UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
AKU MENOLAK


__ADS_3

Sora mengetuk-ngetuk meja menggunakan tiga kuku jarinya menimbulkan nada yang sama secara berulang-ulang.


Dengan Otaknya yang cerdas, biasanya Sora memutuskan sesuatu dengan cepat dan teranalisa secara akurat. Tapi ini beda hal karena ini menyangkut perasaan, hati yang harus di pertimbangan dengan matang.


Sora terniang kembali dengan beberapa masukkan dari kelima asistennya, beberapa jam yang lalu dia sudah membicarakan hal ini.


Kembali lagi ini mengenai perasaan, hanya pandangan yang bisa di berikan kelima Asistennya keputusan tetap di tangan Sora.


"Bagaimana dengan hatimu, kalau kau juga menyukainya terima saja"


" walaupun belum cukup lama mengenalnya kalau kau merasa nyaman, tidak ada salah untuk mencoba. Kau berhak merasakan cinta"


"Jangan mengambil keputusan saat kau ragu, Ansell diketahui sampai saat ini dia pria yang bersih dari kasus apa pun. Baik buruknya dia kau akan mengetahui saat kalian menjalin hubungan"


"Ini hal baik, Ansell terlihat pantas menjadi pasangan mu. Saatnya kau merasakan cinta tidak hanya bergelut dengan pekerjaan"


"jangan sampai kau di jodohkan, karena sampai saat ini kau belum memiliki pacar"


Pikiran gadis cantik itu berterbangan entah kemana memikirkan masukkan dari para asistennya, walaupun bisa di simpulkan hampir seluruh nya mendukung dia menjalin hubungan bersama Ansell.


" Astaga...Dia tampan, kaya, tegas, sedikit mesum dan sepertinya playboy mungkin" Gumam Sora pada dirinya sendiri. Dia sadar tidak ada lelaki yang sempurna tapi tidak ada salahnya dia mempertimbangan kesempurnaan itu!.


Karena malas untuk memikirkan nya lebih lanjut kini dia sudah tau jawaban apa yang harus di berikan kepada Ansell. Sora pun mengambil Ponselnya di atas meja dan langsung menghubungi Ansell.


" Dimana?" tanya Sora tanpa basa basi.


" Dikantor, ada apa?" Suara Ansell yang setengah fokus pada pekerjaannya.


" Jangan kemana-mana dalam satu jam aku kekantor mu" Jawab Sora langsung mengakhiri panggilan telponnya.


Tangan Sora beralih ke telpon kantor dan menekan extension nomor telpon langsung ke meja kerja Lian.


"Aku ingin pergi ke kantornya Ansell, katakan pada Ray untuk mengantarku"


" kau sudah mengambil keputusan?" Tanya Lian yang tersenyum dari balik telponnya.


" Entahlah" Sora menutup telponnya tanpa mendengar kembali respon dari Lian.

__ADS_1


...


Selesai mendatangani beberapa dokumen penting, Ansell meminta Dion untuk menunda meetingnya hari ini. Dia tidak tau apa tujuan gadis pujaan hatinya ingin menemuinya di kantor, dia tidak mau terlalu berharap Sora dengan cepat menerima cintanya.


Tepat satu jam kemudian Sora sudah tiba di kantor Ansell.


Seorang sekretaris Ansell mengantarkan Sora keruangan Ansell. Sebelumnya Dion memberitahu sekretaris itu kalau Sora datang untuk mengantarnya keruangan Ansell.


"Tuan, Nona Sora Zhang..." Ucap Sekretraris Ansell.


" Persilahkan masuk" Ansell langsung memotong ucapan Sekretarisnya itu karena Ansell tau Sora sudah ada di balik pintu ruangannya.


Ceklekk...Pintu terbuka, sebuah kaki mulus melangkah masuk dengan bentakkan High heels 5 cm membuat Ansell memperhatikan gerak anggun Sora yang berjalan mendekati meja kerjanya.


"Oh Honey, aku senang kau datang ke kantor ku" Ucap Ansell berdiri dari kursi kebesaran nya.


" Sepertinya kau cukup santai" Sora meneliti kesibukkan Ansell.


Benar saja Ansell menunda semua pekerjaannya agar tidak mengganggu momentnya bersama Sora.


" Kau datang kesini, aku pasti akan menfokuskan diri pada mu" Ucap Ansell.


" Aku kesini bukan untuk minum " Sora mendudukkan diri di sofa. Lalu di susul Ansell yang duduk tepat di semping Sora.


"Kau selalu wangi Honey!, parfum apa yang kau gunakan?" Tanya Ansell.


"Tidak di jual di pasaran" Jawab Sora datar.


Sora menolehkan wajahnya kesamping menatap Ansell yang sudah dari tadi memandangi dirinya.


Dasar mesum. Batin Sora.


Ansell tersenyum lebar saat Sora menatapnya, pandangan nya teralihkan oleh Bibir seksi Sora mengingatkan kejadian manis saat di kolam renang.


"Katakan Honey, ada apa kau datang ke sini. Jangan bilang kau rindu pada ku" Goda Ansell.


" Aku ingin memberi jawaban tentang pernyataan cinta mu"

__ADS_1


"Wow...ternyata cepat juga kau memberi jawaban. Apa kau menerima cinta ku?"


Dengan cepat Sora menjawab " Tidak, aku menolak".


Senyum yang merekah lebar terukir di wajah tampan Ansell kini seketika berganti dengan keryitan alis yang saling bertaut.


Rahangnya mengeras menahan kekesalan mendengar penolakkan Sora yang begitu cepat. Dia terlalu yakin Sora akan menerimanya karena kejadian di kolam renang tidak ada penolakkan saat dia mencium gadis di depan nya saat ini. Sepertinya pemikirannya Ansell salah, Tidak menolak saat di cium bukan berarti mempunyai rasa cinta, bukan?.


" katakan, kenapa kau menolakku?"


" Karena kita belum lama saling mengenal"


" Apa hanya itu alasan mu menolak ku?" Ansell saat ini mencoba untuk lebih sabar dan tenang. Penolakkan ini baru pertama kali terjadi dalam hidupnya karena memang dia juga pertama kali mengatakan cinta pada seorang wanita. Biasanya para wanita lah yang mengejar dan datang sendiri pada dirinya.


"ya...hanya itu alasan ku" Jawab Sora dengan nada yang dingin.


"Sora, tidak kah kau mempertimbangkan lagi. Kita akan mengenal lebih dekat saat kita menjalin hubungan" Ansell sudah menggenggam erat tangan Sora. Semoga saja Sora berubah pikiran.


"Aku juga belum mengenal ku Ansell, Aku sangat menyukai pria tampan. Apa kau tau kelima Asisten ku semua nya pria tampan hampir tiap malam secara bergantian mereka menemani tidur ku, mempersiapkan pakaian ku, memperhatikan makan ku dan mengurus semua tentang diriku" Jelas Sora, sebuah senyuman menyeringai di sudut bibir Sora.


Ansell menajamkan tatapan nya setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Sora barusan. Dia tidak menyangka Sora sedekat itu pada lima Asistennya, dia mengira asisten Sora hanya membantu dalam perusahaan saja. Tapi sampai menemani tidur secara bergantian? Damn!.


" jangan mencari alasan untuk membohongi ku Sora, aku yakin kau bukan wanita seperti itu" Kini Ansell sudah berdiri dari duduknya. Dia membelakangi Sora dengan menatap pemandangan kota dari jendela kaca ruangannya.


Dia mulai berpikir aku wanita murahan. Batin Sora.


" Kalau kau tidak percaya, kau bisa menanyakan kelima asisten ku secara langsung"


"Hanya itu saja yang ingin ku katakan pada mu, Ku harap kedepannya kita bisa menjadi teman. Kalau begitu Aku permisi Tuan Qin"


Tanpa pencegahan, tanpa sahutan dan tanpa lirikan Ansell membiarkan Sora pergi begitu saja.


Ini kenyataan yang menyakitkan bagi Ansell.


Dia akui Sora berniat tidak untuk membohonginya atas kejujurannya karena selama ini Sora telah tidur bersama Asistennya secara bergantian.


Walaupun Sora sudah memberitahu keburukan nya entah kenapa perasaan cinta yang ada di hati Ansell tidak terkikis atau membenci Sora. Malah dia ingin berlapang dada menerima Sora tanpa mempedulikan keburukan pada diri Sora yang telah tidur dengan para Asistennya.

__ADS_1


Sebegitu besar kah cinta Ansell terhadap Sora?


__ADS_2