
"Kau? " Ucap kapten saat melihat wanita itu adalah Ros.
"Kapten ternyata kapten yang sedang parah hati? , apa itu Anaya"
"Apa maksud mu? "
"Wanita yang membuat kapten patah hati"
"Ck! mengapa mengurusi ku, urusi urusan mu sebelum mengurus urusan orang lain"
"Baiklah aku tidak ganggu lagi, selamat patah hati kapten" Ucap Ros yang sebenarnya hatinya sakit melihat kapten Neraka yang terlihat begitu frustasi di depannya, dia ingin menghibur nya tapi tidak tau bagaimana caranya, lebih baik dia pergi dari pada menganggu itu yang ada di pikiran Ros sekarang.
Namun tiba-tiba kapten menarik tangan Ros, " Temani aku minum" Ucapnya singkat dan merek pergi ke bar bersama.
Di sisi lain Anaya telah sampai di rumah Nick, Anaya masuk tanpa bersuara, berjalan menuju kamarnya dan melemparkan dirinya di ranjang empuk miliknya, Anaya sejenak menutup matanya menikmati lelah yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
Tiba-tiba Anaya merasakan tetesan air mengenai wajahnya, Anaya membuka matanya melihat seseorang yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya.
Rambut yang basah menghujani wajah Anaya yang memerah, melihat begitu dekat tubuh yang sempurna. Membuat tanpa sadar tangan Anaya mendekat dan meraba dada bidang uty.
"Wow keras" Gumam Anaya yang tiba-tiba tersadar saat sebuah tangan menahan tangan Anaya.
"Sudah puas merabanya! " Ucap Nick menatap Anaya, wajah Anaya memerah begitupun dengan Nick yang merasakan listrik di setiap sentuhan yang Anaya berikan di tubuhnya.
"Ak.. aku tidak sengaja" Anaya ingin menarik tubuhnya tapi di tahan oleh Nick.
"Bagaimana jika menyentuh yang lain" Ucap Nick mengedipkan mata.
"Kau tuan muda aneh, mesum menyebalka... " Ucapan Anaya terhenti saat bibir Nick berhasil menutup bibir manis Anaya, lagi dan lagi Nick menikmati ciuman itu.
Ciuman itu semakin dalam dan membur* Nick melepaskan ciumannya dan tersenyum menatap Anaya "Aku hanya mesum padamu, Anaya" Nick kembali mendekatkan bibir nya pada Anaya.
Wajah Anaya yang panas tersapu rambut yang basah dari Nick benar-benar sensasi lain yang Nick berikan membuat Anaya semakin tenggelam dalam ciuman itu.
Nick memainkan jemarinya di tubuh indah anaya membuat Anaya melenguh pelan. Nick kini beralih ke leher Anaya, memberikan tanda kepemilikan nya di sana, begitu banyak melingkar di leher.
Saat Nick ingin memulai lebih jauh tiba-tiba suara yang tidak diinginkan terdengar
__ADS_1
Kruyuk...
Membuat suasana menjadi canggung, Nick menghentikan aktivitas nya dan meletakkan tangannya di keningnya "Kau belum makan? " Tanya Nick yang langsung duduk di samping Anaya.
Anaya membiarkan gigi putihnya terekspos "aku lupa" Ucap Anaya yang benar-benar lupa untuk sarapan dia hanya fokus memasak untuk Nick dan Mike
"Hah! kau ini, kau sudah membangunkan nya tapi tidak langsung bertanggung jawab" Sindir Nick yeng merasakan senjatanya sudah tegak berdiri.
"Aku lapar" Ucap Nick mengelus perutnya.
"Baiklah kita tunda dulu, aku akan memasak untuk mu"
Anaya mengangguk kesenangan, tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama saat Nick sudah berjalan mendekat kearah Anya "Tapi setelah kau kenyang aku akan memakan mu" Bisik Nick pada Anaya.
Nick bergegas menganti bajunya dan lekas membawa anaya ke dapur, kedua tangan yang saling berpegangan kini berjalan menuruni tangga.
"Kau ingin makan apa? "
"Apa saja" Ucap Anya tersenyum
"Baiklah tunggu di meja, aku akan memasakan sesuatu untuk mu" Ucap Nick yang berjalan di ke dapur, Anaya duduk di kursi makan menunggu seseorang yang sedang melihat isi lemari pendingin itu
Tak berapa lama Nick berkutat di dapur sudah tercium bau wangi dari masakan Nick
Nick datang dengan sebuah piring berisikan hasil makanan nya, Namun Anaya terpaku pada celemek yang Nick pakai.
"Kau sangat imut memakainya " Anaya tertawa lepas benar-benar senang melihat sisi lain dari Nick.
Nick meletakkan makanan di atas meja di depan Anaya. " Jika kau yang memakainya tanpa apa-apa kau akan jauh lebih imut" Bisik Nick yang membuat wajah Anaya memerah seperti kepiting rebus.
"Siapa yang mau memakai itu hahh" Ucap anaya kesal membuat Nick tersenyum melihat wanita nya tersipu malu
"Sudahlah cepat di makan aku sudah tidak sabar untuk memakan mu " Nick mengusap bibirnya dengan ibu jarinya, benar-benar menggoda Anaya, membuat Anaya memalingkan wajahnya.
Kini Anaya menatap makanan yang sudah berada di depan nya terlihat begitu lezat
__ADS_1
Anaya menyuap satu daging ke mulut nya begitu empuk dan juicy seakan bumbu dan daging menyebar kedalam mulut.
"Bagaimana? " Tanya Nick mengedipkan matanya
"Ini sangat enak" Ucap Anaya antusias memasukan lagi potongan daging ke mulut nya.
"Apakah benar itu enak? "
"Ini benar-benar enak " Anaya menusuk satu daging lagi ke garpu nya, namun tiba-tiba Nick mendekat dan memakannya.
"Emmm ini tidak seenak diri mu" Ucap Nick sembari mengedipkan mata membuat Anaya tersedak
"Ukhuk... ukhuk... " Nick dengan cepat menuangkan air ke gelas dan memberikan nya pada Anaya
"Pelan-pelan saja, aku akan menunggu giliran ku untuk makan" Ucap Nick yang terus menggoda Anaya.
Wajah Anaya semakin memerah,, Anaya menghentikan makannya, Nick segera mengambil Alih dan menyuapi Anaya "Kau harus habiskan bagaimana jika kau lelah di tengah permainan" Nick masih terus menggoda Anaya
Anaya menggelengkan kepalanya "Benar-benar tuan muda tak tahu malu" Gumam Anaya
Nick mendengar itu "Tapi kau menyukai nya bukan"
Anaya tersenyum "Aku sangat menyukainya" Ucap Anaya sembari sedikit menggoda saat memasukan daging ke mulutnya membuat Nick menelan ludahnya.
Dia yang dari tadi menggoda Anaya kini tidak tahan dengan sedikit godaan Anaya saat memakan daging dengan sedikit menggoda.
"Anaya kau!! " Nick benar-benar tidak tahan dengan Apa yang Anaya lakukan " menjilat itu tidak telalu enak, bagaimana dengan menjilat yang aku punya" Ucap Nick sedikit menggoda dan menarik tubuh Anaya berdiri mendekat ke arahnya.
keduanya kini tengah melakukan duet lidah yang begitu panas, nafas terengah-engah menghiasi ruangan itu Nick merebahkan tubuh Anaya di atas meja makan, dan mereka berdua lagi-lagi melakukan olahraga benar-benar masa muda yang menggelora.
"Nick " Ucap Anaya lembut membuat Nick semakin bersemangat, Nick mempercepat gerakan nya.
"Anaya aku men... mencintai... mu.... " kalimat itu di ikuti dengan lenguhan panjang ke duanya dan mengakhiri permainan itu
Nick tersenyum puas, untung hari Nick menyuruh semua pelayannya untuk libur hanya tersisa penjaga yang ada di gerbang rumahnya.
"Apa kau lelah? " Tanya Nick
__ADS_1
Anaya mengangguk, Nick menggendong Anaya ke kamarnya, Nick membaringkan tubuh Anaya di sampingnya mereka berdua kini tertidur di ranjang yang sama.
Anaya yang terlalu lelah akhirnya memejamkan matanya terlebih dahulu, Nick memandangi wajah Anaya *Anaya aku benar-benar mencintai mu, terimakasih sudah mau menjadi wanita ku" Nick mencium kening Anya dan memuluk tubuhnya mereka berdua tertidur bersama