Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 97


__ADS_3

Malam semakin larut Nick membawa Anaya kembali pulang untuk beristirahat.


Nick dan Anaya sudah membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur, Anaya merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu, begitupun dengan Nick yang ikut tidur di samping Anaya.


Nick memeluk Anaya menatap kedua mata indah milik Anaya, kali ini Anaya membalas tatapan lembut Nick itu dan tersenyum " Terimakasih untuk malam ini"


"Anaya kau tidak perlu berterimakasih kau adalah wanitaku, membahagiakan mu adalah kewajiban ku" Ucap Nick sembari mencium kening Anaya


"Terimakasih, aku benar-benar bahagia malam ini" Ucap Anaya


"Kau pasti lelah tidurlah, aku akan menemanimu" Nick memeluk Anaya membawanya tidur menghadap ke dada bidangnya.


Anaya mulai memejamkan matanya dan mulai terlelap, Nick terus menatap wajah cantik yang sudah terlelap itu, menyeka rambut yang semakin menutupi wajahnya cantik anaya.


"Anaya aku harap kita akan selamanya hidup seperti ini" Ucap Nick


Di sisi lain


Kapten masih minum di bar dengan Ros, Ros berusaha menghentikan kapten untuk tidak menyentuh alkohol lagi.


Kapten hampir tidak sadarkan diri, setiap ucapan nya hanya menyebut nama Anaya, hati Ros merasa sakit setiap nama Anaya keluar dari mulut Kapten.


Ros menatap wajah kapten yang sudah memerah efek mabuk, matanya terpejam namun tangannya terus mencari botol anggur di depannya "Kapten apa kau sangat mencintai Anaya" Tanya Ros dengan berani.


Kapten yang sudah mabuk meraih tangan Ros "Wanita bisakah kau memanggil namaku, aku ingin lebih dekat dengan mu Anaya" Ucap kapten yang sidak terpengaruh alkohol menarik tangan Ros dan mencium bibir Ros membuat Ros membulatkan matanya, dia mendorong tubuh kapten.


Membuat kapten menghentikan ciuman itu "Anaya apa kau sangat mencintai kakak ku, apa tidak bisa jika itu aku"


Hati Ros teriris mendengar ucapan Kapten, air mata tak terasa jatuh di wajah cantik nya "Kapten apa tidak bisa jika itu aku, yang kau cintai" Ucap Ros lirih menatap kapten yang sudah mabuk.


Kapten lagi-lagi menarik Ros, kembali mencium bibir Ros, membuat hati Ros semakin sakit, dia merasa dirinya hanya pengganti Anaya di saat kapten tidak sadar akan dirinya.

__ADS_1


Risiko mendorong kuat tubuh kapten " Aku bukan Anaya! " Ucap Ros mengusap Air matanya dan berlalu pergi.


kapten menatap punggung gadis yang pergi itu "Jangan pergi ucapnya sambil ingin berjalan tapi dirinya terjatuh bersama dengan botol yang tak sengaja dia jatuhkan.


Ros yang belum jauh mendengar suara terjatuh dan akhirnya kembali untuk membawa Kapten "Ini sangat sakit tapi aku tidak bisa tidak perduli dengan mu kapten, seperti nya aku bodoh" Ucap Ros yang membantu Kapten berjalan menuju mobil.


Ros dan kapten sudah berada di dalam mobil, untuk sejenak Ros merasa bingung, akan membawa kapten kemana, dia tidak mungkin membawanya ke camp pelatihan dengan keadaan mabuk, atau ke rumah Nick juga tidak mungkin, jika kapten dalam keadaan mabuk melihat anaya, Ros takut terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Bawa ke rumah nya? aku tidak tau dia tinggal di mana? haruskah aku bawa dia ke apartemen ku? " Ros bertanya pada dirinya sendiri


"Baiklah ke apartemen ku" Ucap Ros yang memang memiliki apartemen dia menyimpan setiap gajinya untuk membeli properti jadi tidak heran jika Ros memiliki sebuah apartemen.


Sesampainya di apartemen Ros. Ros membawa kapten masuk dan ingin merebahkan nya di sofa, tapi siapa sangka bukannya kapten yang di baringkan tapi malah dirinya yang berada di sofa.


Ros kini berada di bawah Kapten, kapten mulai mendekat kan wajahnya ke tubuh Ros.


Ros menatap bingung dia bergulat dengan dirinya sendiri *Apa yang harus aku lakukan? aku masih perawan, aku tidak mungkin menyerahkan keperawanan ku, tapi ini kesempatan untuk ku semakin dekat dengan kapten, tidak apa yang kau pikirkan Ros jangan lakukan, setelah melakukan dia pasti akan melupakan nya " Ros terus berdialog pada dirinya sendiri.


Ros harus kecewa atau lega, Ros juga tidak tau yang jelas Ros harus segera mengganti bajunya dan juga baju kapten.


Ros memilih untuk mendudukkan kapten, Ros ingin mengganti baju kapten dia hati-hati melepas kancing baju kapten.


Ros menelan ludahnya melihat dada bidang milik kapten, tapi Ros mencoba untuk tenang dia segera berlari dan mengambil kaos oversize miliknya dan memakaikan nya pada Kapten, kemudian membawa kapten untuk tidur di ranjang nya.


Ros kemudian membersihkan sisa muntahan kapten kemudian membersihkan dirinya. Ros membasahi dirinya di bawah air yang mengalir mencoba menenangkan dirinya, bagaimana pun dia malam ini akan tidur satu apartemen dengan kapten, dia tidak bisa menyangkal jantung nya kini berdetak lebih cepat.


Ros berganti pakaian dia memilih tidur di sofa.


pagi menyapa, kapten mengerjapkan matanya, dia menyadari dia tidak tidur di tempat nya "Ini di mana? " Ucap nya menatap langit-langit kamar itu.


Kapten melihat meja kecil di tempat tidur itu, sebuah obat pereda mabuk dan sarapan sudah berada di atas meja. Ada sebuah kertas kecil di sana

__ADS_1


Note: Kapten, saya harus berkerja, baju sudah saya cuci dan keringkan di balkon anda bisa sarapan dulu sembari menunggu pakaian Anda kering"


tertanda Ros.


"Oh shittt semalam aku dan Ros, tidak-tidak tidak mungkin aku tidak mungkin meniduri nya bukan? " Kapten menyibahkan selimut di samping nya mencari bercak merah.


"Tunggu darah hanya ada saat dia perawan, bagaimana jika Ros tidak, ahhh kepala coba ingat sesuatu!! " Kapten memukul-mukul kepalanya.


"Aku tidak mungkin melakukan nya, aku terlalu mabuk, dan tunggu dia bisa berkerja itu tandanya tidak ada yang terjadi" Kapten menenangkan dirinya bagaimana pun juga dia tidak pernah melakukan hubungan dewasa dengan wanita manapun


Di sisi lain...


Nick sudah bersiap untuk ke kantor, sedangkan Anaya baru selesai menyiapkan sarapan.


"Anaya ada yang ingin aku katakan" Ucap Nick.


"Apa? "


"Ini tentang, orang yang membantu paman dan bibi mu" Anaya yang mendengar itu seketika menghentikan aktivitas nya dan menatap Nick.


"Siapa orang yang membantu mereka? "


"Atau lebih baik aku saja yang mengurusnya kau tidak perlu tau" Ucap Nick yang terlihat ragu untuk memberikan informasi kepada Anaya.


"Katakan!! siapa orang itu!! katakan!! "


Nick tidak tau harus berkata apa lagi, Nick hanya diam.


"Katakan aku akan membalas dendam kepada mereka semua! tidak ada terkecuali " Anaya kini terlihat sangat marah dia mengepalkan tangannya "Nick cepat katakan siapa dalang di balik kematian ayah dan ibuku!!! "


#Kakak reader jangan lupa yang ikut event buat masuk ke grup aku ya, sarat dan ketentuan berlaku.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2