Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 85


__ADS_3

"Lalu kenapa jika ini Wilayah mu? Asal kau tau Ratu Neraka tidak perduli tempat dia mampu menghancurkan semuanya! "


"Gadis Cantik kau bersikap sombong seperti ini membuatku semakin bergair*h" Tatapan Arga kepada Anaya adalah tatapan seorang yang ingin melecehkan wanita.


"Brengs*k!!!!! Jaga matamu itu! menjijikkan" Anaya benar-benar muak, dia segera berlari dan memberikan satu pukulan di wajah Arga, pukulan itu begitu cepat sehingga Anaya berhasil memukul wajah Arga.


Arga mengusap bibirnya " Darah, kau berani sekali! jangan salahkan aku jika aku bertindak sesuka ku padamu" Ucap Arga


Arga menatap teman-teman nya yang sudah terluka parah karena Ros, namun Arga memberikan isyarat, teman-teman nya mengerti.


Anaya tidak menyia-nyiakan waktu dia langsung memberikan tendangan nya tepat di dada Arga tendangan seperti huruf T, membuat Arga terjatuh kebawah.


Anaya menginjak dada Arga "Aku akan membalas setiap darah yang sudah kau renggut dari mereka yang tak berdosa!! " Anaya menekan kakinya di atas dada Arga


Anaya mengernyitkan dahinya dia sedikit curiga karena Ekspresi Arga tidak menunjukkan panik atau ketakutan, atau jangan-jangan Arga memiliki siasat lain.


******


Di sisi lain, Nick telah sampai di rumah utama, dia baru saja datang tapi Rachel sudah datang untuk menyambutnya "Kakak kau sudah pulang" Ucapnya ramah


"Apa kau sudah sembuh? " Ucap dingin Nick


"Ma.. Maksud kakak Apa? aku terluka karena kejadian malam itu, dan tubuhku ini terlahir sangat lemah jadi pemilihnya agak lambat" Ucap Rachel


"Aku mengerti!, Jimmy suruh paman aji untuk mengantar Rachel ke rumah sakit, dia masih belum pulih, biarkan dia kembali saat dia sudah pulih" Ucapan Nick benar-benar tidak terduga


Rachel meremas tangannya sendiri. "Kakak apa kau mengusir ku? "


"Apa yang kau pikirkan, ini untuk kebaikan tubuhmu! "


"Kakak aku baik-baik saja dengan tinggal di sini, aku tidak perlu kembali ke rumah sakit di sana aku kesepian" Rachel menatap penuh harap pada Nick


"Aku akan meminta dokter untuk memeriksa mu"


"Tidak perlu kak, aku akan baik-baik saja jika tidak berada di rumah sakit, jika aku di sana aku kesepian dan teringat akan kak Roland" Mata Rachel sudah berkaca-kaca membuat Nick tidak tega.

__ADS_1


Nick menghembuskan nafasnya "Kau akan baik jika tidak di rumah sakit? " Menatap Rachel


Rachel mengusap air matanya dan sedikit mengulas senyum dan mengangguk "Iya aku tidak suka di rumah sakit"


"Baiklah kalau begitu hari ini kau kembalilah ke apartemen paman aji akan menyiapkan satu pelayan dan mengantarkan kau kembali ke apartemen, kau mengerti?! " Nick langsung melangkah pergi


"Kak, kenapa aku tidak boleh tinggal di sini? bukannya kau sudah berjanji pada kakak ku"


Nick terdiam hatinya bergetar ada rasa bersalah dalam hatinya saat Rachel mengungkit kembali nama Roland dan janji yang dia buat pada Roland di akhir hidupnya


Nick menenangkan hatinya dia sudah kehilangan sahabat baiknya tapi tak ingin kehilangan wanita yang dia cintai jadi dia harus memilih "Rachel aku akan menjalani hidup baru dengan wanitaku, aku tak ingin membuatnya salah paham tentang hubungan kita" Ucap Nick tegas


Rachel mengepalkan tangannya semakin kuat " Aku mengerti aku akan pergi dari rumah ini" Rachel tersenyum penuh arti dia kemudian masuk di ke dalam rumah.


Di dalam kamar Rachel.


"Akhhhh Anaya berani sekali kau merebut kak Nick aku tidak akan melepaskan kak Nick, dia hanya milik ku, hanya milikku" Rachel mengeratkan rahangnya dia terlihat sangat marah.


Di dalam mobil Nick.


"Tuan jangan terlalu banyak berfikir, apa yang kau lakukan tidak salah, kau juga tidak mengingkari janjimu, karena kau masih menjaga Rachel sampai saat ini. " Jimmy menepuk pundak bosnya itu.


Nick hanya diam dan mengangguk, tak lama ada pesan masuk di HP Nick.


****


di sisi lain


Arga mengangkat kaki Anaya, dan membuat Anaya hampir terjatuh.


"Kau ingin melawan ku, butuh ratusan tahun untuk menang dariku, gadis cantik jangan buang tenaga mu lebih baik kau tenang di bawah tubuh ku" Ucapan Arga yang sudah berdiri dan menatap Anaya penuh Nafs*.


"Cih! aku tidak sudi!! " Anaya benar-benar muak dengan Arga namun tiba-tiba Arga berlari ke arah kamar mandi bersama dengan dua temannya.


"Mari kita bermain sayang, jangan sampai kau kelelahan sebelum kita bersatu" Ucapan Arga membuat Anaya dan Ros bingung tiba-tiba ruangan itu terkunci rapat, kamar mandi bukan itu bukan kamar mandi ruangan itu adalah ruangan kendali yang mereka buat jika ada penyergapan.

__ADS_1


"Sial! apakah kita terjebak Ros" Ucap Anaya yang mulai kehilangan kepercayaan dirinya.


"Tenanglah Anaya, kita berdua kita bisa melewati nya" Ucap Ros yakin


Arga dan kawan-kawan nya yang bisa mendengar pembicaraan mereka di balik kaca ruangan itu tertawa "Hahaha kau pikir kau siapa? kau tidak akan bisa lari dari jebakan Arga.


Tiba-tiba ratusan jarum terjatuh dari atas, Ros dan Anaya meringkuk memilih melindungi kepala mereka membuat tangan mereka di jatuhi banyak jarum yang menusuk ke tangan mereka, Sedangkan tubuh mereka menggunakan rompi anti peluru hanya sebuah jarum tak bisa menyentuh tubuh mereka


Tapi karena luka di tangan mereka, darah sedikit demi sedikit menetes dari sana.


" Wah kalian hebat juga, tapi sayang permainan nya tidak berhenti di sini" Ucap Arga, kali ini beberapa pisau melesat ke arah mereka bergantian.


"Apa dia gila? " Ucap Ros yang tak menyangka dokter itu melakukan hal se sadis ini.


"Dia benar-benar gila, Ros kita harus bertahan" Ucap Anaya


Mereka menghindari pisau-pisau itu tapi secepat-cepatnya nya mereka masih ada pisau yang mampu menggores tangan mereka.


Arga semakin bersemangat melihat anaya yang meringis kesakitan.


"Anaya kau baik-baik saja? " Tanya Ros


"Aku baik-baik saja Ros, kita harus pikirkan cara keluar dari sini" Ucap Anaya yang menahan lengannya yang lumayan banyak mengeluarkan darah.


"Kau ingin keluar dari sini apa kau bermimpi! hahaha" Suara tawa Arga memenuhi ruangan itu, membuat Anaya begitu marah pada dirinya sendiri, ternyata dia belum sekuat apa yang dia pikirkan.


"Ros maafkan aku" Ucap Anaya yang terlihat seperti menyesal dengan keputusan nya untuk membalaskan dendamnya tanpa banyak persiapan.


"Untuk apa kau minta maaf, ini adalah kemauan ku sendiri untuk ikut dengan mu" Ucap nya sembari menyobek kemejanya ingin membalut luka mereka namun.


"Untuk apa kau menyobek , aku ini dokter aku akan mengobati kalian " Ucapnya menyeringai dan menekan lagi tombol dan air turun membasahi Anaya dan Ros


Ros dan Anaya menahan perihnya itu bukan air tapi alkohol.


Luka anaya lebih banyak dari Ros jadi anaya merasa tubuhnya seperti akan hancur karena perih terasa di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Anaya memejamkan matanya dalam pikiran nya kini terlintas wajah Nick *Apakah kau akan datang menolong ku? " Ucap anaya dalam hati


__ADS_2