
Raven yang beberapa hari ini membuat dirinya sibuk karena Rennia tidak mengirim pesan setelah kejadian 3 hari lalu. Raven kira Rennia akan membalasnya lewat pesan tetapi harapannya sirna, Rennia tidak mengirim kabar apa pun kepadanya.
Tapi pagi ini Raven bangun dengan begitu gelisah seperti ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Raven coba menenangkan hatinya tapi dia tetap merasa khawatir dan cemas.
Dia memutuskan untuk datang ke kediaman Holo untuk menceritakan firasat yang dia rasa sekarang.
Sejak mengenal Holo, Raven terlalu banyak bersandar kepadanya karena nasihat dan saran yang diberikan Holo selalu tepat dan benar.
Dia mampu bangkit dari hari-hari keterpurukannya itu di sebab Holo yang memberi dukungan dan semangat, walaupun cara mereka ini termasuk cara yang salah tapi setiap orang punya pilihan masing-masing untuk memilih jalan yang benar atau pun yang salah.
Raven sudah mengirim pesan kepada Holo bahwa dia akan mampir ke rumahnya untuk beberapa hal penting.
Dalam perjalan Raven tiba-tiba teringat dengan Rennia dan waktu yang sama jantungnya berdegup dengan kencang.
"Mungkin sesuatu terjadi dengannya dan aku yang tidak peka." Gumam Raven lalu memukul stir mobilnya.
Raven tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu kepada Rennia, apalagi jika Rennia sampai terluka.
....
Di suatu tempat.
Wanita yang diculik itu di bawa ke sebuah gudang lama yang kelihatan sungguh semak dengan rumput-rumput yang tinggi sebatas paha.
Wanita itu masih dalam keadaan yang tidak sadarkan diri karena telah menghirup terlalu banyak obat bius, dan diikat disebuah kursi dengan mulut yang tutup dengan lakban.
Mobil putih Lamborghini di susuli mobil Lexus Ls masuk ke kawasan luar gudang lama itu.
Seorang pria berjambang, dan berwajah bengis keluar dari mobil Lamborghini, panggilah dia dengan panggilan Gordhi. Langkahnya yang besar disusuli oleh beberapa pria yang berjas hitam.
Kini dia berada di hadapan wanita yang telah diculik oleh beberapa anak buahnya tadi pagi.
"Siram dia." Ucap Gordhi dengan gaya bersedekap dada.
Anak buahnya langsung saja mengambil beberapa ember yang telah mereka siapkan lalu menyiram ke arah wanita yang diikat itu.
__ADS_1
Byuurrr....
Wanita itu bangun dengan kaget. Dia mencoba membuka matanya yang masih terasa berat, pandangannya sedikit kabur.
"Aku dimana?" Ucapnya dalam hati.
Gordhi mencengkram dagu wanita itu agar bisa melihat ke arahnya.
"Kau sudah sadar?" Ucapnya dengan nada tinggi, lalu menarik lakban yang menutupi mulut wanita itu.
Wanita itu merasa takut dan mulai mengeluarkan air matanya. Dia mulai mengerti dengan situasinya saat ini.
"Rav, tolong aku." Gumamnya dalam hati.
Gordhi yang merasa tertarik dengan wajah cantik wanita itu membuatnya melu*** bibir wanita itu dengan paksa. Dia mengigit bibir wanita itu agar bisa membuka mulutnya.
Tapi dengan cepat tangannya menampar pipi mulus itu dengan kuat karena baru saja dia hendak menikmati rasa dari mulut wanita itu, malah lidahnya di gigit hingga mengeluarkan darah.
"Cuih, wanita sia**n!" Gordhi meludah wajah wanita itu.
Gordhi pergi dari tempat itu dan menyuruh anak buahnya untuk selalu siap berjaga-jaga karena Ayah dari wanita itu selalu mempunyai rencana yang licik.
....
Raven telah sampai ke kediaman Holo, para pelayan menyiapkan minuman hangat untuk tamu Holo.
Raven saat ini sedang membahas tentang wanita bersama istri kesayangan Holo, Erika.
Erika sudah mengerti sekali pekerjaan suaminya itu, walaupun pada awalnya dia berasa amat takut tapi makin lama dia semakin terbiasa. Erika juga mempunyai dalam misi yang sering jalankan, dia mempunyai kelebihan dalam IT.
Holo yang baru saja bergabung dengan mereka karena baru habis menjawab panggilan dari klien mereka.
"Hei, kita ada misi tapi kali ini misi kita menyelamatkan seorang wanita yang diculik." Ujar Holo memecah suasana yang terlihat tegang.
"Alamat dan data sudah dikirim?" Tanya Erika pada sang suami.
__ADS_1
"Alamat tempat penculikan belum diketahui tapi kita bisa merentas beberapa cctv jalan dan datanya sudah masuk ke email kita." Jawab Holo. "Klien kita adalah orang yang sama dengan yang kemarin, wanita yang diculik itu adalah anaknya." Sambung Holo dengan menerangkan siapa klien mereka.
"Anaknya?" Sahut Raven dengan alis yang bertaut.
"Yups benar, dan ini datanya." Ucap Holo dan menyerahkan laptop yang berada di atas meja sedari tadi.
Raven membuka file data yang dikirim. Matanya membulat sempurna apabila foto wanita yang diculik itu keluar. Tangan Raven menjadi gementar, gurat amarah pada wajahnya sangat kelihatan.
"Raven, kau mengenalinya?" Tegur Erika karena wajah Raven yang mendadak berubah.
"Kau mengenalinya?" Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh Holo.
"Dia wanita...yang tadi aku katakan dia Rennia." Jawabnya dengan suara yang gementar.
Holo menyuruh Raven tenang karena jika mereka gegabah pasti rencana mereka akan gagal. Erika mulai merentas cctv lewat data-data yang dikirim kepadanya.
Raven mencoba menarik nafasnya lalu menghembus dengan perlahan agar dia bisa memikirkan strategi untuk menyelamatkan wanita kesayangannya.
"Aku akan membunuh mereka, siapa pun yang menganggu Rennia aku akan membunuhnya." Sisi gelap Raven terus mengatakan hal itu di dalam pikiran Raven.
Kini mereka sudah bertemu dengan lokasi terakhir mobil yang digunakan untuk membawa Rennia. Tapi yang menjadi masalah tempat itu masih luas dan sudah terbengkalai, tidak ada cctv di sekitar tempat itu lagi.
Raven mengatakan dia akan pergi ke tempat itu dan mereka akan mengawasinya dari jalan umum. Holo setuju dengan hal itu, dan Holo juga kali ini akan turun tangan tapi dia hanya akan berjaga di jalan umum saja.
Tugas Erika adalah mengawasi cctv jalanan itu dan memberitahu mereka jika sesuatu yang mencurigakan datang ke arah mereka.
Raven dan Holo bersiap pergi, senjata dan barang keperluan untuk misi sudah di masukkan ke dalam mobil Lexus mereka. Perjalanan mereka menuju ke tempat itu sudah dimulai. Holo yang menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas 100km/j karena jalan umum yang mereka lalui ini agak senggang.
Raven terus menatap tajam ke luar, dia merasa marah sekalian cemas dengan keadaan Rennia.
"Ren, tunggu aku." Ucapnya dalam hati.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Raven menelusuri hutan selama hampir 2 jam karena sekitarnya semakin gelap. Raven berhati-hati dalam melangkah agar tidak membuat bunyi yang mencurigakan sehingga dia melihat ada beberapa orang yang berjaga di sebuah gudang lama barulah dia memberhentikan langkahnya.
Raven berbicara dengan Holo lewat intercom mereka.
__ADS_1
"Aku sudah ketemu, ini titik mereka." bisik Raven lalu menyalakan Gpsnya, agar jika terjadi sesuatu Holo gampang menemukannya.
Bersambung...