
"Dia ayah dari Glen, Vincent dia seperti nya sudah merencanakan semua ini, dan menyuruh glen mendekati mu, perusahaan mereka adalah perusahaan milik ayah mu dan Vincent adalah tangan kanan ayahmu, mungkin surat masih di tangan Vincent dia hanya memalsukan semua dokumen dan mengganti nama perusahaan yang ayahmu bangun. aku rasa dia butuh tanda tangan mu untuk melancarkan niatnya menjadikan sepenuhnya perusahaan ayahmu menjadi miliknya" Nick memberikan penjelasan
Anaya terduduk lemas dia tidak pernah tau ayahnya sekaya itu, bahkan memiliki perusahaan "Vincent lihat apa yang akan aku lakukan kepadamu dan anakmu" Anaya terlihat sangat marah emosinya memuncak, bagaimanapun dia harus mengambil kembali perusahaan itu.
"Anaya ini terlalu berbahaya, aku akan bergerak dengan Mike, kau jangan berurusan dengan Vincent dia orang yang licik" Nick khawatir Anaya akan bertindak sendiri seperti waktu itu
"Anaya percaya padaku, aku akan membantumu, kau tidak sendiri okay" Ucap Nick memeluk Anaya, menenangkan Anaya yang di penuhi kemarahan.
"Aku mengerti, aku ingin secepatnya menghancurkan mereka" Ucap Anaya
"Jimmy sudah bergerak, kau mau bertindak apa kepada paman dan bibi mu? "
"Mereka hanya pion, kau bisa membuat kecelakaan seperti yang orang tuaku alami, tapi aku tidak akan membiarkan Vincent mati dengan cepat" Emosi anaya tersulut lagi, Nick memeluknya lagi dengan erat.
"Aku mengerti, sayang bisakah kau tenang jangan membuang tenaga mu, okey. Kita akan membalas semua orang yang telah menyakiti keluarga mu, tidak ada terkecuali. Siapa yang berani menyentuh wanitaku tidak akan berakhir baik aku janji padamu" Ucap Nick mencium kening Anaya.
Anaya mengangguk dia membalas pelukan Nick kepadanya " Terimakasih " bisik lirih Anaya
"Aku akan ke kantor, menyelesaikan masalah di kantor"
"Aku mengerti, selamat bekerja " Anaya melepaskan pelukan nya dari Nick. Kemudian "cup" Satu kecupan cepat Anaya berikan di bibir Nick
"Bukankah itu terlalu cepat" Nick. tersenyum menyeringai, wajahnya mendekati Anaya " Aku tunjukkan cara mencium yang benar" Nick mencium Anaya menekan kepalanya membuat ciuman itu semakin dalam.
Nick melepaskan ciumannya saat HP nya berdering, Nick melihat sekilas ada nama Jimmy di layar HP nya " Jimmy sudah menunggu di bawah, aku berangkat jaga diri jika bosan keluar dengan ros, tapi ingat jangan lakukan hal membahayakan ok" Mencubit hidung Anaya
Anaya mengusap hidungnya dan menggembungkan pipinya
"Jangan selalu cemberut, jika kau melakukan itu terus itu membuatku tidak tahan memakan wanita imut ku" Goda Nick membuat wajah Anaya memerah seketika Anaya tersenyum
"Aku baru tahu ternyata Tuan Muda sangat suka menggoda wanita ya" Sendiri Anaya
__ADS_1
"Kau salah aku tidak suka menggoda wanita lain hanya suka menggoda Anaya seorang " Ucap Nick yang penuh dengan rayuan membuat Anaya tak bisa lagi membalas godaan Nick.
"Berhenti menggombal kau harus segera ke kantor" Mendorong Nick keluar.
Nick akhirnya berangkat ke kantor dengan Jimmy, setelah Jimmy pergi terlihat Ros yang baru datang, Anaya menghampiri Ros.
"Ros kau semalam tidak pulang? apa terjadi sesuatu dengan mu? " Anaya khawatir karena dia tau semalam Ros tidak ada di rumah Nick.
Tiba-tiba wajah Ros memerah, bagaimana pun dia semalam tidur satu ruangan dengan kapten, hanya itu saja mampu membuatnya bahagia
"Ros apa kau sakit, kenapa wajahmu tiba-tiba sangat merah" Anaya berusaha menyentuh kening Ros yang wajahnya mulai memanas
"Anaya itu aku tidak apa-apa aku baik-baik saja, aku mungkin hanya dehidrasi" Ucap Ros sembarangan dia langsung berlari meninggalkan Anaya masuk ke dalam kamar, membuat Anaya mengernyitkan dahinya
"Ada yang aneh pada Ros? kenapa wajahnya sangat merah? " Anaya bergumam, kemudian mengikuti langkah Ros yang memasuki rumah.
Terlihat Ros sedang menenggak air mineral di gelasnya " Bagaimana ini? kenapa aku begitu malu, memikirkan semalam, padahal kami tidak melakukan apapun, Ros kenapa begitu mudah membuatmu malu, hanya tidur satu ruangan saja Akkhhhhh " Gumam Ros yang menenggak habis air dalam gelas.
"Ros" Panggil Anaya yang berjalan ke dapur mengambil gelas dan menuangkan Air mineral
"Iya Anaya ada apa? " Jawab Ros yang berusaha untuk tetap tenang
"Kau baik-baik saja kan" Anaya masih khawatir meski wajah Ros sudah tidak memerah
"Aku baik-baik saja, aku benar-benar dehidrasi saja, ada apa? " Kali ini Ros sudah mulai tenang dia bisa mengontrol kembali perasaan nya.
"Baguslah, temani aku berbelanja" Ucap Anaya antusias
"Berbelanja? apakah akan ada pesta? " Ros sedikit bingung.
"Berbelanja senjata, bagaimana apa kau punya tempat yang dapat kau rekomendasikan padaku? "
__ADS_1
"Anaya jangan lakukan hal yang akan membuat Tuan Muda khawatir, lagi pula Tuan memiliki banyak senjata kau bisa memintanya satu" Ucap Ros
"Ayolah, aku hanya lihat-lihat saja kau pasti tau di mana tempatnya bukan, ayolah Ros, terakhir aku membeli pisau lipat dan sudah di rampas kapten tersayang mu itu" Anaya sembarangan berbicara membuat Ros lagi-lagi tersipu
"Eh, apa yang kau katakan Anaya jika ada yang mendengar dan salah paham bagaimana, dia hanya kapten tidak tersayang" Ros gugup mencoba mengelak pernyataan Anaya
"Bukankah kau Sangat mengagumi kapten? "
"Aku mengaguminya hal yang wajar Anaya, semua anak buahnya mengaguminya berhenti membuat spekulasi sendiri" Ros tau tidak akan ada tempat untuk nya di hati kapten, jadi dia membuatnya Sadar dan membatasi dirinya untuk tidak tenggelam terlalu jauh dengan sebuah angan dan harapan.
"Baiklah-baiklah aku mengerti, tapi bisakah kau mengantarkan ku? " Anaya memperlihatkan mata anjing nya membuatnya begitu imut saat memohon.
"Aku akan bertanya pada Tuan terlebih dulu" Ucap Ros tegas, dia tidak ingin di salahkan jika ada hal yang tidak di inginkan terjadi.
"Tidak-tidak jangan bertanya padanya, Ros ayolah aku hanya ingin melihat saja, apa tidak boleh"
"Jarak ke tempat penjualan senjata ilegal sangat jauh tempat nya juga terpencil mungkin kita bisa kembali malam hari" Ucap Ros menjelaskan
"Tidak masalah, aku akan mengabari Tuan muda mu itu, jadi kau jangan khawatir" Ucap Anaya tersenyum
"Baiklah, aku akan mengantarmu tapi ingat kau harus memberitahu Tuan muda"
"Baiklah aku mengerti aku mengerti, aku akan berganti pakaian" Anaya sangat antusias
Ros menggelengkan kepalanya dan mengambil HP nya, dia tau Anaya tidak akan memberitahu Nick jadi dia mengirimkan pesan pada Nick.
Dengan cepat Nick membalas " Lakukan saja apa yang dia mau, tapi terus kabari aku, dan ingat jangan matikan GPS mu! " Balasan yang Riska Terima
"Baik saya mengerti Tuan" Ros membalas singkat Nick.
*Semoga tidak ada yang hal buruk yang terjadi" Ros berharap yang terbaik pada Tuhannya.
__ADS_1