
"Kenapa kau di sini? tidak menemani Nona Rachel mu makan? "
"Dia sudah besar bisa makan sendiri, dan lagi dia sudah bersiap akan pergi, aku di sini untuk mengajakmu mengantarkan kepergian nya" Nick tersenyum pada Anaya.
"Apakah yakin membiarkan nya pergi? "
"Alasan apa yang membuat aku tidak yakin? wanitaku sudah berada di sisiku? aku tidak memerlukan wanita lain"
"Benarkah aku takut beberapa jam dia meninggalkan rumah ini kau akan menangis merindukan nya"
"Anaya wanita yang bisa aku rindukan hanya dirimu" Nick memeluk Anaya erat mengecup kening Anaya dengan lembut.
Nick menatap lekat mata indah Anaya, membuat Anaya menatap balik Nick. Wajah Nick semakin mendekat kearah Anaya, Nick sudah melihat bibir mungil itu ingin sekali dia menciumnya, namun saat satu inci lagi bibir itu berhasil dia nikmati tiba-tiba.
Praaakkk.......
Sebuah pot terjatuh di sana, dengan segera Anaya memundurkan tubuh nya, membuat jarak antara dia dan Nick
"Ma.. maaf aku mengganggu kalian, ak.. aku kemari hanya ingin pamit kepada kak Anaya dan kak Nick, aku akan kembali ke apartemen" Rachel berusaha tersenyum di hadapan Anaya dan Nick. berusaha menggerakkan kursi roda nya dengan lemah.
*Senyuman yang begitu palsu" Gumam Anaya dalam hati, terlihat sekali gadis di depan nya itu tersenyum paksa.
Anaya berjalan ke arah Rachel, dia masih bersikap tenang "Apakah perlu aku mengantarmu? " Tanya Anaya dengan sengaja
"Tidak perlu kak Anaya terimakasih, aku tau kakak Nick akan mengantarkan ku" Melirik ke arah Nick.
Anaya tersenyum sudah tertebak, alasan kenapa Rachel mengunjungi taman, hanya untuk mencari Nick untuk mengantarkan nya pulang.
Nick menghela nafasnya "Rachel paman aji akan mengantarkan mu, aku masih ada urusan! " Ucap Nick segera berjalan meninggalkan Rachel dengan menggenggam erat tangan Anaya.
"Kakak ta.. " Ucapan Rachel terpotong saat Nick menatapnya tajam
__ADS_1
"Apa kau mau membantah permintaan ku! "
Kali ini Rachel harus menahan diri, dia memilih pergi dari rumah itu *Hari ini aku pergi tapi akan ku pastikan aku akan segera kembali " Gumam Rachel.
"Tapi kakak bisakah membantu ku pergi ke mobil sekarang? " Tanya Rachel memelas, mata yang mulai berkaca itu, setiap kali Nick melihat nya dia merasa tidak tega pada adik sahabat nya itu.
"Ekhemm, kalau Nona Rachel tidak keberatan aku juga bisa membantumu, kebetulan sekali aku juga ingin ke depan, bagaimana jika aku membantu mu? "
"Tidak kak Anaya aku tidak ingin merepotkan mu, biarkan kakak Nick saja" Masih mencoba melirik ke arah Nick berharap Nick akan merespon nya.
*Gadis ini terlihat polos dan lemah tapi di baliknya aku rasa dia sangat licik" Ucap Anaya dalam hati semakin mengerti sikap yang Rachel tunjukan.
"Rachel Anaya dan aku sama saja, dia adalah wanitaku berurusan dengannya sama dengan berurusan denganku"
Ucapan Nick itu membuat kebencian semakin menumpuk di hati Rachel, baru kali ini Nick begitu mengakui seorang wanita sebagai wanitanya. *Wanita mu kenapa bukan aku kak, aku sudah lama mencintai mu, apa pengorbanan kakak ku tidak cukup?! tidak itu sudah cukup. Kak Nick selamanya kau akan menjadi milik ku"
"Bagaimana Nona, aku antar? "
membuat Anaya menghela nafasnya *dia tersenyum seperti itu lagi" batin Anaya.
Anaya membantu Rachel mendorong kursi roda nya menuju mobilnya, di dekat mobil sudah ada pelayan yang Nick Siapkan untuk membantu Rachel di Apartemen.
"Nona Anaya biar saya saja" Ucapan pelayanan itu sopan.
"Baiklah" Anaya memundurkan tubuhnya kursi roda di ambil alih pelayan itu. Rachel ingin memasuki mobil namun terdiam sejenak, dia sedang mengatur ekspresi nya.
"Kak Anaya jaga kesehatan kak Nick jangan biarkan dia bekerja lembur atau telat ma... " Ucapan Rachel terhenti saat Anaya mulai membuka mulut
"Nona Rachel jangan khawatir, tidak perlu mengingatkan aku tentang laki-laki ku sendiri, terimakasih atas perhatian nona Rachel sebagai adik. Tapi aku sebagai wanita sangat mengerti apa yang dia butuhkan dan lakukan" Skakmat, Rachel tak berkutik mendengar ucapan Anaya, Anya tersenyum begitu manis dia memperlihatkan siapa dirinya, dialah wanitanya Nick, dan berusaha membuka mata Rachel jika Anaya bukan pelakor nya di sini.
*Bersenang-senang lah, aku yakin sebentar lagi kak Nick akan bosan dan meninggalkan mu, dan saat itu terjadi aku akan menjadi wanita kak Nick wanita satu-satunya miliknya" Rachel berbicara pada dirinya.
__ADS_1
"Bawa aku masuk" Ucao Rachel pada paman aji dan pelayan yang bekerja untuk nya.
Anaya melihat tatapan kebencian di pandangan mata Rachel padanya, tapi Anaya puas dia benar-benar membuat kemenangan telak di tangannya.
Setelah kepergian Rachel Anaya masih menatap mobil yang mulai menjauh itu tiba-tiba Nick memeluk Anaya dari belakang "Apa belum puas melihat dia pergi, apa kau ingin mengirimnya ke luar Negeri? " Nick menyandarkan Kepala nya ke bahu Anaya.
"Tidak perlu, aku takut kau akan kebingungan saat nanti ingin menemuinya"
"Anaya berhenti berkata seperti itu" Nick menggigit telinga Anaya.
Anaya langsung memenangi telinga nya saat Nick melepaskan gigitan nya dan kemudian berbalik ke arah Nick.
"Apa yang kau lakukan? apa kau anjing? " Ucap Anaya kesal.
"Aku bukan anjing aku ini singa yang sedang kelaparan" Udah Nick lagi-lagi mencium Anaya begitu saja tanpa melihat situasi dan tempat.
Anaya mendorong Nick "Apa yang kau lakukan ini halaman rumah mu jika ada yang melihat bagaimana? " AnYa sangat kesal dengan perlakuan Nick yang tidak tau tempat untuk menciumnya.
"Ini hukuman untuk mu, yang selalu mendorong pria mu untuk pergi ke sisi wanita lain " Ucap Nick yang kemudian memeluk Anaya "Anaya kau tidak perlu menghiraukan orang yang, yang perlu kau tau hanya satu" Menatap mata Anaya, tatapan lembut namun menusuk tepat di jantung membuat jantung Anaya tak lagi baik-baik saja
"Apa? " Tanya Anaya membalas tatapan Nick yang membuat jantung Anaya bergemuruh.
"Mencintai ku" Bisik Nick lembut membuat Anaya tak lagi bisa berkata , dengan sendirinya wajahnya memerah seperti buah tomat siap untuk di panen.
Anaya mencoba memenangkan hati dan pikiran nya, dan mengatur nafasnya, menahan pipi Nick membuat Nick berhenti di sana kemudian Anaya berbicara "Simpan gombalan mu itu untuk wanita lain, sayang nya gombalan itu tidak mempengaruhi ku sama sekali" Anaya tersenyum menantang pada Nick , membuat Nick ikut tersenyum dengan tingkah Anaya.
"Benarkah itu tidak mempengaruhi mu? tapi kenapa wajahmu sangat merah, bukankah itu karena kau sedang malu" Ucap Nick yang semuanya benar, tapi Anaya yang sama kerasnya dengan! Nick, tidak ingin mengakui nya.
*Siapa yang merah, wajahmu dan seluruh keluarga mu yang merah" Maki Anaya dalam hati.
Nick tersenyum " Jangan memaki ku dalam hati sayang " Nick masih saja terus menggoda wanitanya itu.
__ADS_1
Anaya segera berlalu dari halaman itu, dia tak mampu lagi menyembunyikan wajah merahnya, sikap Anaya itu membuat senyum Nick begitu hangat 'Anaya kau benar-benar sangat menggemaskan, setiap tingkah mu membuat ku gila" Gumam Nick terus menatap punggung Anaya yang segera menghilang dari pandangan nya.