
Nick duduk di sebuah kafe menunggu Jimmy menyelidiki semuanya dengan komputer di hadapannya, dengan memindai foto anak kecil itu yang di dapat dari merentas CCTV toko dia menemukan sedikit informasi.
"Tuan aku hanya mendapatkan informasi tentang 6 tahun terakhir, untuk yang lainnya aku tidak bisa mendapatkan nya" Terang Jimmy pada atasan nya itu, Jimmy menggeser laptop nya melihat nama dan nama ibunya
"Aya?, di sini tidak ada nama ayah, tapi jelas anak tadi memanggil laki-laki itu dengan sebutan dady? " Ucap Nick bertanya-tanya, namun Jimmy tak kalah herannya baru kali ini setelah 5 tahun Nick membuka hati untuk mencari tahu tentang seseorang selain keberadaan Anaya, sampai saat ini Nick belum berhenti untuk melakukan pencarian, bahkan karena kegilaan Nick beberapa kali tim mereka membawa jenasah yang salah ke rumah sakit, karena laut di mana Anaya jatuh benar-benar belum di tinggalkan, bahkan Nick setiap tahun berjalan ke 4 negara hanya untuk mencari kemungkinan Anaya terdampar di sana, seperti yang di lakukan nya kali ini selain berbisnis dia juga mencari kesempatan mencari Anaya di negara S itu.
"Mungkin saja itu ayah tirinya tuan"
"Kalau begitu kirim bunga dan kue ke alamat yang tertera di sini" Entah mengapa Nick ingin mengganti kue yang sudah di jatuhkan Rachel tadi. Apa lagi melihat wajah Eric yang begitu mirip dengannya membuat nya tidak bisa tidak memperdulikan nya.
"Kak kau di sini" Tiba-tiba Rachel muncul. berjalan mendekat ke arah Nick, Nick sudah benar-benar muak. "Kak aku juga mau makan" Ucap Rachel manja kepada Nick
"Temani dia makan, aku ingin merokok" Ucap Nick mencari Alasan untuk menjauh dari Rachel. Nick segara pergi, Rachel menatap punggung Nick mengepalkan tangannya lagi-lagi Nick menghindari nya.
"Nona ingin makan sesuatu? " Tanya Jimmy membuat Rachel berdecak
"Ck! aku tidak ingin makan denganmu" Ucapnya dengan sombong, setelah kepergian anaya Rachel tidak lagi berpura-pura lemah, dia terus menempel dengan Nick dan merasa hanya dia wanita yang bisa dekat dengan Nick karena memang setelah kepergian Anaua Nick sama sekali tidak membuka hati, bahkan terhadap Rachel. Jika bukan karena Rachel yang selalu berinisiatif sendiri dan tidak tahu malu tidak mungkin baginya masih bisa mendekati Nick.
"Kau salah sangka, aku hanya ingin memesan makanan untuk mu, aku juga tidak berniat makan denganmu aku masih memiliki banyak pekerjaan Nona, jika kau keberatan aku membantu memesan silahkan pesan sendiri" Jimmy berdiri dan melangkah pergi
"Hanya pelayan kak Nick saja begitu sombong jika aku menjadi Nyonya Walton orang yang pertama yang aku pecat adalah kau" Ucap Rachel dengan sombong nya
Jimmy yang mendengar nya hanya diam saja "Bagaimana Tuan Roland memiliki adik seperti itu" Gumam Jimmy sebelum pergi.
Di sisi lain Nick kembali bertemu dengan El di Area merokok, El menatap Nick merasa familiar dengan Nick, setelah beberapa lama berfikir El baru menyadari wajah Nick begitu mirip dengan Erick.
"Kau laki-laki yang bersama anak kecil itu bukan? " Ucap Nick membuka suara.
"Benar! lain kali kau perhatikan istrimu jaga etikanya perempuan terlihat kaya kok tidak ada etika" Sindir keras El dia benar-benar marah saat Rachel menjatuhkan kue nya.
__ADS_1
"Dia bukan istriku! dia hanya benalu jika kau mau ambil saja" Nick benar-benar tak perduli pada Rachel.
"Di rumahku ada wanita cantik yang sedang menunggu ku! wanita yang kau tawarkan untuk jadi pembantu ku juga tidak pantas, kalau aku jadi kau, sudah ku kirim dia ke planet lain" Sindir Bara pedas
"Harusnya aku melakukan itu" Ucap Nick tertawa dia bisa langsung nyambung saat berbicara dengan Elbara.
El sudah selesai merokok dia berdiri saat melihat Erick membawa kue baru di tangannya ternyata saat El merokok Erick pergi membeli kue lagi.
El langsung menggendong Erick, Nick merasa tidak nyaman melihat pemandangan di hadapannya yang hanya terjadi seka kaca transparan.
Cukup lama Erick dan El mencari hadiah baru untuk Anaya, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
Namun saat mereka pulang mereka terkejut dengan Ratusan bunga lili sudah bertengger rapi di depan rumah mereka bersama dengan Anaya yang masih terkejut
"Mama" Teriak Erick yang turun dari gendongan El dan berlari menuju Mama nya yang masih diam mematung
"Erick tidak melakukan nya Mama" Erick pun sama bingung nya dengan Anaya membuat kedua anak ibu itu menatap pada El, El dengan segera menggelengkan kepala nya
"Aku tidak mungkin melakukan itu, apa kau tidak ingat bagaimana aku melamar Kelly aku ini bukan pria romantis mana bisa aku memikirkan nya" Ucap El jujur dia bahkan di anggap bercanda oleh Kelly karena melamar hanya membawa cincin dan memberikannya saat makan siang di butik.
"Erick selamat ulang tahun" Baru saja di bicarakan Kelly sudah datang dan memeluk Keponakan kecilnya itu.
"Terimakasih mommy " Kelly adalah ibu angkat untuk Erick sebelum Anaya sesukses seperti sekarang Kelly lah yang menjaga Erick. Dalam lima tahun Anaya sudah memiliki 3 cabang restoran di negara S, dia adalah wanita karir yang di idamkan banyak laki-laki namun Anaya selalu saja menolak laki-laki yang Kelly kenalkan atau yang Elbara jodohkan.
"Apa kau membelikan Mama mu begitu banyak bunga Erick ah kau membuat momny iri, kau yang berulang tahun tapi kau selalu yang menyiapkan hadiah untuk Mama mu" Ucap. Kelly menggembungkan pipinya.
"Mommy kau salah, ini semua bukan aku yang membelinya kami semua juga sedang bertanya" Ucap Erick
"Apakah ini dari penggemar ibumu? tapi biasanya mereka mengirimnya saat hari ulang tahunnya" Jawab Kelly yang tau setiap tahunnya saat Anaya ulang tahun di depan rumahnya akan penuh dengan ribuan bunga mawar, bukan hanya dari satu orang tapi banyak laki-laki karena selain cantik anaya wanita sukses dan juga wanita baik.
__ADS_1
"Benar ini agak aneh" Ucap El menimpali ucapan istrinya, Mereka semua terus mengamati ratusan bunga itu berharap menemukan catatan tapi nyatanya tidak ada catatan di sana "Jadi sebenarnya bunga ini siapa yang kirim, atau mungkin salah alamat? " Tanya El yang tiba-tiba mendapatkan jawaban dari arah belakang
"Aku yang mengirimnya" Suara itu membuat jantung Anaya berdetak kencang suara yang dia dengar dari 5 tahun lalu, Anaya enggan menengok
"Paman beristri bodoh" Ucap Erick membuat El menahan tawanya, sedangkan Anaya tersenyum miris jika tebakannya benar orang yang dia belakangi adalah Nick istri bodoh yang Erick sebutkan pastilah Rachel, sudah 5tahun berlalu namun rasa sesak masih terasa di hati Anaya.
"Jadi yang mana ibumu? bukankah dia berulang tahun hari ini" Ucap Nick sembari berjalan mendekat ke arah Erick
"Mama" Erick menarik Mama nya untuk menengok tapi Mama nya masih enggan "Dia Mama ku tapi yang berulang tahun hari ini bukan dia tapi aku" Ucap Erick yang membuat Nick tidak mengerti
"Jika kamu yang berulang tahun kue itu? "
"Ah ini seperti dejavu, apakah semua orang dewasa bodoh tidak tau berterimakasih hanya tau membahagiakan dirinya sendiri, saat umur kalian bertambah bisakah kalian ingat siapa yang melahirkan kalian, benar-benar" Ucap Erick yang membuat semua orang dewasa di sana tersentak karena ucapan Erick benar-benar menusuk mereka.
"Kalau begitu selamat ulang tahun Anak kecil, siapa namamu? " Tanya Nick sembari mendekat dan menunduk memegang kedua pundak.
"Namaku Erick Alviano" Ucap Erick mantap menyebut Namanya dia bangka sekali dengan nama yang Mama nya berikan.
"Nama yang bagus " Nick memuji nama Erick
"Tentu saja namaku bagus, Mama yang memberikan nama padaku"
"Apakah Mama tidak ingin melihat ku orang yang mengiriminya bunga? " Ucap Nick yang heran wanita itu terus menatap bunga tak ingin menatap ke arah Nick, tapi semakin di lihat Nick semakin familiar dengan bentuk tubuh yang di lihat nya itu
"Mama" Erick menarik Mama nya Erick tidak pernah melihat sikap tidak sopan Mama nya, Mamanya selalu menyambut tamu dengan ramah tapi kenapa kali ini Mama nya enggan membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang mengiriminya bunga "Mama sakit? " Tanya Erick
Anaya mengatur nafasnya dia tidak menyangka akan ada waktu dia bertemu lagi dengan Nick, meski Anaya belum seratus persen yakin kalau yang ada di belakang nya Nick, akhirnya setelah selesai mengatur nafasnya dia berbalik "Terimakasih atas bunganya" Ucap Anaya yang matanya bertemu dengan orang yang 5 tahun 6 bulan lalu yang enggan berbicara dengannya di pagi itu.
"Anaya" Nick berlari untuk memeluk Anaya, dia tidak menyangka takdir sebaik ini padanya "Anaya aku sangat merindukan mu" Ari mata mengiringi suara Nick
__ADS_1