
Gelegar suara musik menggema dalam ruangan Club Star dan lampu berwarna warni terlihat menari-nari mengiringi suara lantunan musik yang keras.
Bila dilihat Sora dan ke lima Asisten nya itu sedang bersenang-senang padahal mereka melakukan misi untuk menyelidiki transaksi Ilegal yang berhubungan dengan penyuapan masuknya obat-obatan terlarang.
"apa kah itu pejabat Yan Chan?" tanya Lian menunjuk ke arah target yang baru saja sampai ke Club Star.
"Sepertinya begitu, dia adalah Manteri perdagangan pasti dalangnya memanfaatkan biar mudah barang ilegal itu masuk" jawab JJ.
"tapi barang terlarang itu tidak mungkin di kirim secara terang-terangan, pasti dalam bentuk barang yang lainnya. pejabat Yen Chan akan memperlancar masuknya tanpa pemeriksaan" Tambah Ken.
"pertanyaan nya hanya satu, siapa yang memberi uang penyuapan itu?" Tanya Jimi yang tampak serius.
" Kita akan segera mengetahuinya" Ucap Sora dengan tenang.
" JJ periksa seluruh CCTV di Club ini, Jimi tunjukkan peran mu untuk lebih mendekat pada Pejabat Yan Chan"
" Baik Nona" Ucap serempak JJ dan Jimi.
Ditempat lain Sora selalu di awasi oleh Ansell Qin, kini seorang Ansell Qin yang biasa terlihat cuek akan sekitarnya tapi sekarang sangat penasaran akan diri Sora.
"Manager Ma, apa kau tau siapa wanita yang duduk di sana?" Tanya Ansell Qin kepada Manager Club Star yang memang datang untuk menyapa Ansell Qin.
Manager Ma menoleh ke arah Wanita yang di maksud oleh Ansell. "Maaf Tuan Qin, Wanita itu pengunjung baru di sini jadi tidak mengetahui siapa wanita itu" Jawab Manager Ma dengan jujur karena memang pertama kalinya Sora mengunjungi Club Star.
"Pria-pria bersama nya, apa kau mengetahui salah satunya?" Tanya Ansell sekali lagi.
Manager Ma terdiam sejenak memperhatikan satu persatu kelima Asisten Sora. Saat melihat salah satu kelima Asisten Sora mata Manager Ma sedikit membulat seperti teringat akan seseorang yang pernah dia lihat.
" Ada apa? Apa kau tau salah satu pria itu?" Tanya Dion yang melihat respon Manager Ma seperti mengetahui sesuatu.
"Emm...aku tidak yakin tapi pria ke dua dari samping kiri wanita itu pernah sekali ke sini bersama...Arlecia Zhang" Ucap Manager Ma yang sedikit gugup mengatakan nama salah satu ahli waris Keluarga Zhang itu.
__ADS_1
Ansell Qin mengeryitkan alisnya apa dia tidak salah dengar mendengar nama Arlecia Zhang. Nama keluarga yang 3 tahun terakhir ini sempat menghilang akan tetapi kejayaan dan kekayaan Keluarga Zhang tetap stabil dan bahkan justru bertambah tingkat kekayaan nya. One S juga sudah mempertahankan 12 tahun menjadi perusahaan No 1 di Negara China.
"Arlecia Zhang? bukan nya dia diberitakan mengalami sakit parah sehingga tidak bisa mewarisi One S Grup?" Tanya Ansell Qin.
Manager Ma hanya terdiam dia sendiri tidak tau dengan pasti yang berhubungan dengan Keluarga Zhang memang saat ini berita tentang Keluarga Zhang jarang terekspos dan media pun tidak berani untuk sembarang memberitakan Keluarga Zhang.
" Tuan Qin kalau begitu saya pergi dulu, silahkan menikmati minuman nya" Ucap Manager Ma undur diri meninggalkan Ansell Qin dan Dion.
Ansell menjawab dengan anggukkan kepalanya.
Ansell meneguk cocktail yang sudah di sediakan oleh barista. tampak dia sedang memikirkan sesuatu.
"Bukan kah Pria itu bernama Lian, kalau Manager Ma pernah melihatnya bersama dengan Arlecia Zhang bisa saja itu benar. Lian bekerja di One S Grup" ucap Dion sedikit menambahkan apa yang di pikiran nya.
"aku ingin kau selidiki lagi Pria bernama Lian itu, sepertinya tidak sederhana yang kita pikirkan hanya karyawan biasa bagaimana bisa ketempat ini bersama seorang ahli waris Arlecia Zhang" Perintah Ansell kepada Dion.
...
"aku pergi sebentar, sedikit menyambungkan CCTV di tablet ku" Ucap JJ.
" Emmm...segera lah" Balas Sora.
Kenapa ada Tuan Qin juga, Aaa mungkin dia ke sini untuk bersenang-senang. moga saja seperti itu. Gumam Ken dalam hatinya.
Tidak berapa lama JJ kembali dan tabletnya sudah terhubung dengan CCTV seluruh Club Star dengan ini pengintaian mereka menjadi sedikit mudah. JJ juga memasang CCTV yang berukuran mikro yang di ciptakan sendiri olehnya di beberapa titik yang mungkin di jadikan tempat transaksi, ini di lakukan mengantisivasi kalau saja CCTV di Club Star akan di manipulasi saat berlangsungnya transaksi.
" Bagaimana?" Tanya Ken kepada JJ.
"Tenang saja, jangan meragukan kemampuan ku" Ucap JJ dengan bangganya.
Hp milik Ken di atas meja bergetar terlihat Jimi sedang mengubunginya. "apa kau sudah masuk?" Tanya Ken kepada Jimi melalui telponnya.
__ADS_1
"sekarang aku akan segera masuk, ruang VIP 021" Jawab Jimi.
"Ok, kalau kau perlu bantuan aku akan menyusulmu"
"aku bisa menanganinya sendiri" Jimi langsung mengakhiri telpon nya.
JJ yang mengotak atik tablet miliknya melirik kesamping dilihatnya Ray yang tengah memejamkan mata terlihat dia sedang tidur.
" Ck..disini kita lagi ada misi kenapa dia bisa tertidur ditempat berisik ini!" Gerutu JJ tangan nya langsung memukul paha Ray dengan keras.
"kenapa memukul ku?" Protes Ray
"kenapa kau malah tidur!" Balas JJ dengan suara kesal melihat Ray yang sempat-sempatnya tertidur.
" aku tidak tertidur, aku hanya memejamkan mata" Ucap Ray membela dirinya sendiri.
Lian, Ken dan Sora terkekeh melihat kelakuan Ray dan JJ yang kadang seperti Anjing dan Kucing.
tiba-tiba Sora berdiri dari tempat duduknya. " Aku ke toilet sebentar" Ucap Sora.
Ray pun ikut berdiri, dia adalah Asisten yang bertanggung jawab atas keselamatan Sora. sebisa mungkin dia selalu berada di dekat Sora.
"Ray tidak perlu mengikutiku, aku hanya ke toilet" Protes Sora yang melihat Ray akan mengikutinya.
" Tapi..." kata-kata Ray tertahan dia melirik ke arah Ken. Ken memberikan intruksi agar membiarkan Sora ke toilet sendiri.
Sora berjalan menuju arah toilet wanita. Sora yang mempunyai wajah yang cantik bentuk tubuh yang bagus tidak bisa di sembuyikan begitu saja, pria-pria yang melihatnya berjalan pasti menujukkan sebuah ketertarikan akan dirinya.
"Ken, Kenapa kau membiarkan Nona sendiri ke toilet! kalau ada pria yang menggoda dan menganggunya bagaimana?" Protes Ray yang sedikit khawatir dengan Sora.
Ken menarik sedikit sudut bibirnya, terlihat senyuman iblis di wajahnya. "apa kau lupa, kalau ada pria yang berani menganggunya berarti pria itu sudah sangat dekat dengan ajalnya" Ucapan Ken yang sedikit seram.
__ADS_1
JJ dan Lian saja yang mendengar ucapan Ken pun merasa merinding di tubuh mereka.
Sora memang terlihat seperti wanita pada umumnya yang terlihat lemah. tetapi tidak ada yang menduga Sora mempunyai daya tempur yang sepadan dengan seorang petarung pria.