
Anaya dan Ros berjalan ke luar dari rumah itu, segera kembali ke mobil, Nick melihat Anaya terlihat kesal. "Ada Apa? " Bertanya pada Anaya dengan lembut.
"Tidak ada, bisakah bantu aku periksa akta jual beli ini? " Ucap Anaya memberikan dokumen itu pada Nick, Nick langsung merobeknya.
Anaya terkejut dengan apa yang Nick lakukan, "Kenapa kau merobek nya? " Anaya menatap. menunggu sebuah penjelasan
"Di lihat saja, aku bisa tau Akta ini palsu?! kau tidak perlu memeriksa nya, aku sudah memberitahukan kebenaran nya."
"Paman dan bibi lihat saja bagaimana aku bermain dengan kalian, sekarang akan aku lihat siapa orang yang ada di balik kalian ini! " Anaya menantikan pamannya akan menghubungi siapa.
"Ros jalankan mobilnya" Ros segera mengemudikan mobilnya, sebelumnya Nick sudah mengatakan harus kemana mereka pergi.
Anaya hanya terus menatap kosong ke luar jendela sampai pelukan Nick membangunkan lamunannya "Apa lagi yang sedang jauh pikirkan Sayang" Nafas hangat menerpa leher Anaya yang tertutup syal tipis itu.
"Tidak ada" Ucap Anaya singkat
Nick membalik Tubuh Anaya untuk menatap dirinya "Anaya jangan pernah perlihatkan mata sedih mu ini pada orang lain, apa kau mengerti? " membawa Anaya kembali ke pelukan nya, wajah sedih yang anaya perlihatkan akan membuat semua orang ingin melindungi nya, Nick tidak ingin ada orang lain selain dirinya yang melindungi Anaya.
Ros melajukan mobilnya membelah Angin malam, jalan malam ini tidak ramai jadi tidak menyulitkan Ros untuk mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Aku tidak sedih" Gumam lirih Anaya, dia membohongi perasaan nya mungkin dia benar-benar sedih saat ini, teringat akan semua hal yang sudah terjadi dalam hidupnya, kenyataan bahwa orang tuanya meninggal di tangan Paman dan Bibinya, dirinya yang di khianati kekasih dan sahabat nya, semua hal di kehidupan lalu bukan hanya membuatnya sedih tapi juga membuatnya kecewa dan marah.
Anaya melepaskan dirinya dari pelukan Nick dan mulai menyadari jalan yang dia lewati bukan ke arah rumah Nick.
"Kita mau kemana? " Tanya Anaya yang sudah lepas dari pelukan Nick
"Kau sudah makan malam, tapi aku belum" Ucap singkat Nick yang di mengerti Anaya, dia tau saat ini dia harus menemani Nick untuk makan malam.
Namun Anaya bingung saat mobil yang Ros kendarai terparkir di sebuah lapangan yang luas.
"Kita Akan makan malam di sini? " Menatap Nick penuh pertanyaan pasalnya saat Anaya mencari keberadaan cafe atau restoran matanya tidak menemukan nya, hanya sebuah lapangan yang terhampar luas.
__ADS_1
Nick tersenyum wajah tampannya semakin ketara, benar-benar wajah yang mampu memikat ribuan gadis hanya dengan senyumnya itu.
Anaya tak berkedip menatap ke arah Nick " Kenapa menatapku? " Suara Nick membangun kan lamunan Anaya yang tengah mengagumi ciptaan Tuhan.
"Kau ingin makan malam atau bermain sepak bola" Celetuk Anaya yang benar-benar bingung di buat Nick
Nick mencubit gemas pipi anaya karena wajah bingung Anaya begitu imut menurut Nick " So cute " Terus mencubit kedua pipi Anaya
"Aaauuu " Keluh Anaya sembari melepaskan tangan Nick dari pipinya "Sakit tau" Ucap Anaya yang kini wajahnya terlihat menggembung "Jadi makan tid.. " Ucapan Anaya terbentuknya saat pesawat turun dari atas sana tepat mendarat tidak jauh dari dirinya.
"Ayo kita makan malam" Ucap Nick meraih tangan Anaya membawa Anaya berjalan ke arah pesawat pribadi miliknya
"Hah! " Anaya masih belum mencerna ucapan dari Nick "Tunggu kita makan malam di pesawat? " Tanya Anya yang tak di jawab oleh Nick karen sibuk menuntun tangan Anaya dan langkah kaki Anaya untuk mengikuti nya.
Saat ini mereka sudah berada di pesawat itu, Nick menyewa dua pramugari dan beberapa chef yang bertugas membuat Appetizer, main course, dan dessert.
Saat ini Anaya duduk di samping Nick, Nick menutup telinga Anaya saat pesawat mulai lepas landas, membuat wajah mereka saling mendekat, Nick yang sedari tadi menahan diri karena wajah cantik anaya yang di poles indah dengan make up tipis bibir yang di lapisi lipstik merah yang menambah kesan sksi akhirnya runtuh juga pertahanan nya, sebelum Appetizer di suguhkan Nick menikmati makanan pembuka di depan matanya yaitu bibir manis Anaya.
Nick ingin melepaskan syal yang melingkar di leher Anaya, namun sayangnya pramugari tengah lebih dulu sampai dengan membawakan Appetizer di tangannya.
meletakkan di meja makan untuk kedua sejoli itu "Silahkan di nikmati Tuan dan Nona" Ucap pramugari yang kembali undur diri
Anaya menatap appetizer di depan nya mango salad yang terlihat menggugah selera
"Ayo makan" Ucap Nick yang melihat Anaya seperti nya segera ingin mencoba mango salad itu.
Mereka mulai makan, Nick tidak menghabiskan salad nya sedangkan Anaya seperti nya sangat menyukai Mango salad itu.
"Kau suka? mau lagi? " Menatap Anaya yang begitu menikmati mangga yang di buat salad itu.
"Tidak, aku sudah" Ucap Anaya yang menyudahi nya dia tidak menyisakan barang sedikit pun mango salad itu.
__ADS_1
Satu pramugari menarik undur piring kotor itu dan menggantinya dengan maincourse yang di letak kan di meja mereka, maincourse ini tak kalah memikat mata untuk segera memasukkan nya ke dalam mulut, Steak with mushroom sauce jadi menu nya.
Anaya tak terlalu lahap menyantap menu utama itu dia hanya menghabiskan seperempat bagian steak yang kecil itu.
"Tidak menghabiskan nya? " Menatap Anaya yang seperti nya tidak bersemangat memakannya
"Aku sudah kenyang" Ucap Anaya meletakkan pisau dan garpu yang ada di tangan nya memutar anggur merah di gelasnya dan meminumnya.
"Apa anggur ini enak? " Tanya Nick kepada Anaya
"Lumayan" Ucap Anaya yang dengan anggun meminum anggur Itu di gelasnya.
"Kalau begitu aku ingin mencobanya" Nick menyeringai penuh Arti membuat Anaya sedikit tidak mengerti
"Kalau mau kau tinggal min... " Ucap Anaya terhenti saat Nick mencicipi manisnya anggur di bibir Anaya hanya beberapa menit lalunya menyudahi nya.
"Ini bukan lumayan tapi sangat manis" Nick mengedipkan matanya kepada Anaya
"Kau benar-benar Tuan Muda yang tak tau malu! " Cibir Anaya.
"Tapi kau terlihat sangat menikmati nya sayang" Nick meniup Telinga Anya membuat Anaya bergidik.
"Berisik! " Hanya itu yang Anaya ucapkan wajahnya sudah bersemu merah karena kelakuan Nick yang terus menggoda Anaya, tapi Anaya berusaha tidak merespon Nick
"Apakah kau merasa malu sayang? tenang saja semua orang yang ada di sini buta dan tuli" Ucap Nick sembari mencium leher Anaya yang soalnya telah berhasil Nick lepas, dia kembali mempertegas warna merah di leher anaya Akibat perbuatan nya tadi.
*Buta kepala mu! " Umpat Anaya dalam hati dan mendorong wajah Nick menjauh dari lehernya "Sudahlah aku lelah, aku ingin tidur" Ucap Anaya yang tak ingin terus di goda oleh Nick.
"Apa perlu aku tiduri? " Tanya Nick tanpa malu-malu
"Kau benar-benar Tuan Muda tak tahu malu! " Ucap Anaya memaki Nick namun mendapatkan tawa dari Nick yang melihat wajah Anaya yang semakin memerah macam tomat matang.
__ADS_1