hanya ingin sedikit menjelajah saja" Jawab Chiyo sambil terkekeh karena pertanyaan dari anak nya itu.
"Emm terserah lah, jaga diri kalian baik-baik" Ucap Sora seolah tidak peduli apa yang di lakukan kedua orang tuanya. " Bu, aku sudah sangat mengantuk nanti aku akan menghubungi mu kembali"
" Baik lah nak, tidur lah. Miss you sayang"
"hmm...aku juga merindukan mu bu"
__ADS_1