UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
DISERANG


__ADS_3

Suara nafas yang terengah-engah, sedikit ringisan merasakan rasa sakit di bahunya akibat tembakkan tiba-tiba saja menghujani dirinya saat mau memasuki mobil seorang diri di area parkiran sebuah pusat perbelanjaan.


Sekarang Sora sedang membalut bahu kirinya dengan asal mengunakan robekkan rok yang lumayan panjang ia gunakan saat ini untuk menahan darah keluar lebih banyak.


"shitt...siapa yang berani menyerang ku" gerutu Sora yang bersembunyi di balik mobil. Pistol ditangan kanan nya siap siaga untuk menembak. Karena di perkirakan lebih dari 2 orang yang menyerang Sora.


Dorrr...


Dorrr...


Tembakan mengenai belakang mobil yang tempat Sora bersembunyi.


"f***..." umpat Sora, ia pun membalas tembakkan ke arah musuhnya.


Jadilah saling membalas tembakkan antar Sora dengan orang yang belum tau apa motipnya sebenarnya.


Sora mengintip dengan mengunakan kaca spion mobil agar melihat di mana letak musuhnya.


Dorr...Dorr


dengan cepat Sora melepaskan 2 tembakkan mengenai kaki dan perut musuh. Tak lama tersengar teriakkan seseorang, ini adalah area parkir jadi wajar saja ada yang datang.


Mengingat ini tempat umum, Sora berusaha masuk kemobilnya. Pergerakkan Sora terlihat mobilnya pun langsung di hujani dengan timah panas. Untung saja mobil yang ia gunakan termasuk mobil anti peluruh yang sudah di perhitungkan oleh JJ untuk keselamatan dirinya. Dengan secapat Sora memutar mobilnya lalu meninggalkan area parkir tersebut.


Tidak sampai di situ, salah satu musuhnya berhasil mengejar. Seperti di sebuah film-film action kedua mobil saling kejar kejaran di jalanan yang ramai.


Sora bukanlah seorang pengemudi mobil yang pro, dia sama seperti wanita umunnya hanya sekedar tau cara mengendarai mobilnya tanpa ada kelebihan khusus, terlebih ia selalu menggunakan Rey sebagai supirnya. Jadi ia sedikit kewalahan mengendari mobil dengan kecepatan di atas rata-rata sambil menahan rasa sakit di bahunya.


Dari jarak pandang nya ia melihat sebuah gedung yang menjulang tinggi yang sangat ia kenal. Satu-satunya yang bisa membuat dia menghindar adalah masuk kearea gedung tersebut. Karena Sora bisa memastikan tidak akan memungkin musuh yang mengejarnya sampai berani masuk kearea gedung tersebut membuat keributan di sana.


Mobil Sora sempat terkejar karena mobil yang mengejar tepat di sebelah mobilnya, tembakan dilayangkan lagi kearah mobil Sora.

__ADS_1


"thanks JJ" Sora menyeringai melihat mobilnya cukup kuat menahan serangan tembakkan. karena ia pengemudi yang tergolong buruk, banyak mobil yang di lewati Sora merasakan imbasnya. Ada yang di tabrak dari arah belakang dan ada yang kena serempetan Sora.


"oww... Shittttt" Sora membuka seatbelt dan kemudian dengan cepat ia membuka pintu mobil.


Dommm...


Mobil Sora ditembak dengan menggunakan RPG-7, untung saja wanita itu melihat musuhnya mengeluarkan RPG sehingga ia bisa segera melompat dari mobilnya.


tubuh Sora berguling di jalan, tubuhnya terasa sakit semua. Tapi ia harus mengabaikan rasa sakit itu karena saat ini ia harus berlari agar bisa masuk ke gedung ia tuju. Karena jaraknya masih 200 meter dari tempat mobilnya diledakkan.


Jalan pun jadi ramai, banyak orang-orang berteriak ketakutan. Syukur saja tidak ada korban yang terluka atas kejadian tersebut.


sesuai prediksi Sora, para pria yang mengincarnya tidak mengejarnya lagi saat ia berada di depan gedung tersebut, dilihatnya mobil yang menyerangnya tersebut telah pergi dari tempat kejadian karena mengundang keributan otomatis para polisi akan tiba ditempat.


Tidak mempedulikan orang menatapnya dengan bertanya-tanya. Sora terus belari hingga di depan lift khusus Direksi.


"maaf nyonya" Petugas yang berjaga lift ingin mencegah Sora tapi saat mengetahui wanita itu adalah Sora, petugas itu langsung mempersilahkan Sora masuk kedalam lift.


"Sora apa yang terjadi?" Tanya Ansell dengan wajah khawatir.


"tidak tau" jawab singkat Sora.


"tidak tau?" Ansell mengulang ucapan Sora. "kau tertembak?" tanya Ansell yang bisa mengetahui luka yang di derita Sora adalah luka tembak, padahal lukanya di balut Sora menggunakan sobekkan rok dressnya.


Otomatis itu membuat Sora menatap Ansell. "iya ini luka tembak, bisa kau hubungi Jimi atau Ken"


" aku memanggilkan dokter untuk mu"


"jangan" cegah Sora. " kau cukup menghubungi Ken menyuruhnya kemari bersama Jimi, Jimi akan menangani luka ku ini"


Ansell pun hanya bisa mengikuti apa maunya Sora. Tidak memakan waktu lama Ken, Jimi dan Rey sudah tiba di Perusahaan Ansell lebih tepat nya mereka sudah berada di dalam ruang kerja Ansell.

__ADS_1


Ansell sedikit terpaku melihat perlengkapan yang di bawa Jimi begitu lengkap. Satu koper di bawanya berisi peralatan medis lengkap.


"Ya Tuhan, kenapa bisa begini?" Tanya Jimi kaget melihat keadaan Nona nya yang terlihat kacau.


"Nona, sudah ku bilang. Biarkan saja aku yang mengantarkan mu. Tapi malah pergi sendiri" Rey yang juga ikut persama Ken dan Jimi pun merasa kesal karena secara tidak langsung ia tidak bisa menjaga nona nya dengan baik. Padahal tugas utamanya adalah menjaga keselamatan nonanya itu.


"sudah lah, aku baik-baik saja" Ucap Sora ia tidak mau kalau diantara asistennya menyalahkan diri karena tidak mampu menjaganya, ia sendiri memilih pergi tanpa di kawal siapa pun jadi sudah menjadi resikonya bila terjadi hal yang seperti barusan dialaminya.


Jimi pun sudah mulai membersihkan luka di bahu Sora. Ken yang menatap Sora denga sorot mata yang datar saja, merapikan rambut Sora yang kini berantakkan. Sontak saja hal itu membuat Ansell menjadi panas, dia tidak suka kekasihnya di sentuh pria lain. Tapi kali ini ia membiarkannya saja dengan hati yang cemburu.


"kau tau siapa yang berbuat begini apa mu?" tanya Ken dengan sorot mata yang masih menatap Sora dengan tajam.


"aku tidak tau" Sahut Sora dengan ringisan di wajahnya menahan perih luka di bahunya.


"aku akan segera mencari tau, sebaiknya mulai saat ini kau jangan keluar tanpa salah satu dari kami Sora" Ucap Ken dengan penuh penekanan, cukup sudah ia memberi kebebasan pada Sora sampai hal yang tidak di inginkan ini pun terjadi.


"bisakah kau jangan berlama-lama membelai rambut kekasihku" celetuk Ansell, ia pun menarik Ken agar menjauh dari Sora.


Padahal sangat nyata bahwa Ansell hanya memegangi rambut Sora agar tidak menghalangi Jimi yang tengah membersihkan luka tapi bagi Ansell yang melihatnya itu bagaikan belaian.


"Jimi, pake anestesi dulu. Aku tidak mau melihat Sora kesakitan" Jimi hanya mengaggukN kepalanya untuk menanggapi Ansell.


"tidak perlu, aku masih bisa tahan"


"tapi, Honey..."


" Jimi, lakukan" Perintah Sora agar Jimj mengeluarkan peluru yang mengenai bahunya itu.


"Aaaaaaa....Awwww....ssshhh" Teriak Sora saat Jimi mengeluarkan peluru tersebut. Ansell pun memeluk kekasihnya dengan erat.


"kan sudah ku bilang, di bius dulu" ucap Ansell dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2