Wanita Pembunuh Bayaran

Wanita Pembunuh Bayaran
Bab 38 Dirumah Holo


__ADS_3

Sekitar jam 8 lewat malam. Raven memasuki kamar yang di tempati oleh Rennia.


Raven menatap wajah Rennia yang sedang tertidur pulas. Raven membetulkan posisi tidur Rennia lalu dia membaringkan tubuhnya di samping Rennia.


Raven memeluk erat tubuh Rennia hingga gerakannya membuat Rennia terbangun. Rennia membuka kelopak matanya dan menatap wajah Raven yang berhadapan dengannya.


"Rav, kau sudah pulang?" tanya Rennia.


"Tidurlah lagi, kau pasti cape." Sahut Raven.


Rennia kembali menutup matanya dan melanjutkan lagi tidurnya begitu pula dengan Raven yang turut terlelap dan hanyut ke alam mimpi.


Jam semakin berlalu dan malam semakin larut. Rennia terbangun dari tidurnya. Dia langsung mengambil posisi duduk dan melihat ke sampingnya lalu melihat sekitarnya.


"Apa aku cuma mimpi tadi? Dan Raven belum pulang." Gumam Rennia.


Rennia bergegas keluar dari kamar dan menuju ke arah ruang tamu. Dia berharap akan bertemu dengan Raven di ruang itu tapi harapannya sirna setelah hanya melihat Erika sendiri yang sibuk dengan laptopnya.


Erika menyadari kedatangan Rennia.


"Eh, kamu sudah bangun ya, mari duduk sini."


Rennia mendekati Erika dengan wajah sendunya. Dia duduk di samping Erika dan melihat jari jemari Erika yang lihai dalam mengetik keyboard laptopnya.

__ADS_1


Banyak kode yang keluar di laptopnya tapi Rennia sama sekali tidak mengerti, dia hanya diam dan memperhatikan saja.


"Sempat ketemu Raven tadi?" tanya Erika dengan mengumbarkan senyumannya.


"Mungkin cuma dalam mimpi." Batin Rennia.


Rennia menggelengkan kepalanya, karena dia yakin tadi itu hanyalah mimpi. Karena dia begitu mengkhawatirkan Raven.


"Masa? Tadi Raven sudah pulang loh dia sempat masuk ke kamarmu tadi sebelum dia keluar lagi lakukan misinya." Ujar Erika dengan raut wajah sumringgah.


"Berarti tadi bukan mimpi?" tanya Rennia kepada Erika dengan wajah bingung.


"Dia baru saja keluar tadi." Holo menjawab pertanyaan Rennia setelah masuk ke ruang tamu.


"Oh ya mari kita makan Ren, pasti kamu sudah laparkan ini sudah jam 9 lewat loh." Ujar Erika sambil menuntun Rennia masuk ke ruang makan.


Rennia mengikuti langkah Erika, dia merasa senang dengan perlakuan hangat Erika.


"Mungkinkah begini rasanya diperhatikan." batin Rennia.


Erika menyiapkan makanan untuk Rennia dengan gerakan tangan yang cepat. Dia hanya menyuruh Rennia duduk cantik dia kursi meja makan saja.


"Biar saja istriku yang melayani, dia memang begitu orangnya senang menerima tamu tapi kalau nanti saat kami pulang dia pasti menangis." Ucap Holo membuyarkan lamunan Rennia yang menatap ke arah Erika.

__ADS_1


"Kak Erika sungguh cantik dan manis, kamu beruntung sekali." Puji Rennia dengan tulus dan terdengar di telinga Erika.


"Jangan terlalu memujinya nanti dia tidak akan lepaskanmu dari sini." Ujar Holo yang melihat ke arah Erika sudah mulai tersenyum senang.


"Oh ya tadi aku sudah telepon Tuan Ronald dan mengabarkan tentang kamu akan pulang besok saja karna malam ini akan bermalam di sini," lanjut Holo lagi.


Setelah mendengar ucapan Holo, Erika langsunh tersenyum dan mendekat ke arah Holo.


"Sayang jadi bisa ya, malam ini aku dan Rennia tidur sekamar?" pinta Erika dengan wajah penuh berharap.


Holo memasang wajah cemberut.


"Jadi aku tidur dengan siapa?" tanya Holo kembali kepada sang istri.


"Ahh untuk malam ini aja boleh ya boleh ya." Pinta Erika. "Kamu maukan Ren, tidur bersamaku?" lanjutnya lagi dengan bertanya kepada Rennia.


Rennia menatap wajah antusias Erika dan melihat ke arah Holo. Holo menganggukkan kepalanya tanda dia bersetuju barulah Rennia ikut mengangguk.


"Ahhh terima kasih sayang." Erika dengan polosnya mengucup bibir Holo sekilas lali melanjutkan menata makanan di dalam piring mereka.


Holo menggelengkan kepalanya, salahnya juga karena buat rumah di tempat yang sepi dan kurang penduduk. Membuat Erika sering merasa sepi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2