UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
SORA - ANSELL


__ADS_3

Didalam sebuah apartement yang sama megahnya milik Sora. Tapi kini ruangan apartement itu berantakkan, barang berjatuhan kemana-mana bahkan sofa bergeser pindah dari tempat asalnya.


Itu semua di sebabkan saat Ansell berhasil membawa Sora masuk ke dalam apartementnya dengan cepat Sora menyerang Ansell, untung saja Ansell bisa menghindar sehingga tidak merasakan sakitnya tendangan dari Sora.


"hei, hentikan" Ucap Ansell yang dari tadi berusaha menghindari serangan dari Sora.


Awalnya Ansell hanya menghindar saja tapi merasa Sora menyerangnya dengan sungguh-sungguh terpaksa Ansell pun meladeni serangan Sora walaupun tidak menyerang Sora dengan sungguh-sungguh. Dari pada babak belur pikir Ansell tapi dia tidak akan melukai wanita yang di cintainya.


Ansell memang mengetahui kehebatan Sora dalam menggunakan senjata api seperti pistol, dia tidak meragukan lagi karena sudah beberapa kali melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Sora memiliki teknik menembak yang handal. Tapi dia tidak menyangka Sora juga hebat dalam bertarung dengan menggunakan tangan kosong, bela dirinya pun tidak bisa di anggap remeh.


Ansell pun sempat kewalahan menghadapi Sora yang menyerangnya tanpa ampun.


Ansell pun berpikir, Sora tidak akan mengakhiri ini sebelum melihat dirinya kalah karena Sora sama sekali tidak menghiraukan Ansell yang menyuruhnya berhenti untuk menyerangnya.


Dan akhirnya tendangan Sora melayang tepat di perut Ansell yang langsung termundur mengenai dinding apartemet.


Tendangan Sora terlihat tendangan pada umumnya yang diarahkan keperut lawan tapi tidak lama kemudian mulut Ansell mengeluarkan darah segar.


"Sial, calon istriku setangguh ini. Bahkan tendangan nya mempunyai tenaga dalam" Gumam Ansell dalam hati sambil mengelap darah di bibirnya.


"jangan pernah macam-macam dengan ku" Ucap Sora memperingatkan.


"Honey, kau terlalu serius" Ansell kembali ingin mendekati Sora yang sudah berancang-ancang ingin menyerang Ansell lagi.


"liat aku terluka karena mu, jadi kau harus menemani ku malam ini. Tak kubiarkan kau pergi dari ku untuk malam ini"


Sora menghendus kesal menghadapi Ansell yang keras kepala. Sora pun tau Ansell hanya mengalah pada dirinya membiarkan diri Ansell sendiri terluka. Padahal Sora bisa menilai bahwa Ansell bukanlah orang yang biasa yang hanya mempunyai sekedar kemampuan untuk berkelahi. Dari cara menghindar dan bertahannya Ansell cukup mewakili bahwa Ansell mempunyai kemampuan teknik berkelahi yang hebat.


"Buka bajumu" Ucap Sora memberi perintah ke Ansell.


Ansell membulatkan matanya, tidak percaya apa barusan di dengarnya. Buka Baju?.


Tiba-tiba senyum iblis terpajang di wajah tampan Ansell. " Baiklah Honey, kalau kau ingin memiliki tubuhku. Akan ku berikan" Ansell yang membuka satu persatu kancing kemejanya hingga terlepas seluruhnya memamerkan tubuh dengan otot-otot terpahat sempurna sangat exotis dan mengoda.

__ADS_1


Sedangkan Sora hanya menatap dengan wajah yang datar tanpa ekspresi, padahal tanpa dia sadari detak jantungnya berlahan berdetak dengan kencang dan kelenjar aneh di dalam dirinya yang membuat tubuhnya tiba- tiba memanas.


"Celana nya juga, honey?" tanya Ansell dengan gaya menggoda.


" cukup" jawab singkat Sora. Lalu memutari tubuh Ansell. Saat tepat di belakang Ansell, Sora pun menekan beberapa titik di belakang Ansell dengan dua jarinya (jari tengah dan telunjuk).


Sora membenarkan kembali aliran darah karena tendangan nya tadi. Tendangan Sora membuat aliran darah ke jantung melambat kalau tidak di benarkan kambali akan membuat yang terkena akan memuntahkan darah lagi dan akan susah susah untuk bernapas.


Ansell dapat merasakan perubahan dalam tubuhnya tapi dia berusaha bersikap santai.


...


Tidak terasa mentari yang bersinar cerah kini sedikit demi sedikit menengelamkan diri dibawah garis cakrawala di sebalah barat. warna hari pun berubah menjadi jingga kemerahan.


Sora sempat tertidur dengan posisi duduk di sofa milik Ansell karena kelelahan habis bertarung di tambah berdebat dengan Ansell sehingga tidak menyadari bahwa dia ketiduran.


Ansell sendiri tidak menyia-nyiakan kesempatan melihat wanita yang begitu di inginkannya tengah terlelap dia pun duduk di samping Sora mengkorbankan lengan dan dadanya menjadi sandaran kepala Sora.


Sora terbangun karena bunyi suara ponsel Ansell berdering. Di lihat nomor baru yang sedang memgubunginya. Ansell sempat merutuki yang menelpon karena sudah menganggu moment tenang nya bersama Sora.


Sebelum Ansell bertanya siapa yang menelponnya, sudah terdengar orang yang berbicara.


"Tuan, Saya Lian Asisten Nona. Bisa saya berbicara sebentar dengan Nona". Yang menghubungi Ansell adalah Lian karena Lian sekarang sedang berada di Apartement Sora dan melihat Sora tidak membawa ponselnya jadi dengan terpaksa dia menelpon ke nomor Ansell karena tau Sora lagi bersama dengan Ansell.


Ansell pun menyerahkan ponselnya ke Sora.


" Sora, apa anda baik-baik saja" Tanya Lian yang sedikit tampak khawatir.


"Ya, bawa Akira kembali ke mansion disana lebih aman untuknya. Ansell tidak membiarkan ku pergi malam ini. Jadi kalian kembalilah ke mansion" Ucap Sora dengan menggunakan bahasa jepang agar Ansell tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Tapi Sora,,,"


" kau tenang saja, dia tidak akan berani macam-macam dengan ku"


"Baiklah kalau begitu, Aku akan tidur di apartement, Jimi dan Ray yang akan membawa Akira kembali ke mansion. JJ dan Ken lagi berada di resort"

__ADS_1


"Oke"


Sora pun langsung mengakhiri pembicaraan nya dengan Lian.


Ansell sendiri masih setia memperhatikan Sora berbicara dengan Lian walaupun dia tidak tau arti pembicaraan mereka.


"apa yang kalian bicarakan?" Tanya Ansell yang ingin tau.


"ingin meracuni mu" Jawab Sora asal dan Ansell langsung terbahak.


"kau sangat lucu honey, tadi kau bisa saja membunuhku, kenapa malah repot-repot meracuni ku" Ejek Ansell yang masih terbahak.


"Sudahlah aku mau mandi, mana kamar mandinya"


Ansell pun membawa Sora ke kamarnya dan menunjukkan kamar mandi.


Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam untuk mandi, Sora baru teringat bahwa dia tidak ada baju ganti.


"Oh ****...aku harus ganti dengan apa?" Sora merutuki dirinya sendiri kenapa bisa ceroboh begini, ini adalah dampak karena sudah terbiasa di layani dan di siapkan oleh Jimi semua keperluannya tanpa harus mencari dan memikirkan semua itu.


Untung saja kamar mandinya terhubung dengan walk in closet jadi dia bisa mencari baju Ansell yang bisa di gunakan nya.


Glek...


Pintu kamar mandi terbuka, mata Ansell membulat dengan sempurna tanpa kedipan sedikit pun dan tenggorokannya dengan susah payah menelan salivanya.-----


Bagaimana tidak Sora keluar dari kamar mandi mengenakan baju kemeja Ansell yang menurutnya sangat kebesaran sampai bisa menutupi bagian paha atasnya.


"very sexy, honey"


"bisakah kau menghubungi Lian, agar dia mengantarkan pakaian ku dan pakaian dalam ku ke sini. Saat ini aku tidak memakai pakaian dalam satu pun. Oh god aku sangat risih" Sora tidak mengiraukan Ansell yang seperti serigala kelaparan yang meneteskan air liur saat melihat mangsa yang sedap di depannya.


"Ansell, kau dengar?" pekik Sora.


Ansell pun tersadar dari lamunannya, entah apa yang di khayalkannya. "Ok honey, pakai saja ponsel ku. Aku akan mandi dulu tidak akan lama"

__ADS_1


Sora pun mengambil ponsel Ansell yang tergeletak di atas nakas dan segera menghubungi Lian agar membawakan baju dan pakaian dalam untuk nya.


__ADS_2