
Raven sedang mengintai targetnya yang sedang makan di restoran mewah bersama seorang wanita yang sangat seksi.
Setelah selesai makan mereka keluar menuju ke parkiran. Raven masih saja diam-diam mengikuti mereka dan mengambil posisi untuk menembak targetnya menggunakan Glock kesayangannya, tidak lupa juga dia memasang suppressor agar tidak mengeluarkan bunyi yang kuat.
Targetnya kini sedang bersenang-senang di dalam mobilnya, adegan panas di saksikan oleh Raven tapi Raven sama sekali tidak terpengaruh karena sudah biasa dengan hal seperti ini ketika berada dalam misinya.
Raven menarik pelatuknya lalu melepaskan satu tembakan yang tepat mengenai bahagian kanan kepala target dan tiba-tiba saja terdengar bunyi jeritan seorang wanita karena ketakutan dan melihat banyak darah yang bercipratan.
Setelah selesai Raven mengambil foto targetnya dari jauh lalu mengirimkan kepada Holo agar Holo bisa mengatur semua sisanya.
Kali ini misinya adalah membunuh seorang yang dikenali banyak menipu uang orang lalu merampok keluarga besar seorang pejabat dan juga merupakan anak buah gangster besar dari kota sebelah.
Raven meninggalkan tempat parkiran itu lewat jalur yang tidak ada cctvnya. Saat ini Raven dengan santai menyetir motornya, karena setiap kali melakukan misi dia sering menggunakan motor agar memudahkannya untuk melarikan diri jika terjadi sesuati di luar rencana mereka.
Raven kembali ke rumahnya lalu membersihkan dirinya. Seharian ini dia merasa sangat lelah karena terus membuntuti targetnya.
Uang yang di simpan targetnya di rumah pribadinya kini sudah dia kembalikan ke kediaman seorang pejabat yang menyewanya.
Walaupun Raven dikenal sebagai pembunuh bayaran tetapi Raven tidak pernah mengambil sesuatu dari targetnya. Dia hanya akan menunggu bayaran dari orang yang telah menyewa jasanya.
Karena biasanya siapa saja yang menyewa jasanya pasti akan sanggup membayar dengan harga yang sangat mahal.
Uang itu juga Raven akan bagi 2 bersama Holo walaupun kadang Holo hanya meminta 30 hingga 40 persen saja dari uang itu tapi Raven tetap sering memberi 50 50 kepada mereka berdua. Karena tanpa Holo yang mengawasi dari belakang Raven tidak akan bisa melakukan misinya dengan sempurna.
Kini Raven sudah berbaring di atas ranjangnya. Dia melihat ke arah ponselnya yang biasa di gunakan untuk pekerja biasa.
Dia melihat pesan-pesan yang masuk, sehingga tiba-tiba dia berhenti di satu pesan atas nama Rennia. Raven tersenyum karena ternyata Rennia telah mengirim 2 pesan.
[Rav, jadi tugasku apa?] -Rennia.
[Halo, Rav. Ini nomor kau jugakan? Kenapa tidak balas?] -Rennia.
Begitulah isi pesan Rennia. Raven hanya tersenyum lalu membalas pesan Rennia.
[Maaf, aku sibuk setelah pulang dari kafe kemarin hari ini baru sempat melihat ponsel. Besok ketemu di kafe yang sama ok. Selamat malam. ] -Raven.
Raven kembali menyimpan ponselnya di atas nakas sebelah ranjangnya. Dia kembali teringat kejadian kemarin setelah Rennia menyetujui permintaannya.
Flashback on
__ADS_1
"Aku mau jadi pacar sementaramu." Ucap Rennia dengan penuh percaya diri.
Deg!! Deg!!
Jantung Raven tiba-tiba saja berdegub kencang setelah mendengar Rennia menyetujuinya. Kalau saja Raven mempunyai riwayat jantung pasti dia sudah pingsan sekarang.
Saking bahagia Raven sehingga wajahnya menjadi berbinar dan membuat Rennia terkekeh karena Raven nampak seperti sangat gembira.
"Kau begitu gembira Rav?" Tanya Rennia setelah melihat Raven menatapnya dengan tatapan yang penuh kebahagiaan.
Raven kembaki sadar lalu berdehem lalu merubah raut wajahnya.
"Biasa aja." Ucap Raven salah tingkah lalu ingin memasuki mobilnya tapi di tahan oleh Rennia.
Rennia meminta nomor telfon Raven, agar dia bisa menghubunginya. Sebenarnya Rennia sudah mempunyai nomor Raven yang dia dapat dari Vitra Kakaknya tapi dia sedikit ragu makanya dia meminta langsung kepada Raven untuk memastikan jikalau nomor itu benar nomornya.
Raven memberi nomor biasanya. Sebelum mereka saling berpamitan Raven mengatakan pada Rennia tepat di daun telinga Rennia.
"Jangan selingkuh!" Ucap Raven dengan lirih lalu meninggalkan Rennia yang masih mematung di tempat.
Raven melihat Rennia yang mulai mengaruk kepalanya mungkin karena bingung dengan perkataannya tadi pikir Raven.
....
Di kediaman keluarga Rennia.
Rennia yang masih asyik mengerjakan tugas kuliahnya karena sudah hampir dekat semester 6 jadi semakin banyak tugas yang menumpuk.
Tiba-tiba Rennia dikejutkan dengan bunyi notifikasi yang menandakan ada pesan masuk.
Ting!!
Pesan dari Raven yang ingin bertemu dengannya. Rennia membaca pesan Raven lalu segera membalasnya.
[Ok. Setelah aku pulang kuliah bisakan? Sekitar jam 1 sore.] - balas Rennia.
Rennia tidak menunggu balasan dari Raven, dia langsung saja melanjutkan kerja tugasnya.
Dari tempat Raven, dia agak kaget karena Rennia membalas pesannya padahal i i sudah hampir jam 1 malam.
__ADS_1
"Dia belum tidur." Ucap Raven dalam hati. Raven menekan tombol telfon di layar ponselnya.
Raven membuat panggilan ke nomor Rennia. Tidak lama Rennia mengangkatnya.
[Helo Rav.] Ucap Rennia dari seberang sana.
[Kau belum tidur?] Tanya Raven.
[Belum. Aku masih mengerjakan tugas kuliahku masih banyak.] Jawab Rennia sambil tangannya masih saja bergerak di atas keyboard laptopnya.
[Uhmm kapan deadline?] Tanya Raven lagi.
[Ada sekitar dua minggu lagi sebenarnya. Hehh.] Jawab Rennia di selingi dengan suara menyengirnya.
[Sekarang tidurlah, lanjut besok aja. Kau harus jaga kesehatanmu.] Perintah Raven dengan nada yang begitu prihatin.
Rennia semoat terdiam karena baru kali ini ada yang prihatin kepadanya selain Kakak dan Daddynya. Azel saja tidak pernah peduli dengan kesehatannya. Oleh itu Rennia merasa tertegun dengan sikap Raven terhadapnya.
[Helo Ren, kau masih di situ? Helo?] Raven kembali bersuara setelah tidak mendengar suara Rennia.
[Maaf, maaf. Baiklah aku akan tidur sekarang Rav.] Jawab Rennia dengan penuh bersemangat.
Raven meminta Rennia tidak mematikan panggilan mereka agar dia bisa memastikan bahwa Rennia akan tidur benaran.
Padahal bisa saja Rennia menipunya dengan meletakkan ponselnya di bawah bantal agar tidak kedengaran bunyi kalau dia masih belum mau tidur.
Tetapi Rennia memilih untuk menurut dengan perkataan Raven, dia benar-benar menyimpan ponselnya tepat di sebelahnya dan dia pun mulai melelapkan matanya tapi sebelum benar-benar hanyut dalam mimpinya Rennia seperti mendengar Raven mengatakan sesuatu.
[Rennia kau akan jadi milikku selamanya.]
Begitulah yang di dengar Rennia tapi Rennia tidak mengacuhkannya malah memilih untuk hanyut ke alam mimpi indahnya.
Sekitar 20 menit tidak ada lagi kedengaran bunyi gerakan kasar dari ponselnya yang masih tersambung dengan panggilan ponsel Rennia, hanya kedengaran dengkuran halus yang menandakan Rennia telah tertidur dengan pulasnya.
"Aku harap kau mendengar perkataanku tadi Ren." Ucap Raven lalu mengucup layar ponselnya lalu mengucapkan selamat malam kepada Rennia.
Raven mematikan panggilan telfon mereka, dia simpan kembali ponselnya di atas nakas sebelah ranjangnya dan langsung saja melelapkan matanya.
Bersambung...
__ADS_1