
Hari ini kau jangan kemana-mana Nanti siang aku akan memberitahu mu sesuatu " Ucap Nick
"Hmmm" Tak ada lagi kalimat yang keluar dari mulut anaya dia saat ini benar-benar tak bertenaga Nick benar-benar menghukumnya tanpa ampun
"Apa kau lelah istirahat saja, aku akan suruh paman aji menyiapkan sarapan untuk mu, aku akan pergi ke kantor sebentar" Ucap Nick yang sikapnya berubah lembut kembali dan mencium kening anaya
Nick berganti pakaian dan segera pergi ke kantor nya
Anaya hanya menghela nafasnya saat Nick pergi, anaya dengan segera bangkit dari tidurnya tapi lutut nya terasa begitu lemas karena permainan Nick barusan "Sialan laki-laki itu benar-benar membuat tubuhku hampir remuk" Ucap anaya yang masih berusaha bangkit
Dia mengganti bajunya saat dia selesai berganti pakaian ada suara mengetuk pintu anaya membuka pintunya terlihat paman aji sudah membawa nampan berisikan sarapan "Nona sarapan nya" Ucap paman aji yang sekarang terlihat lebih lembut terhadap anaya
"Paman terimakasih tapi aku buru-buru" Ucap anaya yang segera menuju pintu keluar
"Nona mau kemana? " Tanya paman aji
"Pergi sebentar" Ucap anaya
"Tidak boleh tuan muda melarang Nona keluar" Ucap paman aji
Mike tiba-tiba muncul "Dia pergi bersamaku tidak masalah" Ucapnya membuat anaya membulat kan matanya sejak kapan dia akan pergi dengan kapten neraka
"Ta.. tapi Tuan muda kedua" Ucao ragu paman aji menatap kapten
"Sudahlah paman tidak perlu khawatir aku akan izin padanya nanti, tenanglah" Ucap kapten menarik tangan anaya dan mulai melangkah pergi paman aji hanya bisa diam mau bagaimana pun keduanya adalah Tuan mudanya
Sesampainya di dalam mobil "Kau mau pergi kemana? " Tanya kapten Neraka
"Aku ada janji dengan seseorang" Ucap anaya
"Baiklah aku akan mengantarmu" Ucap Kapten tidak ragu segera menyalakan mobilnya untuk membawa anaya menuju tempat yang di tujuan
Sampai di kafe yang ana sebutkan seseorang yang familiar menunggu anaya di depan kafe
"Rage" Teriak anaya yang langsung meninggalkan kapten Neraka begitu saja
"Wanita! kau pikir aku supir mu! " Menutup pintu dan mengikuti anaya masuk
Anaya dan rage masuk terlebih dulu, duduk dan mulai bercengkrama
__ADS_1
"Apa kabarmu Anaya" Menatap anaya dalam terlihat Rage begitu merindukan sosok ceria dan menyebalkan baginya
"Apa kau tidak lihat aku tetap cantik seperti biasa" Ucap anaya yang bisa selalu narsis atau ceria jika bersama rage, karena bagi anaya rage sama seperti nya meski wujudnya adalah laki-laki
"Kau masih sombong seperti biasa" Ucap Rage sedikit kesal namun dia menyukai sikap itu
"Aku bicara kenyataan" Ucapan anaya mengedipkan satu matanya, melihat itu kapten langsung mendorong kursi anaya dan memindahkan kursi dia kini berada di tengah rage dan anaya
"Hei kapten Neraka apa yang kau lakukan! aku sedang berbicara pada Rage" Ucap Anaya yang heran dengan tingkah kapten Neraka
"Bicara ya bicara! aku ingin duduk di sini apa salahnya" Ucap kapten santai
Anaya dan rage menghela nafasnya rage masih ingat siapa yang ada di depannya orang yang pernah menolongnya dan anaya tentu rage tidak ingin membuat masalah dengan orang yang pernah menyelamatkan nyawa nya
Rage mengatur nafasnya " Jadi kenapa memanggilku kemari? " Rage kemudian mengingat saat anaya menghubungi nya di media sosial dan berakhir saling bertukar nomor
"Rage bisakah kau mencari pekerjaan untuk ku di luar negeri" Ucap anaya membuat kedua pemuda di hadapan nya itu syok
"Luar negeri" Ucap mereka kompak
"Tunggu dulu apa maksud nya wanita! kau ingin pergi dari kakak ku" Ucap kapten Neraka yang terlihat senang namun juga terlihat sedih
namun tiba-tiba pembicaraan nya tertunda saat pelayan menghampiri mereka,
"Ini menunya Tuan dan Nona" Ucap pelayan itu ramah
"Baik, aku pesan spagetti dan jus jeruk" Ucap anaya
"Aku sama kan" Ucap kapten Neraka
"Aku coffi saja" Ucap Rage
"Tidak makan? " Tanya anaya
"Tidak, aku sudah sarapan di rumah" Ucap Rage
"Oh begitu" Ucap anaya
"Jadi kapan kau akan pergi" Tanya rage
__ADS_1
"Tidak tau, aku hanya ingin bertanya dulu apa aku bisa bekerja di luar negeri" Ucap anaya menggosokkan kedua tangannya
"Bekerja di luar negeri mudah saja, mau jadi apa juga bisa " Ucap rage
Kapten Neraka tersenyum penuh arti membuat anaya menatapnya "Kenapa tertawa! " Ucap anaya kesal
"Wanita kau mencari pekerjaan di luar negeri! kau saja belum tentu bisa kabur dari kakak ku, kejadian semalam apa kau tak ingat" Ucap kapten Neraka dia memang senang anaya ingin pergi dari Nick tapi dia juga sedih karena akan berpisah juga dengan anaya
"kan ada kapten yang akan membantu ku kabur" Ucap anaya tersenyum santai
"Apa kau pikir aku akan membantu mu? " Tanya Kapten
"Tentu saja, kau selalu membantu ku" Ucap anaya Mengedip-ngedipkan matanya
Kapten Neraka terdiam dia memang sedikit berbeda dengan anaya, ada perasaan ingin melindungi anaya jadi Kapten selalu membantu anaya saat anaya kesulitan "Aku membantumu tidak gratis aku mencatat semuanya" Ucap kapten
Anaya menggembungkan pipinya"Aku akan membayarnya" Ucap anaya
"Dengan apa? " Menatap anaya
"Bagaimana dengan diriku" Ucap anaya yang membuat kapten Neraka dan rage syok bukan main
"Anaya pikirkan dulu kau ingin menyerah kan dirimu padanya? bukankah sama saja kau keluar dari kandang buaya masuk ke kandang singa" Ucap rage tanpa sadar mengungkapkan apa yang ada di pikiran nya
Kapten menatap tajam pada rage "Bagus apa kau tidak ingat singa ini yang menyelamatkan nyawamu" Ucap kapten kesal dia di samakan dengan hewan
"Ak.. aku tidak bermaksud begitu" Ucap Rage
"Kapten kau sendiri yang ingin aku membantu mu aku akan pakai tenaga ku untuk membayar mu" Ucap anaya yang membuat rage lega namun membuat kapten sedikit kecewa sebenarnya ada sebersit keinginan untuk membuat anaya menjadi wanita nya
Pelayan kembali dengan makanan yang mereka pesan, saat ini suasana hening sampai mereka selesai makan
Setelah makan anaya melihat seseorang berjalan melewati mereka seseorang yang tidak asing membuat tangan nya mengepal namun seseorang itu tak melihat keberadaan nya
Anaya segera bangkit dan mengikuti seseorang itu, kapten bingung namun segera mengikuti nya
"Anaya kau mau kemana? " Tanya Rage
"Aku ada urusan kita bertemu lagi besok" Ucap anaya yang membuat rage terdiam langkah anaya semakin cepat
__ADS_1
Rage menetap punggung anaya yang semakin menjauh membuat nya tersadar dia harus mengubur rasanya "Anaya banyak yang menyukai mu dan aku tidak pantas bersaing dengan mereka semua, aku akan mengubah perasaan ini, Anaya aku menyukai mu" Ucap nya lirih masih menatap ke tempat anaya yang melangkah pergi