
Didalam satu ruangan sudah terdapat Sora dengan menggunakan blezer berwarna hitam tampilannya mengambarkan kredibilitas yang sangat kuat sebagai CEO.
Selain Sora juga sudah ada kedua orang tuanya, Arlecia, Paman Loe dan pastinya ada kelima asistennya yang selalu setia mendampinginya.
" Apa kau sudah siap?" Tanya Xiang Zhang pada anak perempuan satu-satunya itu.
"lebih cepat lebih baik" Jawab Sora datar.
Terdengar kekehan Arlecia dia tidak menyangka adiknya itu yang akan menghabiskan waktu mengurus perusahan One S.
"Selamat adikku yang cantik kau menjadi CEO wanita yang kaya raya" Goda Arlecia.
Rasanya Sora ingin memukul kepala kakaknya itu, seharusnya dia yang mengemban jadi ahli waris utama One S Corp ini bukan dirinya.
"Aku sudah kaya raya sejak lahir" Balas Sora dengan wajah kesal.
Yang ada diruangan itu hanya bisa jadi penonton karena perdebatan kedua adik kakak itu. Sudah dari dulu Sora dan Arlecia kalau bertemu selalu biasa berdebat tapi ketahuilah mereka sangat saling menyayangi.
Paman Leo mengingatkan sudah waktunya. Semuanya menuju ke sebuah aula perusahan One S. Paman Leo terlebih dahulu masuk ke aula lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan dan di susul oleh Keluarga Zhang pemilik dari One S sebenarnya.
Saat Keluarga Zhang masuk aula antusias para wartawan mengabadikan moment begitu semangat terlihat dari kelap kelipnya blitz lampu kamera yang tidak ada jeda mengabadikan moment saat ini.
Keluarga Zhang yang jarang terekpos oleh media anggota keluarga yang diketahui secara garis besar adalah Xiang Zhang dan Arlecia saja.
Chiyo sendiri sebagai istri Xiang Zhang tidak banyak yang mengetahui karena selama ini dia lebih banyak menetap di Jepang.
Sedangkan Sora, sebagian orang-orang ada mengetahui Xiang Zhang mempunyai anak perempuan tapi mereka tidak tau pasti perawakan sora seperti apa! karena memang tidak pernah di publikasikan
"ini moment berharga, dimana anak ku akan mengambil alih One S seperti yang ku harapkan selama ini. Banyak pastinya yang menduga Arlecia yang akan mengambil alih One S, tapi tidak anak perempuan ku lah yang akan mengambil alih One S. Aku akan memperkenalkan ke kalian dia anak perempuan ku satu-satunya yaitu Sora Zhang" Ucap Xiang Zhang cukup panjang sebagai pemilik utama One S dan memperkenalkan Sora di depan umum.
Sora berdiri dari duduknya, melangkah maju kedepan. Dia membungkukan badan nya selam 3 detik atas penghormatan kepada semuanya. Sorot mata yang tajam tapi tetap terlihat indah menegaskan tatapan yang penuh dengan kekuatan. Wanita itu memang masih sangat lah muda tapi soal kemampuan dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata dia bisa bersaing melebihi para seniornya.
"Saya Sora Zhang mulai saat ini menjadi pimpinan dan memegang saham tertinggi di One S" Ucap Sora dengan tegas.
Kemudian Paman Loe dan Sora mendatangani surat peralihan jabatan dan saham yang selama ini di sebagiannya di pegang oleh paman Leo.
__ADS_1
Kedua nya berjabat tengan dengan seulas senyum terlukis di wajah masing-masing.
Beritanya dengan cepat menyebar karena para media menyiarkan langsung peralihan jabatan. Ini akan menjadi trending topik karena menyangkut Perusahaan besar No 1 di China di pimpin oleh Gadis muda yang masih berusia 21 tahun.
...
Qin Grup perusahaan Ansell.
" apa aku tidak salah liat?" Tanya Dion Shi pada Ansell yang keduanya tengah menyaksikan siaran langsung Sora menjadi CEO.
Ansell tidak bisa berkata-kata pada apa yang telah dia saksikan nya sendiri.
Ya itu wanita yang sama. Sora, itu benar-benar Sora yang bisa membuat dia jatuh hati. Sora yang membuatnya penasaran. Itu lah apa yang di pikirkan Ansell.
Selintas dia teringat akan ucapan Sora saat malam mereka di hujani tembakkan.
" jangan mati dulu, nanti kau akan tau juga" Ucap Sora waktu malam itu.
Kini terjawab sudah semua rasa penasaran Ansell.
" Maksudmu?" Dion merasa bingung.
Ansell menunjuk kesalah satu lima asisten Sora yang tengah berdiri belakang Sora.
" Kau tau ini siapa? dia adalah hacker yang jenius pasti dia yang sudah menyembunyikan identitas Sora. Teman Ku di Negara Y pernah membayar mahal pemuda itu untuk pemperketat keamanan perusahaannya" Jelas Ansell saat menunjuk ke JJ yang ada di layar Tv.
"dan ini ada orang berhati dingin tidak mudah bernegosiasi padanya" Tambah Ansell saat dia beralih menunjuk pada Ken. Dia pernah berinteraksi singat saat membahas tentang kerja sama pada Ken, di situlah dia merasa kalau seorang Ken mempunyai ketegasan dan pandangan kuat tentang kemampuan dalam mengelola perusahan dalam skala besar.
"Wow...kenapa kita tidak begitu memperhatikan orang-orang yang selalu dekat pada Sora, sehingga kita baru menyadari nya sekarang. Kita terlalu fokus pada Sora sendiri" Ucap Dion seperti menganalisa kesalahan pada penyelidikannya.
Ansell menganggukan kepalanya sependapat apa yang di ucapkan oleh Dion.
"Kita liat saja, kejutan apa lagi yang akan dibawa oleh wanita itu" Gumam Ansell dengan pandangan yang masih menatap lekat Sora yang ada di layar Tv.
...
__ADS_1
" Apa kita perlu mengadaan pesta selamat datang kepada Sora?" Tanya Arlecia yang tengah merangkul Sora.
"aku tidak mau ada pesta, kita adakan makan malam saja di mansion moonlight bersama orang-orang terdekat" jawab Sora.
"kalau itu maunya Nona saya akan mempersiapkan nya" Ucap Jimi yang mengerti dalam ini dia harus cekatan turun tangan sendiri.
"kau terbaik Jimi" puji Sora.
Malam harinya mereka berkumpul bersama tidak lupa Xiang Zhang mengundang Paman Leo dan istrinya untuk makan malam bersama. Ruang Makan dengan tataan meja makan besar dan panjang terlihat ramai apa lagi di iringi oleh celotehan Akira dan Meyline.
Setelah makan malam mereka semua kembali ke ruang tengah sambil mengobrol dengan santai.
" Terima kasih Leo atas kerja keras mu selama ini" Ucap Xiang Zhang sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu yang sekaligus pernah menjadi asisten pribadinya.
"jangan berterima kasih, kepercayaan ini luar biasa. Aku dengan tulus membantu mu. Bagaimana pun juga kau yang tetap telah berjasa dalam kehidupan ku" Balas Paman Leo.
" Ah... Paman masih ingat kan tentang perjodohan anak perempuan mu dengan Lian!" Ucap Sora yang menganti topik pembicaraan yang menurutnya membosankan.
" Nona..." Panggil Lian dengan ragu dan sekarang dia merasa malu sekali.
"Aaa...Itu" Paman Leo tampak berpikir. "Bulan depan aku akan menyuruh Vivian menemui mu bagaimana?"
"oh namanya Vivian pasti dia gadis yang cantik, liat saja wajah kakaknya itu cukup menggetarkan hati perempuan bila menatapnya" Ucap Sora melirik pada Kei yang juga berkumpul bersama mereka.
Seketika wajah datar Kei menjadi merah merona dan salah tinggah dibuat Sora.
" Sepertinya kau bakal memanggil Kei dengan sebutan kakak ipar" Goda JJ berbisik pada Lian yang dari tadi sudah panas dingin karena Sora benar-benar ingin menjodohkannya dengan anak perempuan paman Leo.
Bukan nya Lian mau menolak sih, tapi dia belum pernah dekat dengan seorang perempuan selain Sora. Seketika dia merasa gugup, lebih baikndia menghadapi musuh dari pada menghadapi perempuan terkecuali Sora.
" hei Kenapa kau menjadi mak comblang?" Protes Arlecia.
" Kau sendiri saja belum punya pasangan" Tambah Arlecia membuat Sora tersudut.
Sora mengendus kesal kepada kakaknya itu. " Aku akan mencari pasangan seperti pangeran yang ada ditimur tengah sana" Balas Sora menatap tajam kakaknya itu.
__ADS_1