
Paman Leo yang sudah terbebas pada jabatan sebagai CEO menghabiskan hari-hari nya bersama keluarga nya dan juga menghabiskan waktu pergi memancing dengan Ayah Sora. Dua Lelaki paruh baya itu ingin menikmati hari tua mereka dengan bersantai dan bersenang-senang bersama orang tersayang.
Biarkan yang muda saja yang melanjutkan dan memikirkan tentang bisnis keluarga.
Selama Sora memimpin perusahaan, Sora mengharuskan para pegawainya pulang tepat waktu meminimalisir kerja lembur. Kerja lembur diperlukan di saat waktu tertentu saja yang memang pekerjaan nya tidak bisa di tunda.
Karena ada peraturan seperti itu dari Sora langsung mengharuskan para karyawan nya kerja lebih cekatan dan lebih keras lagi, agar pekerjaan bisa di kerjakan dengan maksimal tiap harinya.
Pagi-pagi Sora dan kelima asisten nya joging bersama di sekeliling wilayah mansion moonlight sebelum mereka berangkat ke kantor.
"Bagaimana Organisasi Sky?" Tanya Sora sedang mengelap keringt menggunakan handuk kecil yang mengantung di lehernya.
" Aman untuk saat ini, Tuan Arlecia memang cerdas dalam memimpin anggota mafia seperti mereka, sehingga tidak susah untuk mengarahkan untuk memperkuat organisasi" Jawab Ken.
" Good, tapi aku ingin kita lebih waspada Pimpinan Black Ross pasti sudah mengetahui aku siapa! apa lagi kita sudah menghentikan satu kali transaksi besar mereka"
" apa kalian tau nilai transaksi yang kita gagalkan sewaktu di Club Star itu?" Tanya JJ, di jawab dengan gelengan oleh Ray, Jimi dan Lian terkecuali Sora dan Ken yang sudah mengetahui nilainya.
JJ menyeringai menatapi wajah-wajah ketiga teman nya yang penasaran. " 3,4 juta Dollar senilai kurang lebih 22,4 Milyar Yuan" Ucap JJ.
" Oh my God, pantas kita di kejar. Itu jumlah yang besar" Ucap Lian.
"kita dalam masalah" balas Jimi.
" kau takut?" Tanya Ray yang menyenggol lengan Jimi.
" bukan begitu" Jimi menghembuskan nafasnya. " Goodbye hari-hari tenang ku"
Semuanya terkekeh melihat raut wajah Jimi yang sedikit bersedih karena kedepan nya jalan yang membentang tidak lah mudah tapi dengan mereka selalu bersama-sama saling melindungi tidak ada kata yang tidak mungkin bagi Sora dan kelima Asistennya.
"setiba di kantor nanti langsung keruangan ku, ada yang ingin ku bicarakan" Perintah Sora dan di balas anggukan oleh kelima asistennya.
__ADS_1
Selesai joging Sora bergegas mandi setelah itu seperti biasanya Sora akan sarapan bersama kelima Asistennya tapi kini meja makan terlihat lebih ramai karena kedua orang tua Sora, Arlecia dan Anzu tidak ketinggalan juga dua bocah periang yaitu Meyline dan Akira.
"Mommy Sora boleh linlin ikut bersama mu?" Tanya Meyline yang baru saja selesai meneguk segelas susu.
"Mommy ingin sekali mengajakmu sayang, tapi Mommy hari ini sangat sibuk" Tolak Sora dengan lembut dia tidak mau keponakan kesayangan nya itu merasa kecewa.
Wajah Meyline pun tampak cemberut. "tapi aku ingin bersama Mommy Sora".
"Linlin sayang, kau bisa bermain bersama Mommy dan juga Nenek. Nanti setelah kakak Akira pulang kau bisa bermain bersama kakak Akira" Bujuk Anzu agar gadis cilik itu tidak cemberut lagi.
"Tidak mau, pokoknya Linlin mau ikut Mommy Sora" Meyline tetap dengan kemauan nya agar bisa ikut Sora.
Melihat sang adik yang teguh dengan kemauannya, Akira pun menarik tangan Sora agar Sora bisa mendekat pada Akira.
Sora sedikit mencondongkan tubuhnya ke sisi Akira, sedikit terasa hembusan nafas Akira yang hendak mengatakan sesuatu. " Mom, ajak saja Linlin ke bersama Mommy. Nanti pinta dia ikut paman Ray saat menjemput ku pulang dari sekolah. Aku akan mengajaknya pulang" Bisik Akira, Sora yang mendengar menganggukkan kepala tanda setuju dengan ide dari anak kecil itu.
"Baiklah Linlin sayang kau boleh ikut bersama Mommy" Ucap Sora sedangkan Meyline bersorak senang dan langsung memeluk Sora.
"kau selalu memanjakan mereka, Sora" Ucap Anzu.
"bahkan kedua anak ku lebih dekat dengan dirimu" Anzu merasa cemburu sebagai ibu kandung anaknya lebih dekat dengan Sora adik iparnya. Ya, bagaimana tidak dekat Sora selalu memberikan dan mengabulkan semua permintan kedua bocah lucu itu. Sora sangat begitu menyayangi kedua ponakkan nya.
"Bagaimana kita buat adik lagi untuk Akira dan Linlin?" Arlecia membisikkan ke telinga Anzu tapi masih bisa terdengar samar oleh yang lainnya.
Wajah Anzu langsung memerah, wanita asli Jepang itu menundukkan wajahnya karena malu.
Anzu mencubit pinggang Arlecia, Arlecia hanya meringis kecil. "dasar mesum" Gumam Anzu.
Setelah sarapan yang hangat mereka lalui dengan menggunakan dua mobil mewah berwarna hitam memecah jalanan kota Bei.
Saat di dalam mobil Sora tidak banyak bicara pandangannya hanya mengamati setiap banguan yang di lewatinya, entah apa yang sedang di pikiran Sora tapi telinga nya tetap fokus mendengar Lian sedikit membacakan jadwalnya untuk hari ini.
__ADS_1
Sesampainya di Gedung yang menjulang tinggi yang terlihat dari depannya saja sudah mewah dan berkelas, itu mengambarkan betapa kuasanya bisnis Perusahaan One S berada di kota Bei. Ray memutari mobil yang di bawanya untuk membukakan pintu untuk Sora.
Sora masuk ke One S dengan mengandeng tangan mungil Linlin yang sadari tadi menebar senyum ke para karyawan yang memberi hormat kepada Sora.
Banyak yang ingin tau siapa gadis kecil itu, tapi mereka tidak ada berani bertanya. Mereka belum memahami karakter Sora sebagai Pimpinan besar mereka tapi bisa di lihat dalam beberapa hari cara dia memimpin menunjukkan bahwa Sora adalah Wanita yang tegas.
" Sayang, bisakah Linlin masuk kekamar itu sementara waktu?" Tanya Sora menunjuk kekamar istirahat yang ada di dalam ruang kerjanya. Dia sendiri saja belum pernah menggunakan kamar itu semenjak menjasi CEO. " Mommy ingin berbicara sebentar dengan paman-paman ini, kau bisa menonton tv di dalam sana" Sora mengelus lembut pucuk kepala Meyline.
Meyline mengangguk langsung melenggang masuk ke kamar tersebut tanpa ada protesan dan sederetan pertanyaan yang biasanya di tanyakan oleh anak sebaya Meyline.
Kelima Asistennya sudah duduk di sofa siap mendengarkan apa yang ingin di bicarakan oleh Nona Mudanya mereka.
Sora menghempaskan tubuhnya duduk diantara kelima Asistennya dan menghembuskan nafasnya secara kasar.
" ada masalah serius?" tanya Ken yang membuka obrolan terlebih dahulu melihat Sora yang sedikit bimbang.
"apa ada yang menganggu pikiran mu?" Kini Jimi yang bertanya.
Sora meneliti satu persatu wajah asistenya. Dia ragu apa ini harus di bicarakan atau cukup dia saja yang tau. Tapi bagaimana pun selama ini dia tidak pernah merahasiakan apa pun terhadap kelima asistennya.
Sora belum juga menjawab lagi-lagi dia menghembuskan nafasnya dan itu membuat kelima asistennya menatap nya dengan heran.
"Kenapa kau terlihat ragu" Ucap JJ
Kali ini Sora menegakkan tubuhnya yang tadi nya bersandar pada sandaran sofa.
" ini tentang Ansell Qin" Akhirnya Sora mulai berbicara tapi mendengar nama Ansell Qin semuanya mengeryitkan kening.
" dia ingin aku menjadi kekasihnya" Ucap Sora lagi.
"dia menunggu jawaban dari ku"
__ADS_1
Dalam ruangan itu seketika menjadi hening hanya terdengar suara dentingan suara jam dan samar-samar suara Tv yang ada di dalam!!!!!!!??'.! kamar istirahat Sora.
" Bagaimana dengan hatimu, kalau kau juga menyukainya terima saja" Ucap Ken memecah keheningan yang terjadi sekian detik.