UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
ENOUGH


__ADS_3

Kolam renang yang mempunyai fasilitas perubahan temperatur yang bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Saat cuaca panas air kolam akan terasa dingin dengan suhu normal begitu sebaliknya saat cuaca dingin Air akan menjadi hangat. Saat ini Air kolam yang terasa hangat seketika menjadi dingin bukan karena alat pengatur suhunya yang rusak tapi karena pengaruh dari sikap kedua orang yang saling tatap dengan tatapan dingin.


"Apa kau sudah menikah?" Tanya Ansell dengan mendekap pingang Sora dengan erat.


"menurut mu?" Jawab Sora dengan kembali bertanya matanya tidak kalah menatap tajam ke wajah Ansell.


"Ck...aku bertanya kau balik bertanya"


"jawab pertanyaan ku lebih dulu"


" What?"


Sora tampak terdiam beberapa detik tanpa Ansell duga, Sora dengan berani menyentuh rahang tegas Ansell.


"Negara mana asalmu?" Tanya Sora.


Ansell mengeryitkan keningnya tidak mengerti maksud Sora.


"Walau kau sangat pasih berbahasa Tionghoa tapi wajah mu jauh dari wajah orang Asia"


Ansell kini menaikkan sudut bibirnya. " apa ini yang ingin kau tanyakan?" Sora langsung mengangguk dengan pelan.


Ansell terkekeh. "Nenek dari ibu ku berasal dari Texas sedangkan kakek ku asli China, lalu ibuku menikah dengan ayah ku yang berasal dari Italia. Apa kau sudah mengerti?" Terang Ansell.


" jadi kau mengikuti marga kakek mu Qin?"


" Iya seperti itu, karena aku lahir di sini jadi mengikuti marga dari kakek ku tapi aku juga mempunyai nama lain Ansell Alexander Chavez"


" Pantas saja kau terlihat seperti orang asing" Gumam Sora yang tangan nya masih menyentuh dengan belayan lembut rahang Ansell yang di penuhi dengan bulu cambang yang menambah ketampanannya.


Dengan berlahan Sora mendekatkan wajahnya lalu menyampaikan keinginan untuk mencicipi aroma mint yang sudah dari tadi mempengaruhi pikirannya. Bahkan dengan sangat sadar dia berani bertindak duluan mencium Ansell.


Ansell membulatkan matanya karena tidak menyangka Sora kini sedang menikmati bibirnya.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan salah satu tangan Ansell menahan tengkuk Sora dan membalas ciuman yang di berikan Sora.


Keduanya melepaskan bibir yang saling bertautan hanya untuk mengambil nafas sejenak. Ketika mata masih saling bertatapan Ansell kembali meraih bibir ranum milik Sora. Saat merasa Ansell mulai berani memindahkan tangan dari pinggang naik ke bagian atas, Sora melepaskan diri dari dekapan Ansell.


"enough"

__ADS_1


"Tuan Ansell saya harus pergi"


Tanpa berkata-kata Ansell hanya memandangi punggung putih, mulus yang pastinya sangat menggoda itu menjauh darinya. Sampai Sora menghilang dari balik pintu keluar pool room Ansell masih terdiam di posisi yang sama.


Plakkk...


Plakkk...


Ansell dua kali menghempaskan tangan nya di air.


" Sial...aku sudah benar-benar gila sekarang"


Plakkk...


Sekali lagi Ansell menghempaskan tangannya di air.


" Jangan salahkan aku Sora tidak akan menyerah mendekatimu walaupun kau telah menikah"


"Kau yang memulai memberi harapan kepadaku dengan mencium ku"


Ansell pun mengakhiri acara berenangnya dan memilih kembali ke kantor.


Kini dia sudah ada keinginan untuk kembali bergelut dengan pekerjaan nya wmalaupun setiap persekian menit dia mengingat kembali ciuman nya bersama Sora yang berhasil membuat dirinya tersenyum sendiri. Ciuman Sora tampaknya menjadi Mood Booster baginya.


Sora yang sudah berganti baju menghamipiri Ray yang sedang menunggunya di Lobi Hotel.


" Lama menunggu ku?" Tanya Sora pada Ray.


"Tidak Nona" jawab Ray.


"kalau begitu kembali ke mansion" Perintah Sora.


Sesampainya di mansion Sora sudah di sambut dengan beberapa maid dan Jimi.


" Apa ayah dan ibu sudah ada di sini?" Tanya Sora pada Jimi yang meraih tas Sora.


"Sudah sayang, mereka sedang di ruang makan" Jawab Jimi.


Sora pun melangkahkan kaki ke ruang makan, Sora tersenyum mendapati kedua orang tua yang beberapa bulan terakhir mereka tidak ada bertemu.

__ADS_1


" Ayah, Ibu" Sapa Sora.


" Oh Putri kecil ku" Ucap Chiyo langsung memeluk Putrinya itu.


" ibu berhenti memanggilku putri kecil, itu sungguh memalukan" protes Sora lalu beralih memeluk Ayahnya.


" bagaimana pun kau tetap putri kecil kami" Ucap Xiang Zhang sambil menepuk-nepuk punggung Sora.


Sora pun hanya bisa mencibir. " Up to You"


"Ayah, ibu sudah bertemu dengan Akira?" Tanya Sora.


" Sudah sayang, Akira sedang berada di kamarnya. Katanya mau mengerjakan tugas sekolahnya dulu" Jawab Chiyo.


Sora menganggukkan kepalanya lalu mendudukkan diri di salah satu kursi makan.


"Aku tidak menyangka kalian kembali begitu cepat" Ucap Sora.


" Ya, Kami harus menghadiri peralihan kau menjabat sebagai CEO. Bukan kah ini awal Keluarga Zhang keluar dari persembunyiannya!" Ucap Xiang Zhang terkekeh sambil menyeruput segelas kopi hitam.


" Bagaimana persiapan mu, kau gugup?" Tanya Xiang Zhang.


Sora tersenyum sinis ke Ayahnya. " ku rasa kelima Asisten ku sudah mempersiapkan nya dengan begitu baik. Hanya sebagai CEO kan? kenapa aku harus gugup!"


" Ayah rasa begitu, terlihat kau biasa saja. Besok lusa Arlecia, Anzu dan Mey akan kesini. Sudah lama keluarga kita tidak berkumpul" Xiang Zhang tersenyum walaupun umurnya sudah melewati setengah abad tapi garis wajahnya yang tampan tidak bisa di sembunyikan serta tubuh yang masih gagah dan terlihat masih kuat.


" Betul, ini adalah kesempatan keluarga kita berkumpul. Nanti minta lah Jimi untuk mengurus acara makan malam setelah peralihan jabatan mu. Kita akan mengundang keluarga Paman Leo sebagai tanda terima kasih sudah mau mengurus One S selama 3 tahun terakhir ini " Jelas Chiyo.


" Baiklah bu, nanti ku pinta Jimi mempersiapkannya"


Tidak lama terdengar raungan suaqra Zeo, seolah tau bahwa Sora sudah ada di rumah Zeo pun mencari dan mendekati Sora.


Suara raungan yang cukup mengemma di dalam ruangan mansion sontak Ayah dan Ibu Sora kaget mendengarnya apa lagi melihat Zeo berjalan kearah Sora.


" Kenapa ada harimau di sini" Chiyo sudah berdiri bergetar melihat harimau Sora.


Sora hanya tersenyum. " Tenang lah bu, ini Zoe hewan peliharan ku. Tidak kah dia begitu mengemaskan?" tanya Sora, mengelus-elus kepala Zeo.


"Astaga, apa ini harimau yang di berikan oleh Kakakmu. Kenapa di biarkan berkeliaran?" Xiang Zhang tidak kalah paniknya.

__ADS_1


" Tenang ayah, Zeo tidak akan memakan kita. Ray sudah memberi makan special tiap harinya kepada Zeo" Ucap Santai Sora.


Xiang Zhang dan Chiyo hanya bisa mengelengkan kepala serta memijit kening masing-masing melihat Sora yang selalu di anggap Putri kecil mereka melakukan hal yang kadang di luar pemikiran.


__ADS_2