
Nick berjalan ke arah Rachel "Rachel kau lebih baik kembali ke rumah sakit! " Ucap Nick yang tidak suka Rachel berada di rumahnya
"Kak, aku bosan di rumah sakit aku ingin memiliki suasana yang berbeda" Ucap Rachel memelas
"Tapi kondisi mu tidak baik! aku akan menyuruh Jimmy mengantarkan mu ke rumah sakit sekarang! " Ucap Nick
"Tidak, malam ini biarkan aku tidur di sini kak" Rachel menatap Nick memohon
"Baiklah" Ucap Nick tidak ingin berdebat dengan Rachel, seutas senyum terlihat di bibir Rachel
*Aku tidak akan pernah melepaskan mu kak, kau hanya milik ku " Ucap Rachel dalam hati
"Paman aji! " Teriak Nick
Paman aji segera datang ke depan Nick " Ada apa tuan muda? " Tanya aji
"Antar Nona Rachel ke kamar tamu! " Ucap Nick
"Baik Tuan muda" Ucap Paman aji
"Kak Nick mau kemana? " Ucap Rachel lemah
"Bukan urusan mu! kau istirahat lah" Ucap Nick yang kemudian berlalu meninggalkan Rachel
Di sisi lain Anaya tengah mandi di kamar yang waktu itu dia tempati, setelahnya mandi dia keluar hanya menggunakan kimono mandinya tidak di sangka Nick sudah berada di kamar itu duduk di sofa menanti anaya keluar
Anaya pura-pura tidak melihat keberadaan Nick "Kau marah? " Ucap Nick berjalan mendekat ke arah anaya
"Marah untuk apa? " Ucap anaya santai dan mulai mengusap rambutnya dengan handuk
Nick mengambil alih handuk anaya, Nick menggerakkan tangan nya untuk mengeringkan rambut anaya "Rachel datang ke rumah kita" Ucap Nick lembut di telinga anaya
Anaya tersenyum kecut dan mengambil kembali handuknya " kau salah Ucap! ini rumah mu bukan rumah ku terserah saja tuan muda mau mengundang berapa banyak wanita! " Ucap Anaya bersikap tenang
"Anaya! kau lupa siapa kau! " Ucap Nick mulai tegas
"Tidak! aku hanya penghangat tempat tidur mu bukan! ini aku tidak akan lupa"
"Anaya kau adalah wanita ku! aku tidak berfikir kau hanya penghangat ranjang ku! "
__ADS_1
"Tuan Nick ini ternyata pandai bersilat lidah ya! sekejap mengatakan apa sebentar mengatakan apa!" Sindir anaya yang ingin melangkah berganti pakaian
"Anaya jangan terus menguji kesabaran ku! " Ucap Nick menarik handuk kimono anaya membuat Nick melihat tubuh indah anaya
Dengan cepat anaya menutup kembali handuk itu"Kenapa di tutup aku susah beberapa kali melihat nya" Ucap Nick berbisik pada anaya menarik anaya dalam pelukan nya
Nick menggiring anaya berjalan ke arah ranjang "Anaya aku tidak suka kau dekat dengan adik ku! Nathan! atau laki-laki lain aku tidak suka! " Ucap Nick lirih sembari memeluk anaya
Anaya tersenyum getir "Lalu bagaimana dengan mu?" Ucap anaya
"Apa kau cemburu aku dekat dengan Rachel? kalau kau cemburu aku akan menjauh darinya" Ucap Nick lembut terus memeluk anaya dan berakhir membaringkan tubuh anaya
Lagi-lagi anaya hanya tersenyum getir "Kau meragukan ku anaya? " Ucap Nick
Anaya hanya diam tak menjawab membuat Nick tidak sabar dan langsung mengecup bibir Anaya kali ini kecupan lembut yang berlanjut menjadi ciuman yang sangat lembut mulai memicu gairah Nick, Nick melepaskan ciuman nya
Anaya masih tak berbicara "Jika kau tak percaya aku akan membuktikan nya, aku akan menjauhi nya" Ucap Nick lagi dia ingin mengecup Bibir anaya lagi namun tiba-tiba pintu kamar itu di ketuk
Tok... Tok.... Tok...
"Nona Anaya" suara yang sangat familiar bagi Nick dan anaya
"Sial!!! " Umpat Nick yang susah payah membangun suasana baik dengan anaya
Nick menarik tangan anaya"Ganti baju dulu! " Ucap Nick yang tidak rela memperlihatkan tubuh indah anaya kepada orang lain kimono mandi yang anaya pakai terlalu pendek dan ketat
Anaya mulai berganti dengan terburu-buru Nick hanya duduk di tepi ranjang
Tok.. Tok... Tok... lagi suara pintu kamarnya di ketuk oleh paman aji
"Iya sebentar" Ucap anaya yang sudah memakai baju tidur, berjalan membuka kan pintu "Iya paman ada apa? " Ucap anaya sopan
"It.. itu Tuan Muda apa disini? " Tanya paman aji raut wajahnya terlihat gugup
Anaya membuka lebar pintu nya, memperlihatkan sosok yang Santi duduk di ambang ranjang empuk itu
"Tu.. tuan kau disini" Ucap paman aji yang terlihat lega
*Hah, buru-buru berganti baju ternyata hanya mencari si tuan muda ini" Gumam anaya
__ADS_1
"Ada apa? "menatap paman aji tidak suka, Nick kesal paman aji mengganggu momen lembutnya bersama Anaya
Dengan menelan ludahnya kasar paman aji memberanikan diri " Tu.. Tuan Nona.. Nona Rachel pingsan " Ucap Paman aji
Nick bangkit dari duduknya dan sedikit melirik ke arah Anaya "Kau ikut" Ucap nya pada anaya dan bergegas ke kamar Rachel
"Menjaga jarak? dia membual lagi, tentu saja tidak mungkin menjauhi Rachel dia tidak terganti di hati mu" Ucap anaya lirih dan ikut berjalan ke kamar Rachel
Di dalam kamar Rachel, Nick berjalan menghampiri Rachel di situ Rachel langsung memeluk Nick "Kakak ak.. aku takut, jangan tinggalkan aku aku takut" Ucapnya terengah-engah sambil memeluk Nick
Anaya menatap keduanya tanpa berkomentar, langsung berjalan ke arah Rachel membawakan segelas air putih untuk Rachel "Minum dulu biar tenang" Ucap Anaya yang tersenyum manis
"Te.. terimakasih kak anaya, merepotkan" Ucap Rachel
"Jadi kau mimpi buruk atau pingsan? " Ucap anya yang heran bagaimana orang baru pingsan tapi bangun begitu terengah-engah seperti orang sedang mimpi buruk, Anaya mulai berfikir *Apalah dia berakting? " gumamnya dalam hati
"Aku.. " Ucapnya terlihat ragu namun dia terselamatkan saat Nick mulai berbicara
"Sudahlah lebih baik kau istirahat saja" Ucap Nick
"Kak ak.. aku tidak mau tidur sendiri" Ucap Rachel merengek matanya berbinar memohon
"Aku masih ada kerjaan tidak bisa menemani mu" Ucap Nick menolak kali ini
"Ak.. aku tidak ingin kak Nick temani aku ingin kak anaya yang menemani ku" Ucap Rachel
"Aku? Baiklah tidak masalah" Ucap anaya
"Kak anaya memang orang baik, pantas saja kak Mike menyukai kakak" Bahas Rachel, ucapan Rachel ini membuat Nick tidak senang
"Ah Nona Rachel kau salah paham aku dan kapten hanya teman saja" Ucap anaya yang membuat Nick tersenyum girang sendiri mengetahui tempat apa yang Adiknya itu tempati ternyata hanya seorang teman itu membuatnya sedikit senang tidak sedikit tapi sangat senang
"Ah benar kah tapi aku lihat kak Mike sangat menyukai mu" Ucap Rachel lagi seperti nya dia sengaja
"Seperti sebuah mawar bunga yang cantik tentu saja yang menyukainya bukan " Ucap anaya mengibaratkan dirinya sebagai bunga mawar, membuat Rachel tak mampu berbicara lagi
"Kalau begitu aku pergi dulu, Rachel jangan menyusahkan anaya" Ucap Nick mewanti-wanti Rachel
Perkataan Nick itu membuat wajah Rachel masam
__ADS_1