UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
TIDAK SABAR


__ADS_3

Ken yang pergi melihat keadaan di mana Nona nya sedang seorang diri dengan para pria breng**k. Ken yakin Nona nya bisa jaga diri dan tidak perlu mengkhawatirkan itu tapi buat apa mereka di mendapat gaji tinggi kalau membiarkan Nona nya sendiri turun tangan langsung.


"Ken, apa yang kau lakukan di sini" Bisik Jimi yang menarik tangan Ken.


Ken lalu menepis tangan Jimi. "Bodoh kenapa kau begitu lamban, Kau tau Sora tidak akan bersabar"


" Ckk,,,Hei kedua pria itu saja baru masuk bagaimana aku dengan cepat menggali informasinya" Ucap Jimi membela dirinya sendiri.


" Sudahlah"


"JJ, apa yang terjadi di dalam? apa kau tau membicaraan mereka?" Ken berbicara menggunakan earphone di telinganya.


"masih aman tapi Sorry, karena terlalu berisik aku tidak begitu jelas mendengar apa yang mereka bicarakan" Jawab JJ


"Baiklah, aku akan menerobos masuk"


"Kennn...." JJ berteriak tapi sayangnya Ken sudah memutuskan sambungan telpon nya.


JJ mengendus dengan Kesal dia tau Sebenarnya sifat tidak sabaran Ken sama saja seperti Sora, tapi Ken tidak mau di bilang lelaki tidak punya kesabaran.


" Ada apa J?" Tanya Lian yang sedang menghidupkan rokok yang sudah ada di mulutnya.


"Ken ingin menerobos masuk"


"Astasa...dia sama saja tidak sabaran" Lian tersenyum membayangkan ekspresi kesal Sora melihat Ken menerobos masuk.


" apa aku perlu menyusulnya?" Tanya Ray yang dari tadi selalu menguap, entah mengapa dia juga merasa bosan.


"Biarkan saja dia di sana ada Jimi bersama nya" Ucap Lian dengan santai.


" Eiii...diantara kita berlima cuma Jimi saja yang tidak tau bagaimana berkelahi. walaupun aku tidak sehebat kalian bertiga setidaknya aku masih tau cara menendang dan menembak orang" JJ terkekeh sambil memantau layar tab nya.


"Hahaha kau benar, bahkan dia terlalu manis untuk terlahir menjadi lelaki, tapi otaknya lebih licik dari kita semua" Ray menyambung kata-kata JJ.


Ken dan Jimi dengan siap-siap menerobos masuk ke dalam ruangan itu, sedangkan JJ, Lian dan Ray asik tertawa sambil menggosipkan teman sendiri. begitulah mereka tapi ketahuilah mereka sangat begitu akrab dan peduli satu sama lainnya.


"Ken, apa kita tidak tunggu sebentar saja lagi?"


"Tidak, kita segera masuk kedalam. sudah lama aku tidak menghajar orang. Shittt aku baru ingat" Ken yang sudah bersemangat lalu teringat akan akan sesuatu.


" apa?" Tanya Jimi yang berdiri di samping Ken.

__ADS_1


" kau tidak bisa berkelahi " kata Ken lolos begitu saja dari mulutnya tanpa rasa bersalah.


Jimi mengendus dengan kesal, tapi memang dia akui itu kekurangan nya cuma dia yang tidak bisa berkelahi.


Braakkk... Suara pintu di tendang oleh Kelvin tentunya dia sudah menghajar kedua penjaga ruangan itu.


Cihh...dia tidak sabaran juga. batin Sora melihat Ken menerobos masuk.


"siapa dirimu? beraninya masuk ke sini" Tanya salah satu pria di dalam ruangan itu.


"Aku hanya ingin menjemput wanita yang berada di samping Pria Tua itu" Jawab Ken dengan santai nya.


Pejawab Yan Chan menoleh ke Sora yang berada di sampingnya.


Kreekk...Sora mengeluarkan 2 pistol di balik sepatu boot yang di gunakan nya. Sora melentangkan kedua tangan nya yang sedang memegang pistol satu mengarah ke pejabat Yan Chan dan satunya lagi mrngerah ke pria yang di duga akan melakukan transaksi itu.


"katakan siapa yang berani mendistribusikan barang haram kalian itu?" Sora bertanya kepada ke tidak Pria yang bersama-masa masih duduk bersama nya.


Kedua Pria itu saling menatap dari mana Wanita ini tau! dan kenapa hal ini bisa bocor keluar!. itulah yang sedang kedua pria itu pikirkan.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Pejawab Yan Chan yang sudah mulai panik.


"Katakan" Bentak Sora dia mengabaikan pertanyan Yan Chan.


" apa kalian polisi?" Tanya Yan Chan lagi. sampai ini di tangani oleh polisi dia akan turun jabatan. habislah sudah.


"anggaplah begitu" Ken yang menjawab pertanyaan Yan Chan.


...


Ditempat lain JJ menghubungi Ken, karena dia sudah menemukan dari anggota mana dalang transaksi ini.


" Ken, mereka sepertinya dari Anggota Black Rose" Ucap JJ


" Mengerti " Jawab Ken.


Ken mengisyaratkan kepada Sora bahwa dia sudah mengetahui apa yang ingin di ketahui.


Sora bangkit dari duduk nya, pistol yang di tangan Sora masih mengarah kepada lawannya.


" sepertinya hari ini tidak berjalan dengan baik " Pria itu mendengus kesal dan juga mengeluarkan pistolnya langsung mendembakkan nya ke arah Ken. untung saja Ken dengan cepat bisa membaca gerak tangan Pria itu sehingga bisa menghindari tembakkan yang mengarah kepada nya.

__ADS_1


Saat Pria itu menembak Ken, Sora pun menembak tangan nya. sehingga Pria itu mengerang kesakitan dan melepaskan pistol yang ada di tangannya.


Dengan cepat Pria satunya lagi menghubungi seseorang melalui Earphone yang sudah terpasang di telinganya.


"Segera kemari" perintahnya pria itu.


" Ken..." teriak Jimi yang memang dari tadi menunggu di luar ruangan itu.


" Ken, mereka datang membawa senjata. mereka banyak sekali" Ucap Jimi panik melihat segerombolan pria berbaju hitam lari ke arah mereka dengan membawa pistol di tangan dan pastinya jumlah nya lumayan banyak.


" Ken segera lari, jumlah mereka hampir 50 orang" Ucap JJ yang masih tersambung dengan Ken.


"Aku tau..."


Dorrr...Dorrr...Dorrr Ken menembakkan Tiga peluru di kaki kedua pria itu dan pada Pejabat Yan Chan, Lalu Ken meraih tangan Sora agar keluar dari ruangan itu segera.


" Kejar mereka " perintah salah satu Pria itu pada anggotanya sambil meringis kesakitan karena kaki nya di tembak oleh Ken.


Segrombolah pria baju hitam itu pun mengejar Sora, Ken dan Lian. orang-orang yang ada di Club Star pun pada berlarian menyingkir karena ketakutan mendengar beberapa kali suara tembakkan.


" Keluar " Perintah Ken kepada teman-temannya (JJ, Lian dan Ray)


Ketiga nya pun ikut menyusul lari keluar dari Club Star.


Ansell Qin yang masih berada di Club itu melihat tiba-tiba ada keributan dan yang membuatnya kaget adalah melihat Sora tengah lari di kejar para segerombolan pria baju hitam.


Dengan refleks dia pun ikut mengejar Sora dan meninggalkan Dion yang masih terduduk di dalam club.


Saat keluar dari Club Star mereka memisahkan diri agar mudah untuk lari, suara tembakkan yang saling balas terdengar nyaring sontak mengagetkan pengguna jalan yang dekat dengan Club Star.


Kedua Pistol yang ada di tangan Sora di ambil alih oleh JJ dan Ken.


mereka tidak mau Nona muda nya mengotori tangan dalam hal seperti ini.


"Jimi, ambil mobil" Perintah Ken.


Jimi pun berlari ke arah mobil mereka parkir.


Sora yang juga berlari ke arah mobil tiba-tiba tangan nya di tarik oleh seseorang. lalu membawa nya ke samping mobil terparkir di sana.


" Kau..." Sora terbelalak kaget melihat yang menariknya adalah Ansell Qin.

__ADS_1


" Stttt...diam lah kalau kau tidak ingin tertangkap oleh mereka.


__ADS_2