UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
PEJANTAN TANGGUH


__ADS_3

Kehadiran Zeo di tempat kerja menjadi mood booster bagi Sora, ia sangat menyayangi hewan peliharannya itu karena sangat nyaman saat di peluk.


Lian dan lainnya tidak mau menganggu acara bermain Sora dan Zeo, mereka lebih memilih untuk kembali keruangan pintu terlarang untuk menyelesaikan pekerjaan dan mencari tau secepatnya siapa yang dengan beraninya membocorkan rancangan produk mereka ke perusahaan lain.


Tidak perlu semua Asisten Sora turun tangan untuk mengurus kebocoran informasi di One S cukup dengan JJ saja sudah cukup.


"Ck, kena kau" ucap JJ sambil memukul mejanya.


"42 menit 16 detik" kata Jimi melirik jam tangan nya lalu di susul dengan tepuk tangan Lian dan Ray.


"Wow...You'er the best in your row" Puji Lian. Kemampuan JJ sudah tidak di ragukan lagi oleh teman-temannya.


JJ sendiri tersenyum bangga mendapat pujian dari rekannya.


"So, jadi apa sekarang kita harus menangani semut itu?" Tanya Ray tangan nya sudah gatal untuk menghajar orang.


"besok saja, kita beri waktu dia menikmati hasil dari penghiyanatannya" Jawab Lian dengan seringai diwajahnya dan mereka semua menyetujuinya.


Mereka hanya menunggu keesokkan harinya untuk memberi pelajaran terhadap penghiyanat yang sudah berani bermain dengan Nona mereka. Sesuai janji mereka melaporkan secepatnya masalah ini kepada Sora karena sudah mengetahui siapa yang sudah membocorkan rancangan produk ke pihak lain.


.....


Kembali ke ruangan kerja Sora, gadis itu masih saja bergulat dengan Zeo. Tidak lama suara ponsel Sora berdering dan tak lain adalah Ansell yang menghubunginya.


"Honey, apa kau sedang di kantor?" Tanya Ansell melalui telponnya.


"Emmm" Jawab singkat Sora karena ia lagi menikmati bulu-bulu halus milik Zeo yang tengah di peluknya.


"kau sedang apa? apa pekerjaan mu banyak? bagaimana kalau kita makan siang bersama?"


"aku lagi bermain dengan Zeo"


"Zeo? perempuan atau laki-laki?" terdengar suara Ansell yang mulai meninggi.


"Zeo itu pejantan tangguh yang berasal..."


Tut,,,tut,,,tut


Sora mengerutkan kening sembari melihat ponselnya yang sudah tidak tersambung lagi dengan Ansell.

__ADS_1


Ansell memutuskan panggilan telponnya begitu saja saat Sora berkata pejantan tangguh.


Tanpa berpikir lagi Ansell langsung keluar ruangannya menuju di mana mobilnya parkir. Bahkan Dion yang memanggilnya saat berpapasan tidak di hiraukannya.


"Ada apa dengan dia, wajahnya terlihat sangat kesal" Gumam Dion melihat kepergian atasan sekaligus sahabatnya itu berlalu dengan tergesa-gesa. Malas memikirkan apa yang terjadi dengan Ansell, Dion lebih memilih melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk.


Dengan kecepatan atas rata-rata Ansell mengenderai mobil sport nya, ia tidak mempedulikan keadaan jalanan yang cukup padat dipikirannya hanya sampai di One S dengan cepat.


"Sial..." Ansell menukul setir mobil karena ini sudah ke tiga kalinya ia hampir saja menabrak kendaraan lainnya.


"Sora, tunggu aku. Beraninya kau bermain di belakang ku" Gumam Ansell dengan penuh emosi.


Hanya dalam waktu 30 menit Ansell tiba di One S secara normalnya jarak antara perusahaan Ansell dengan One S bisa memakan waktu hampir satu jam.


Dengan langkah lebar Ansell masuk kedalam One S tanpa mempedulikan orang-orang menyapanya. Ia tidak mempedulikan itu semua fokusnya hanya pada Sora, Sora dan Sora.


Clekk...Pintu ruangan Sora terbuka tapi Ansell tidak mendapati siapa pun. Para Asisten Sora yang sudah mengetahui Ansell datang hanya membiarkan saja.


"Dimana dia?" Ansell mencari keberadaan Sora.


Tidak lama kemudian terdengar suara Sora berteriak sambil tertawa.


Ansell langsung membuka ruang istirahat Sora setelah mendengar suara yang mengundang kecurigaan. pintu ruangan itu memang tidak terkunci bahkan tidak tertutup rapat sehingga dengan mudah Ansell menderobos masuk dengan wajah emosinya.


"Sora..."Teriak Ansell mengagetkan Sora yang tengah berbaring di atas ranjang.


"Apa yang kau lakukan? mana lelaki itu?" Ansell melangkah mendekat ke ranjang tak lama muncul kepala Zeo dari samping ranjang, Zeo terjatuh kebawah didorong oleh Sora karena selalu menjilati wajah Sora.


Ansell berubah menjadi bingung dan waspada melihat Zeo menampakkan dirinya.


"Ansell kenapa berteriak? lelaki siapa yang kau maksud?" Sora balik bertanya karena Ansell datang tiba-tiba seperti polisi mengebrak penjahat.


Ansell kembali menatap Sora dan menarik tangan Sora sehingga wanita itu berdiri dari ranjangnya, kini ia tengah dihadapan Ansell.


"Siapa lelaki bernama Zeo itu? dimana dia? kenapa ia bisa menjilati mu? kau sembunyikan di mana dirinya?" Ansell menyerang Sora dengan banyak pertanyaan.


"jangan pernah bermain di belakang ku Sora, ingat kau hanya milik ku" Tatap Ansell dengan penuh penekanan.


Sora yang dari tadi diam kini mengerti bahwa Ansell telah salah paham, karena memang Ansell belum tau Zeo itu siapa. Seketika itu Sora terbahak.

__ADS_1


"kenapa tertawa?"


"tunggu dulu aku mau ke kamar mandi, wajah ku lengket di jilatin oleh Zeo" ucap Sora dengan sengaja menambah panas Ansell.


"Kau..." Ansell ingin menarik Sora lagi yang menuju kamar mandi tapi tangan Sora mengisyaratkan 'tunggu sebentar'. Terpaksa Ansell menunggu dengan wajah yang bertambah emosi bahkan tangan nya sudah mengepal dengan kuat.


Sora keluar dari kamar mandi dengan wajah polosnya tanpa riasan. Kecantikan yang tidak ada pengaruh ada tidaknya riasan di wajah.


Riasan yang di gunakan Sora hanya untuk wajahnya agar tidak terlihat pucat.


Karena melihat wajah Ansell yang masih saja terlihat kesal dan marah, Sora berinisiatif untuk mendekat.


"kau salah paham" Ucap Sora memeluk tubuh Ansell.


"apa maksudmu?" Ansell menujukkan sikap biasa saja padahal dirinya sudah tidak tahan ingin membalas pelukkan Sora.


Kekesalannya belum menghilang sebelum tau siapa pria bernama Zeo itu.


"Zeo..." Panggil Sora.


Kucing besar itu pun mendekat ke arah Sora dan mengeluskan kepalanya dikaki Sora. Dari tadi Zeo hanya berbaring di samping ranjang dengan tenang.


Ansell cukup lama memperhatikan hewan buas itu, ia berpikir heran kenapa bisa wanitanya bisa bersama dengan hewan buas. Itu sangat mengerikan.


"perkenalkan ini adalah Zeo. Kucing kesayangan ku. Bukan kah dia lucu?" Sora mendongakkan kepalanya menatap Ansell.


Ansell mentautkan alisnya, jadi Zeo itu hewan buas itu pikirnya.


"kenapa kau tidak mengatakan Zeo itu adalah seekor harimau besar!" protes Ansell.


"kau saja yang asal main matikan telpon tanpa selesai mendengarkan ku bicara"


"kau bilang sedang bermain dengan pejantan tangguh, siapa yang tidak salah paham dengan perkataan mu"


"dia memang pejantan tangguh" Malas memperpanjang perdebatan nya dengan Ansell, Sora memilih duduk di depan meja riasnya untuk memoles kembali wajahnya yang riasannya sempat hilang saat ia mencuci wajah.


Sebelum itu Sora menghubungi Ray untuk menjemput Zeo karena sebentar lagi waktunya Zeo di beri makan.


Zeo berjalan melewati Ansell saat di panggil oleh Ray.

__ADS_1


"jangan jilat-jilat Sora lagi, karena hanya aku yang boleh menjilatnya" Ucap Ansell saat Zeo menoleh melewatinya. Sora yang mendengar hanya memutar bola matanya saja.


__ADS_2