Wanita Pembunuh Bayaran

Wanita Pembunuh Bayaran
Bab 36 Untitle


__ADS_3

Raven dan Rennia menghabis malam minggu mereka bersama di rumah Raven. Raven terus lengket dengan Rennia.


"Ren, kita nikah yuk." Ajak Raven lagi.


Entah sudah berapa kali dia mengulangi ucapannya itu. Raven inginkan seperti begini setiap hari. Di saat dia lelah dan pulang ke rumah ada yang menyambutnya hangat dan menyiapkan makanan untuk dirinya.


"Rav kamu secepatnya?" tanya Rennia.


Raven mengangguk dengan cepat.


"Kalau boleh malam ini." Celetuk Raven.


Rennia tertawa lalu mengelus rambut Raven yang sedang berbaring di atas pahanya.


"Mana ada orang nikah malam minggu Rav, yang ada orang pergi kawin saja." Sahut Rennia sambil tertawa geli.


"Kamu mau aku kawinin kamu sekarang?" Raven mulai menaik turunkan kedua alisnya.


"Tadi sore baru kamu kawinin aku lagi, ini mau ulang lagi? Nggak capek main kawin-kawin terus?"


"Kalau dengan kamu ya nggaklah malah bikin ketagih, maunya jangan berhenti."


Rennia tertawa lepas karena Raven terus saja menggodanya. Walaupun pada akhirnya Raven mengendong Rennia ala bride style masuk ke kamarnya dan melakukan hubungan panas.


Kali ini Raven melakukannya hingga pagi menjelang karena tidak ingin melepaskan kesempatan yang diberikan oleh Ronald.


Menjelang jam 6 pagi barulah Rennia bisa beristirehat dengan tenang tanpa ada gangguan dari Raven yang terus menggodanya.


Raven tidak hanyut ke dalam alam mimpi bersama Rennia, dia malah menatap wajah tenang Rennia yang sedang tertidur lelap setelah lelah bertempur dengannya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang." Ucap Raven sambil mengelus pipi halus Rennia.


Sedang asyik menatap wajah Rennia, tiba-tiba ponsel misi Raven berbunyi. Raven bergegas mengambil ponsel misinya yang terletak di atas nakas yang bersebelahan dengan ranjangnya.


Raven menjawab dengan suara yang malas.


[Hmm.]


[Rav, kau di rumah?] tanya Holo dari seberang sana.


[Ya, dengan Rennia.] Sahut Raven yang memulai menjauhi Rennia.


[Oh, berapa ronde? haha] Sindir Holo.


[Ck, ada misi apa?] Raven sempat mendengus kesal.


tutt..tutt..tutt


Raven kembali mendengus, sifat Holo memang kadang membuatnya kesal tapi orang yang paling memahaminya adalah Holo.


....


Di tempat Aaron.


Aaron telah mendapatkan maklumat tentang Raven tapi seperti yang dinyatakan dalam laporan yang dia terima, Raven cuma orang biasa dan tidak mempunyai daftar hitam di dunia bawah.


Aaron merasa bingung, tapi ini memudahkan Aaron untuk menangkap Raven karena tidak ada yang melindunginya dari belakang.


Aaron mengerah beberapa anak buahnya untuk menangkap Raven lalu membawa Raven ke hadapannya.

__ADS_1


Tidak lupa juga Aaron menelepon Azel agar bisa ikut serta dalam penangkapan Raven.


[Azel kamu akan mengetuai penangkapan pria itu dan ingat jangan bertindak ceroboh, Ayah sudah memastikan dia hanya orang biasa.] Ucap Aaron setelah panggilan tersambung ke nomor Azel.


[Baiklah tapi aku juga akan menangkap kekasihnya untuk kegunaan diriku.] Sahut Azel dengan wajah menyeringgai.


Aaron mematikan ponsel setelah perbicaraan mereka selesai, kini dia hanya menunggu saja kedatangan Raven.


...


Ronald sedang mencari tahu tentang kegiatan Gordhi baru-baru ini agar dia bisa mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan Gordhi tanpa membuat janji.


Ronald akan menjalankan rencananya seperti yang di atur oleh Raven. Dia berharap kali ini rencananya untuk menjatuhkan dan membalas dendam kepada Gordhi tercapai.


Yang lain dia akan serahkannya pada Raven untuk mengaturnya karena Raven juga masih perlu menyelesaikan masa lalunya dengan Gordhi.


"Mungkin ini bukan kebetulan tapi takdir." Ucap Ronald sambil melihat jadwal-jadwal Gordhi.


Acara pesta untuk walikota akan dilaksanakan dan Ronald mendapat undangan khusus begitu juga dengan Gordhi.


Ronald mencatat tanggal itu untuk menjebak Gordhi masuk ke dalam rencana.


Baru saja Ronald ingin membuat panggilan ke nomor Raven tapi dia baru ingat bahwa Rennia masih bersama Raven.


Ronald mengurungkan niatnya, dia akan menunggu sehingga Raven menghantar Rennia dan dia akan berbicara langsung pada Raven mengenai hal ini.


***Bersambung..


Maaf readers pendek dan mungkin tidak nyambung karna otak authornya lagi gabut2nyaa 🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2