
"Lian kau tidak mau mengambil cuti yang sudah ku janjikan kepada mu" Ucap Sora yang sudah duduk di kursi kebesaran nya, dia sudah menjadi CEO di One S.
Tidak ada perubahan yang signifikan di One karena secara tidak langsung dan berlahan Sora sudah mengubahnya sesuai keinginannya tentunya di bantu oleh Pamen Leo yang dulunya masih menjabat sebagai CEO One S.
" Ku tunda dulu, karena aku harus mengatur ulang jadwal kerja mu" Jawab Lian. Sora pun hanya mengangguk kecil dan kembali bergelut dengan tumpukan di atas meja kerjanya.
Setelah Sora menjadi CEO di One S, kelima Asisten nya pun ikut membantunya di One S. Di samping ruangan Sora ada ruangan yang di buat khusus kelima Asistennya, ruangan itu di beri nama Pintu terlarang. Seperti di Mansion Moonlight ada ruangan terlarang yang tidak boleh di masuki oleh siapa pun terkecuali Sora dan kelima Asistennya begitu pun juga dengan pintu terlarang di One S tidak ada satu pun karyawan yang boleh masuk.
"apa kau tak perlu Sekretaris?" Tanya Lian.
"No, otak mu sudah cukup untuk membantuku" Jawab Sora dengan datar. Sedangkan Lian hanya menarik dalam-dalam nafasnya.
"kita kedatangan tamu" Ucap JJ yang tiba-tiba menongolkan sedikit kepalanya di balik pintu ruang kerja Sora.
" Siapa?" Tanya Sora.
" Tuan Qin" Jawab JJ lalu menutup kembali pintu itu.
"Sebaiknya aku kembali ke ruangan ku" Ucap Lian dengan senyum yang penuh arti.
"Ck, jangan menggoda ku" Sora memasang wajah cemberut.
Lian pun beranjak keluar ruangan Sora, menyusul JJ yang berjalan menuju kearah lift.
"Tunggu mau kemana?" seru Lian pada JJ.
" Beli cemilan, Jimi sudah menunggu ku di bawah"
"ku pikir kau dari bawah jadi tau kalau Tuan Qin akan menemui Sora"
Senyum Iblis JJ tiba-tiba mengembang di wajahnya. JJ mengeluarkan Hpnya dan memperlihatkan ke Lian.
"Apa?" Tanya Lian tidak mengerti.
"Aku sudah memasang sensor di setiap pintu yang mengarah masuk ke gedung One S. Hp Ku, Laptop Ku, tablet ku dan smartwatch ku ini" JJ menggoyang-goyangkan tangan nya yang terpasang smartwatch miliknya di depan wajah Lian. "Semuanya akan berbunyi ketika seseorang yang tidak di kenal masuk ke One S" Terang JJ dengan bangga.
" apa kau mendaftarkan semua wajah karyawan disini?" tanya Lian.
" Tentu, kalau tidak aku bisa gila mendengar sensor nya selalu berbunyi ketika karyawan di sini berlalu lalang masuk ke One S"
__ADS_1
"wow...kau sangat hebat" Puji Lian sambil menepuk-nepuk pundang JJ.
"Apa resepsionis tidak berguna lagi?" Tanya Lian.
"hahaha, Hei mereka masih harus melaporkan tujuan mereka ke resepsionis kalau ke One S apa lagi ingin bertemu dengan Sora. Resepsionis sudah mengkonfirmasi kok pada ku saat kedatangan Tuan Qin" Jelas JJ dan Lian hanya menganggukan kepalanya menanggapin penjelasan JJ.
Karena Sora tidak mempunyai sekretaris maka resepsionis mengkonfirmasi langsung ke ruang pintu terlarang yang mana tempat kelima Asisten Sora bekerja.
Tak lama pintu lief terbuka JJ dan Lian berpapasan dengan Ansell Qin.
JJ dan Lian hanya menundukkan sedikit kepala sebagai sapaan dan dibalas tundukan kepala juga oleh Ansell.
" Dia lumayan rendah hati" Ucap JJ.
" Sepertinya begitu" Sahut Lian. Keduanya melenggang pergi menemui Jimi yang sudah menunggu di Lobi One S.
...
Ansell sangat begitu heran di lantai yang menunjukan bahwa ruangan CEO itu berada, terlihat sepi biasanya ada seorang sekretar yang akan menyapa dan menanyakan keperluan tamunya. Kali ini lantai itu terlihat begitu tenang.
Ansell melihat ada sebuah pintu yang bertuliskan Club Sora. Lagi-lagi Ansell di buat heran dia mengeryitkan alisnya. Apa dia salah lantai?.
Ansell mendekati ruangan itu dan mencoba mengetuknya.
" Masuk" Ucap Sora setelah mendengar suara ketukkan. Sora sudah tau bahwa itu Ansell terlihat dari layar cctv yang terpajang tidak jauh dari meja kerjanya.
Ansell membuka pintu dan melangkah masuk ketika mata nya melihat Sora dia berdiri mematung tanpa berkedip karena saat ini Sora tidak memakai blazer yang kini lagi bergantung di sandaran kursi. Terlihat jelas bahu, lengan serta leher putih mulus Sora membuat Ansell dengan susah payah menelan salivanya.
"Tuan Qin, Tuan Qin" Panggil Sora berkali-kali karena Ansell kini tengah melamun.
" Tuan Qin" Sora sedikit meninggikan suaranya.
Ansell langsung menyadarkan diri dari lamunannya yang membayangkan bahu mulus Sora.
" Eh...Maaf Nona Sora, ini bunga untuk mu Selamat atas jabatan mu sebagai pimpinan perusahaan besar" ucap Ansell.
Sora menyambut dengan senyuman serangkai bunga mawar yang di berikan Ansell.
" Terima kasih Tuan, Silahkan duduk"
__ADS_1
" Mau duduk sini atau di sana?" Sora memperlihatkan minibar yang dia punya di dalam ruang kerjanya.
Ansell sedikit meneliti seluruh ruangan Sora pantas saja di depan pintu tertulis Club Sora bukan Ruang CEO Sora ternyata ruangan didalam nya sebagian menyerupai bar. Terlihat deretan berbagai macam merk minuman mahal yang terpajang serta kursi-kursi yang sama di bar pada umumnya dan pencahayaan lampu yang menyusaikan dengan keadaan ruangan tersebut.
Sungguh ide yang bagus agar selama bekerja tidak merasa jenuh dan bisa menikmati minuman tanpa harus jauh-jauh ke bar.
" Sepertinya di sana lebih menarik" Ansell lebih memilih duduk di minibar.
Sialan aku ingin memeluknya. Gumam Ansell dalam hati.
Ansell terus saja menatap Sora, Sora menyadari tatapan Ansell padanya tapi dia tidak mempermasalahkan.
"Apa kau sudah tidak penasaran lagi?" Tanya Sora sambil menuangkan wine kedalam gelas untuknya dan Ansell.
"Iya, semuanya sudah terjawab" Jawab Ansell.
"Aku tidak percaya ternyata Tuan Zhang memiliki anak perempuan yang cantik dan bahkan sekarang menjadi CEO di Perusahan besar ini. Padahal bayangan ku Arlecia lah yang menempati posisi ini" Ucap Ansell.
Sora tersenyum manis setelah mendengar ucapan Ansell, Membuat Ansell bertambah ingin lebih dekat dengan Sora.
Bahkan saat ini deru nafas serta detak jantung Ansell kian tidak menentu seperti gelombang ombak yang naik turun.
"Apa kau punya kekasih?" Tanya Ansell
" kenapa kau menanyakan itu Tuan" jawab Sora.
" Karena aku jatuh cinta kepada mu"
Sora sempat terdiam sebentar tapi tidak lama gelak tawa nya terdengar di seluruh ruangannya.
" Maaf Tuan Qin, aku tidak sopan tapi ucapan mu sungguh lucu. Apa kau sedang mengungkapkan cinta pada ku?"
" Seperti itulah"
"Apa karena sekarang aku sebagai CEO?" Tanya Sora lagi.
Ansell dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya. " Bukan, sebelum kau menjadi CEO aku sudah jatuh cinta pada mu"
"oh baiklah, boleh aku pertimbangkan dulu?"
__ADS_1
"iya, kau boleh mempertimbangkannya"