
Mereka berdua saling pandang, tanpa sadar wajah mereka saling mendekat, entah siap yang memulainya tapi saat ini mereka sedang menautkan bibir mereka satu sama lain, silat lidah tak terhindarkan.
Nick menggendong Anaya tanpa melepaskan ciuman mereka , Nick menjatuhkan Anaya di atas ranjang, Ciuman mereka terasa makin panas.
Nick menghentikan ciuman nya dan beralih mencium leher Anaya, kali ini Anaya dengan susah payah membalik ke adaan "Aku lebih suka berada di atas" Ucapnya yang berhasil membuat Nick berada di bawahnya.
"Lakukan sesukamu sayang" Ucap Nick yang tubuhnya sudah semakin panas di buat Anaya.
Anaya memegang kendali atas permainan pagi itu, Anaya memberikan kissm*rk di leher Nick, membuat Nick semakin mabuk kepayang oleh perlakuan Anaya.
Dada bidang itu sudah di penuhi peluh saat Anaya bermain jungkat jungkit di atasnya, "emmhhhh sa..sayang percepat" Ucap Nick yang sudah tidak tahan melihat pemandangan naik turun di hadapannya. "U gggg Hhhhh " lenguhan panjang mengakhiri permainan Tubuh Anaya jatuh menimpa Tubuh Nick. Anaya yang mendominasi membuat Nick begitu puas. "Terimakasih sayang" Mencium kening Anaya.
Beberapa menit setelah mereka beristirahat, Nick dan Anaya memutuskan untuk segera kembali.
Nick membawa Anaya ke Bandara. Membawa Anaya masuk ke dalam helikopter, menatap Nick yang berubah menjadi pilot di hadapannya "Kau bisa mengendarai nya? " Menatap tidak yakin pada Nick
"Anaya Pria mu ini adalah Pria hebat, masih banyak hal lagi yang belum ku tunjukkan padamu" Ucapan Nick yang mulai menerbangkan helikopter, helikopter semakin tinggi.
Anaya menikmati pemandangan indah di bawah sana, " Kau menyukainya? " Tanya Nick
"Sangat menyukainya, ini sangat indah "
"Tidak seindah gadis di sampingku" Ucapan Nick membuat Pipi Anaya memerah seperti tomat matang siap di petik.
"Ternyata Tuan Muda selain tak tahu malu, kau juga pandai merayu" sindir Anaya.
"Siapa yang kau bilang tak tahu malu? " Nick kesal dengan ucapan Anaya.
"Cup" Satu kecupan mendarat di pipi Nick, Kali ini Tuan Muda Nick wajahnya juga merah seperti kepiting rebus. Anaya tersenyum sembari mengedipkan matanya
Hati Nick serasa di tembak dua kali, membuat Nick terlihat salah tingkah, Anaya tersenyum puas dengan sikap malu-malu Nick.
******
Saat ini Nick memilih kembali ke rumah yang di belikan nya untuk Anaya, dia tidak ingin apa yang sudah dia bangun hancur seketika karena adanya Rachel.
"Kau membawa ku kemari? kenapa? " Tanya Anaya yang membuat Nick bingung, harusnya Anaya tau jawabannya Nick tidak ingin Anaya salah paham dengannya dan Rachel.
"Di rumah ada Rachel, kau mengatakan tidak ingin terlihat sebagai wanita kedua bukan? " Ucap Nick jujur namun perkataan Nick malah membuat Anaya tersenyum getir.
__ADS_1
"Jadi? aku benar-benar wanita kedua? " Menatap Nick yang semakin bingung dengan cara pikir Anaya
"Kau adalah wanita satu-satunya milik ku Anaya. " Menatap serius wajah Anaya yang mulai terlihat kesal.
*Benar-benar bodoh aku percaya dengan ucapannya! " Ucap Anaya yang berlalu pergi namun di tahan oleh Nick.
"Anaya, apa lagi salahku? aku melakukan semua yang terbaik untuk mu Anaya. "
"Semua yang terbaik untuk ku atau untuk Rachel"
"Anaya berhenti dengan masalah yang sama! apa lagi sekarang! aku sudah mengalah untuk mu! aku sudah berbicara jujur padamu, kau ingin aku serendah Apa lagi?! " Suara Nick kini terdengar meninggi.
" Ya ini adalah masalah yang sama! di mana kau tidak bisa menempatkan apa yang kau katakan!! " Ucap Anaya melepaskan tangan nya dari Nick dan berlalu pergi.
Nick menarik kasar rambutnya baru beberapa menit mereka bersikap sangat harmonis namun sekejap saja bisa berubah menjadi pertengkaran.
Nick kali ini tidak mengejar Anaya dia kembali kekantor mengemudikan mobil secepat mungkin, Nick benar-benar menjelma sebagai pengemudi gila.
Sesampainya di kantor raut wajah Nick seperti di kelilingi hawa dingin dan ingin membunuh, dia benar-benar kesal dengan sikap Anaya yang berubah-ubah.
"Tu.. Tuan" Sapa Jimmy gemetar saat melihat wajah Tuan Muda nya begitu menyeramkan
"Apakah Tuan bertengkar dengan An.. eh Nona" Hampir saja Jimmy menyebut nama Anaya tanpa sebutan Nona bisa mati sia-sia dia sekarang.
Nick hanya memijat keningnya yang benar-benar tidak mengerti jalan pikiran wanita.
"Coba ceritakan apa yang terjadi Tuan muda? " Ucap Jimmy.
Nick menceritakan semuanya yang terjadi tentunya tidak sedetail apa yang terjadi, ada part tertentu yang tidak dia ceritakan, seperti tentang permainan berg*irah itu atau tentang Anaya yang mendominasi permainan.
Jimmy menghela nafasnya panjang dengan mudah dia mengerti kenapa Anaya tiba-tiba marah. "Tuan apa kau sudah kehilangan kejeniusan mu? " Jimmy tak habis pikir orang yang IQ nya di atas rata-rata bisa tidak mengerti dengan hal sepele tentang wanita.
"Berisik! jadi apa yang membuatnya marah? " Tanya Nick yang sudah tidak tahan ingin mendengar sebenarnya apa penyebab pertengkaran mereka.
"Begini, Tuan Muda bilang jika Nona Anaya adalah satu-satunya wanita Tuan muda"
"Ya itu kenyataan nya" Jawab Nick santai tidak salah dengan itu memang Anaya satu-satunya wanita yang menempati hatinya.
"Lalu kenapa sang pemilik harus tinggal di rumah lain?, harusnya yang ada di rumah utama adalah Nona, ini malah Tuan membuat Nona mengungsi di rumah lain" Ucap Jimmy
__ADS_1
Jlebb!!!
Perkataan Jimmy benar-benar menusuk Nick kini tau kenapa Anaya begitu marah, harusnya orang yang tinggal di rumahnya adalah Anaya bukan Rachel.
"Aku benar-benar bodoh! bagaimana hal sepele seperti ini tidak terpikirkan olehku?" Nick mengusap kasar wajahnya.
*Kau sangat bodoh mengenai cinta Tuan muda" Ucap Jimmy dalam hati
"Aku harus bagaimana sekarang? "
"Tentu saja minta maaf kepada Nona Anaya Tuan"
"Aku tau itu, kau pikir aku bodoh! maksud ku bagaimana caraku untuk minta maaf " Ucap Nick yang menatap tajam Jimmy. "Dia tidak akan dengan mudah memaafkan ku".
Nick sejenak terdiam, lalu beranjak pergi " Ikut dengan ku Jimmy " Ucap Nick yang berjalan lebih dulu, kemudian di ikuti oleh Jimmy sang asisten setianya.
Di sisi lain Anaya tengah bersiap untuk pergi namun di hentikan oleh Ros. "Anaya kau mau kemana? " Tanya Ros
"Aku ingin ke suatu tempat" Ucap Anaya
"Kemana? biar aku antar? " Ros tidak bisa membiarkan Anaya pergi sendirian.
"Tidak perlu, kau jaga rumah saja"
"Itu tidak bisa Anaya, jika kau mau pergi aku harus mengantarmu" Ucap Ros
"Aku harus menyelesaikan satu dendam ku! kau tidak perlu ikut"
"Aku harus ikut! jika kau tidak ingin aku mati, kau harus membawaku ikut" Ucapan Ros membuat Anaya bingung, namun sekian menit Anaya mengerti.
"Baiklah, ikutlah tapi jangan jadi penghalang" Ucap Anaya.
"Aku tidak akan jadi penghalang" Ucap Ros bersungguh-sungguh.
Anaya berjalan membawa tas ransel yang berisi banyak benda untuk persiapan dia melakukan misinya.
Anaya dan Ros ke Rumah sakit di mana Anaya dan kapten sebelumnya melihat dokter Arga bertindak keji
*Arga kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal! " Ucap Anaya dalam hati.
__ADS_1