
Semenjak terakhir Ansell bertemu dengan Sora ketika dia mengantar Sora ke kantornya setelah itu Sora menghilang seperti ditelan bumi, tidak ada kabar dan tidak ada jejak. Parahnya kelima Asisten Sora juga ikut menghilang.
Sudah 3 hari keberadaan Sora tidak di ketahui oleh Ansell.
Dia mendatangi apartement Sora tapi yang di temuinya hanyalah Ziu dan Ziu pun tidak tau kemana keberadaan Sora. 3 hari pula Sora juga tidak pergi ke kantornya. Ansell benar-benar frustasi mencari keberadaan Sora bahkan nomer ponsel wanita itu tidak bisa di hubungi. Melacak ponsel Sora pun tidak ada artinya karena tidak akan bisa menembus pertahanan JJ yang lihai menyembuyikan majikannya itu.
"Shitt...kenapa dia selalu saja menghilang?" Gerutu Ansell di depan meja kerjanya. Di depannya juga ada Dion yang setia mendengar keluh kesah serta kekesalan. yang di alami Ansell sekarang ini.
"Apa yang di lakukan nya sekarang?"
"menghindari mu" jawab Dion dengan polosnya sambil terkekeh. Tidak lama pulpen pun melayang ke arahnya.
"kau bisa melukaiku Bos" Ucap Dion sambil mengambil puplen yang di lempar Ansell di lantai.
"kau pantas mendapatkan nya" Ucap Ansell yang sekarang makin kesal karena Dion, bukan nya dapat solusi yang baik malah menambah kegalauan di hati.
Dion hanya diam-diam tersenyum melihat wajah Ansell yang di rendung kesal, khawatir dan tentunya wajah Ansell sekarang bisa di katakan 'saat anda bernegosiasi bisnis sekarang otomatis akan di tolak'.
Sebenarnya Ansell adalah tipe pria paling tenang dalam mengontrol emosinya tapi entahlah mengapa kalau berkaitan dengan wanita satu itu yaitu Sora Zhang, Ansell bukan seperti dirinya sendiri selalu lepas kendali.
"ini ku bawakan penyejuk hati" Ucap Dion yang tiba-tiba menyerahkan kartu undangan ulang tahun One S Corp.
Dengan cepat Ansell mengambil kartu undangan itu dari tangan Dion. " Besok?" Tanya Ansell.
" kenapa kau baru mengatakannya selarang?" Pekik Ansell.
" Hei aku juga baru mendapatkannya sebelum ke ruangan mu. Katanya undangan ini baru saja di antarkan"
"Aneh, kenapa baru di antar sehari sebelum acara?"
"Entahlah" Dion hanya menaikan kedua bahunya.
Sora memang sengaja meminta agar undangan ke perusahaan Qin sehari sebelum acara agar otak Ansell yang cerdas itu tidak akan bisa menebak keberadaan Sora sekarang.
Sedangan Sora selama tiga hari ini berada di Resort yang akan di jadikan pesta perayaan ulang tahun One S. Di Resort itu Sora sudah berkumpul dengan keluarganya bahkan ada juga keluarga dari pihak paman Leo.
__ADS_1
"tubuhku terasa lelah rasanya" Keluh Sora yang baru saja masuk ke kamarnya di ikuti oleh Anzu kakak iparnya.
"istirahatlah, kau terlalu banyak bermain. Besok adalah pesta One S kau harus tampil secantik mungkin"
" apa aku kurang cantik!" dengus Sora merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran king size.
"Cantik, cantik. Tapi besok kau harus lebih lebih cantik. Siapa tau kau bertemu jodohmu" Ucap Anzu yang ikut membaringkan dirinya di samping Sora.
Satu-satunya teman dekat Sora seorang wanita yaitu Anzu yang kini menjadi kakak iparnya. Anzu adalah wanita asli Jepang yang memiliki kulit putih dan perawakan wajah yang cantik juga anggun. Anzu sendiri bukanlah orang asing yang masuk ke dalam keluarga Sora. Anzu masih kerabat dekat ibunya Sora karena ada sesuatu hal dalam perebutan klan Tiara yang kini di pegang oleh Arlecia. Maka dari itulah Arlecia menikahi Anzu.
"besok itu ulang tahun One S bukan pesta pencarian jodoh" Protes Sora.
"sekalian saja tidak ada yang salah kan?"
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu kamar.
Sora meranjak membukakan pintu, di depan pintu sudah ada kakaknya Arlecia.
"Jemputan mu datang" Teriak Sora kepada Anzu yang masih berbaring di ranjang.
" Is, kenapa kau menjemputku di sini?" Tanya Anzu dengan manjanya. " Mana anak-anak?"
"mereka bersama kakek neneknya" Jawab Arlecia. " Kau tidak boleh lelah sayang, sekarang waktunya kau meminum jus buah mu yang baik untuk calon bayi kita"
"What???" Sora yang tampak terkejut.
Arlecia tersenyum melihat wajah terkejutnya Sora. "Kau telah mengambil Akira dari kami, jadi kami memutuskan untuk membuat anak laki-laki satu lagi" Ucap Arlecia tanpa dosa.
Ingin rasanya saat ini Sora menendang bokong kakaknya itu, karena telah menuduhnya mengambil Akira padahal mereka sendiri lah yang menitipkan Akira kepada dirinya.
"Ya Tuhan kalian suka sekali memproduksi anak" Gerutu Sora.
" kau belum merasakannya Sora itu sangat menyenangkan" Goda Anzu.
Sora hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan kedua kakaknya. " Sudah pergi dari sini, aku ingin istirahat" Usir Sora.
__ADS_1
Walaupun Sora kelihatan cuek dengan kabar kehamilan anak ketiga kakakny itu tapi mereka semua tau Sora lah yang diam-diam paling antusias. Sudah terbukti dengan kelahiran kedua keponakannya Akira dan Meiline. Berbagai macam hadiah serta makanan sehat untuk ibu hamil selalu di kirimkannya. Terlebih kedua keponakkan nya itu sudah lahir bahkan dia tidak segan-segan memberikan apa pun jadi itu lah Akira memilih ingin bersama Sora karena Sora selalu memanjakan mereka.
"satu jam lagi aku dan lainnya ingin bermain jetski, kau mau ikut?" Ajak Arlecia sebelum meninggalkan kamar Sora.
Sesaat wajah Sora berbinar senang. " Aku ikut" Jawab Sora dengan cepat.
"kalian ini, tidak ada puasnya selama 3 hari selalu bermain-main melakukan hal yang ekstrim" Anzu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Anggap saja kita lagi liburan keluarga, jadi nikmati saja" Arlecia mendaratkan ciumannya di pelipis Anzu lalu berlenggang pergi dari kamar Sora.
Walaupun pekerjaan kantor di handle dari jauh tetap mengejarkan pekerjaan dengan semestinya namun kesempatan berada di Resort keluarga dengan fasilitas lengkap serta pemandangan yang bisa menanjakan mata jadi mereka semua tidak menyia-yiakan kesempatan ini untuk bersenang-senang bersama keluarga dan kerabat mereka.
...
Setelah makan malam bersama Sora memutuskan untuk kembali ke kamar padahal Ayahnya sedang mengajak semunya bermain mahjong. Itu adalah permaian favorit ayahnya.
"Aku kembali ke kamar, aku ingin tidur" Ucap Sora pada semuanya.
"iya udah kau kembali saja ke kamar sayang" Ucap ibunya seraya membelai rambut indah anaknya.
"Aku akan mengantarmu ke kamar" Ucap Lian yang berdiri di belakang Sora.
Sora menggelengkan kepalanya. " Tidak perlu, kalian semua istirahat saja" Sora pun melenggang pergi kembali ke kamarnya.
...
Tangan Sora sudah ingin menutup kamar pintunya tapi tubuhnya diam sesaat karena merasakan ada seseorang yang berada di dalam kamarnya.
Dengan berjalan berlahan Sora mengambil pistol yang selalu ada di balik rok cantiknya.
Ruangan kamar yang minim pencahayaan karena lampu belum dinyalakan oleh Sora. Sora memang meninggalkan kamarnya dalam keadaan gelap.
"Keluarlah" Ucap Sora. " Jangan bersembunyi"
Tiba-tiba saja mulut Sora di bungkam dari belakang. Sora ingin membanting tubuh orang itu ke depan tapi ada suara yang sangat di kenalnya menghentikan niatnya itu.
__ADS_1
"Luar biasa, kau selalu membuat ku gila mencari mu" Ucap orang itu yang tak lain adalah Ansell Qin.