
Jimmy mengemudikan dengan kecepatan tinggi ke apartemen Rachel.
"Jimmy apa aku terlalu lembut pada Rachel?" Nick mulai tidak suka dengan tingkah Rachel yang selalu mengganggu nya dengan Anaya.
"Tuan kau juga tau, betapa dia menyukaimu dan beberapa tahun kebelakang kau selalu memanjakannya membuat dia, tidak bukan hanya dia semua orang salah paham menganggap dia adalah wanita mu" Ucap Jimmy terus terang.
Nick seketika terdiam dia ingat dia resepsionis yang mengungkit Rachel saat Anaya tiba ke kantor nya, dia mulai menyadari mungkin dirinya terlalu memanjakan Rachel dan membuat semua orang salah paham ke pada mereka berdua, tapi Nick melakukan itu untuk menebus kematian kakaknya, tidak ada maksud lain Nick.
"Jimmy kau tau buka Roland sangat berarti untuk ku, jadi tanpa sadar aku memberikan yang terbaik untuk Rachel. Aku juga tidak pernah menganggap sukanya lebih dari suka seorang adik kepada kakaknya" Ucap Nick yang terlihat sedikit menyesali nya
"Sudah ini sudah terjadi, jika Rachel belum mengerti posisi nya, kau bisa membuatnya mengerti" Jimmy mencoba memberikan solusi pada sahabat sekaligus bosnya itu.
Saat Ini Jimmy sudah memarkirkan mobilnya, Nick dan Jimmy segera berlari masuk ke apartemen Rachel, terlihat wajah Rachel yang sudah pucat dan juga lemas tak berdaya.
"Kau benar-benar tidak bisa tidak membuat orang khawatir!! lihat pelayanmu ketakutan" Nick berbicara dan segera menggendong Tubuh lemas Rachel.
Rachel hanya diam tak berbicara dia benar terlihat lemas sekarang.
Nick dan Jimmy segera membawa Rachel ke rumah sakit, dokter segera menangani Rachel.
Beberapa jam berlalu Keadaan Rachel sudah stabil, dokter memindahkan Rachel ke ruang perawatan.
Dokter keluar dari ruangan Rachel bertemu dengan Nick yang segera berdiri dari tempat duduk di depan ruangan VVIP itu.
"Bagaimana keadaannya? " Tanya Nick pada dokter
__ADS_1
"Keadaan nya sudah stabil tuan, tidak perlu khawatir itu hanya reaksi alergi nona Rachel terhadap sebuah makanan, jadi dia terus memuntahkan semua makanan yang dia makan " Jelas dokter itu pada Nick, Nick menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti.
"Jimmy kau urus semua prosedur rumah sakit, aku akan melihat keadaannya" Nick berjalan membuka pintu, dia melihat Rachel yang masih lemas berbaring di ranjang rumah sakit
Rachel melihat Nick yang sudah duduk di samping ranjangnya " Maaf" Rachel berkata dengan lemah.
"Rachel kau sudah dewasa!! kau harusnya bisa menjaga dirimu, aku tidak bisa selalu menjaga mu, aku akan segera menikah" Ucap Nick membuat Rachel terkejut
"Me.. menikah? apa kakak bercanda? masih terlalu cepat untuk kakak menikah" Rachel mengepalkan tangan nya di balik selimut dia tau betul Nick ingin menikah dengan siapa.
"Aku juga bukan laki-laki muda lagi, aku sudah mapan apa lagi yang harus aku tunggu! kau juga harus segera menemukan pasangan untuk menjaga mu setiap waktu" Ucap Nick
Rachel memegang tangan Nick " Kak kau tau aku tidak pernah mengenal laki-laki lain selain kau kak, aku tidak ingin yang lain, jika kau ingin menikah nikahi aku" Rachel memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya dia tidak ingin mencintai Nick dalam diam lagi.
"Rachel aku hanya menganggap mu adik kau pun tau itu!! aku hanya merasa aku menggantikan posisi Roland untuk menjagamu!! " Nick mempertegas hubungan nya dengan Rachel.
"Itu karena kau... " Ucap Nick terhenti saat dia mendengar pintu terbuka, Nick melihat Anaya berada di sana, Nick khawatir Anaya akan salah paham
Anaya tersenyum " Aku seperti nya datang di saat yang tidak tepat, aku membawakan kalian sarapan" Anaya dengan santai berjalan menaruh makanan yang dia bawa di meja "Baiklah kalian teruslah berbincang aku tidak mengganggu, jangan lupa makan makanan nya aku dan Ros membuat nya dengan penuh perhatian" Anaya dengan santainya berjalan keluar dari meja.
Nick segera berlari mengejar Anaya. " Anaya tunggu, apa yang kau dengar itu aku bisa menjelaskan " Udah Nick yang tersadar kemarin dia berkata di restoran hanya bertemu koleganya tidak berbicara tentang pertemuannya dengan Rachel.
Anaya berhenti melangkah dia mengatur nafasnya dan berbalik pada Nick "Tidak ada yang perlu di jelaskan, toh kita hanya sebuah hubungan kontrak itu tidak akan bertahan selama nya, jadi jangan khawatir aku tidak perlu penjelasan" Anaya tersenyum
Perkataan dan senyum Anaya itu membuat Nick tidak senang, dia tidak ingin melihat ekspresi tenang Anaya, dia ingin Anaya malah marah dan meminta penjelasan padanya seperti gadis lain yang cemburu *Anaya kenapa begitu dingin padaku! " Ucap Nick dalam hati.
__ADS_1
Nick ingin menarik tangan Anaya tapi dia terlambat sekian detik, Anaya sudah melangkah meninggalkan nya. "Anaya harus bagaimana lagi aku mengetuk pintu hatimu!! " Nick menarik kasar rambutnya.
Ros yang baru masuk ingin menyusul Anaya terkejut melihat Anaya yang malah sudah berbalik pergi " Kenapa sudah kembali? "
"Ah Tuan dan Rachel sedang berbicara serius sebaiknya kita tidak mengganggu lagi pula kita harus ke rumah sakit lain" Ucap Anaya mengangkat HP nya
"Rumah sakit lain? " Ros sedikit bingung
"Aku akan menjelaskan nya di perjalanan" Anaya menarik tangan Ros dan segera membawa Ros pergi dari rumah sakit.
Kali ini Ros melajukan mobil ke rumah sakit lain yang tak kalah besar dari rumah sakit yang merawat Rachel hanya saja rumah sakit ini berada di area rumah paman dan bibi Anaya. Membuat Roda sedikit mulai mengerti
"Apa kau ingin menjenguk paman dan bibirmu di rumah sakit? "
"Haha menjenguk, tidak tidak aku lebih tepatnya ingin mengiringi kematiannya! , baru kemarin berfikir untuk membuatnya kecelakaan ternyata malah sudah kecelakaan" Anaya terlihat senang dengan musibah yang menimpa bibi dan pamannya yang membantu Vincent menyingkirkan ayah dan ibunya.
"Apa kau pikir itu sebuah kebetulan, aku bertaruh tuan muda yang ada di balik ini semua" Ros sangat yakin ini semua adalah rencana bosnya.
"Aku juga tidak bodoh, aku tau ini semua tentu dia yang mengaturnya" Ucap Anaya yang tidak menyangkal perkataan Ros *Tapi Ros ini semua sudah aku bayar tubuhku sudah menjadi jaminan atas balas dendam ku" Ucap Anaya dalam hati
"Kau harus berterimakasih padanya kalau begitu" Ros tau kepulangan Anaya yang begitu cepat saat menjenguk Rachel pasti karena dia dan tuannya bertengkar.
"Aku sudah melakukan nya, kau tenang saja" Anaya menghela nafasnya dan tersenyum saat mendapati mobil mereka memasuki area parkir rumah sakit.
"Kita sudah sampai aku sudah tidak sabar melihat mereka berdua" Anaya sangat antusias dia tidak menyangka Tuhan ingin dia bermain sebentar dengan paman dan bibinya, padahal Anaya ingin paman dan bibinya langsung tewas di tempat tapi Tuhan berkehendak lain.
__ADS_1
"Paman bibi, mintalah kematian kalian sekarang kepadaku!! " Anaya mengeratkan giginya matanya terpancar penuh dendam