Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 69


__ADS_3

"Hah! apanya yang ratu neraka? apa kau kemari ingin melihat kehebatan ku di atas ranjang" Ucap ragil sambil memainkan lidahnya menatap mesum ke arah Anaya


Kapten menatap tidak suka pada Ragil "Sampah!!berani sekali menatapnya dengan mata keranjang mu itu!!" Ucap kapten Neraka sembari berjalan ke arah Ragil menendang keras kursi yang ragil gunakan untuk duduk, membuat ragil terjatuh dari duduknya


"Brengs*k berani sekali kau menganggu kesenangan ku!! " Ucap Ragil bangun dan mengumpat pada Kapten Neraka


"Tidak Terima! " Kapten meremehkan Ragil berjalan membelakangi ragil


Ragil mematikan rokok nya melemparkan ****** rokok nya "Bajing*n " bergegas mendekat ke arah Kapten Neraka dan menendang ke arahnya, namun kapten neraka sudah memprediksi itu tanpa melihat dia dengan mudah menangkap kaki yang ingin menendang nya itu dengan cepat melempar nya membuat ragil lagi-lagi terjatuh


"Hanya segini ingin melawan ku!! " Ucap kapten yang berjalan ke arah ragil, ragil bangun dan ingin kembali menyerang kapten kali ini dia melayangkan tinjuan nya, Lagi-lagi kapten Neraka berhasil menangkap tangan itu menariknya dan memukul keras bagian leher Ragil, membuat ragil jatuh pingsan


"Kau masih diam! " Melihat anaya yang duduk santai melihat pertandingan mereka


"Aku hanya menikmati pertandingan kapten Neraka, benar-benar sesuai namanya kapten kau hebat" Ucap anaya mengedipkan matanya


Kapten berdehem menenangkan jantung nya yang bergemuruh karena godaan dari anaya, hanya kedipan mata mampu membuat kapten Neraka salah tingkah


"Aku sudah menyelesaikan bagian ku , apa lagi rencana mu" Ucap kapten dengan menekan rasa gugupnya


"Bantu aku membawa nya ke atas gedung" Ucap anaya


"Hah benar-benar menyusahkan harusnya aku menjadi penonton kenapa aku yang malah membereskan nya?! " Ucap kapten Neraka kesal


"Akan ku traktir minum setelah kita selesai menghukum bajing*n ini"


"Terserah saja" Ucap kapten yang mulai menyeret ragil ke atas menuju atap


Saat ini Anaya sedang mengikat ragil di sebuah kursi yang dia bawa.


"Apa kau sudah mendapatkan orang yang aku inginkan kapten? " Tanya anaya lagi

__ADS_1


"Kau benar-benar gila menyuruh ku mencari hal seperti itu" Kapten Neraka menarik tangan anaya yang sudah selesai mengikat ragil, membuat anaya dan Kapten tak memiliki jarak "jadi apa yang aku dapatkan setelah membantu mu sekeras ini" Ucap kapten yang ingin menggoda anaya, tapi anaya bukan wanita yang mudah di goda dia kemudian menarik kerah kapten Neraka membuat jarak wajah mereka semakin dekat


"Apakah kapten Neraka tertarik dengan ku? apa kapten Neraka ingin aku menjadi wanita nya" Ucap anaya sengaja balik menggoda kapten Neraka


Deggggg.... deggg... dengg.. jantung kapten sekarang tak bisa di kontrol melihat anaya yang menggodanya


Kapten Neraka segera melepaskan tangan anaya darinya, dia yang ingin menggodanya anaya tak di sangka malah hatinya tak sanggup melihat anaya yang sekarang begitu menggoda di hadapan nya


"Sudahlah aku akan berhitung nanti padamu, wanita! " Ucap kapten itu sedikit menjauh dari anaya dia segera menenangkan jantung nya


Namun Anaya yang tidak mengerti apa yang kapten rasakan dia malah berjalan mendekat ke arah kapten yang menatap langit berbintang itu


"Sekian lama" Ucap anaya yang melihat bintang dari atas gedung tanpa penghalang apapun


"Lebih bagus saat di atas gunung" Ucap kapten Neraka yang membicarakan bintang-bintang di atas


"Benar, di atas gunung terlihat begitu dekat, ini seperti melihat kedua orang tua ku" Ucap anaya pada kapten Neraka


Anaya menatap ke arah kapten Neraka ada yang ingin anaya katakan tapi tak berapa lama orang yang kapten minta datang sudah datang


Kapten bergidik ngeri melihat para lelaki yang di bawa bawahan nya itu


"Kapten kami telah membawa semua yang kapten minta" Ucap anak buah kapten melapor pada bosnya


"Bagus, kalau begitu bangunkan dia!! " Ucap kapten Neraka menatap ke arah ragil


Sedangkan anaya memilih senjata yang di bawakan anak buah Kapten Neraka


Anak buah kapten Neraka membuka satu tutup botol air 5l dan menuangkan nya di kepala Ragil, membuat Ragil terbangun dan tertelan banyak air yang masih mengucur di atas kepala nya


Setelah air itu habis, Ragil mulai sadar tubuhnya sudah terikat di atas kursi dan berada di bibir gedung

__ADS_1


"Hei kau sialan! lepaskan aku" Ucapnya terus bergerak mencoba melepaskan dirinya


"Bergerak lah! dan jatuh menjadi mayat di bawah" Ucap anaya sinis, dia berbicara sembari mengatur senjata di tangannya senjata laras pendek itu siap membidik ke arah Ragil


Ragil terdiam dia menengok hati-hati ke samping dia benar-benar berada di ujung tanduk membuatnya menelan kasar ludahnya


"Apa yang ingin kau lakukan padaku! apa kau ingin uang? ak.. aku bisa memberikan semua u... uangku tapi lepaskan aku!! " Ucap nya, kali ini sikap sombong Ragil tadi telah runtuh


"Hahaha uang! apa penderitaan ku bisa kau ganti dengan uang dokter Ragil? " menatap tajam ke arah Ragil mata anaya kini di penuhi dengan dendam dokter yang meresepkan obat yang membuat nya obesitas ada di depan matanya sekarang


"Ka.. kau sebenarnya siapa? " Ucapnya menatap Anaya, Ragil benar-benar tidak mengenalnya


"Kau lupa?! baik aku akan mengingat kan mu, Stella!! " Ucap anaya tersenyum sinis membuat dokter itu mengingat siapa anaya


"Tidak mungkin, kau anaya!! gadis bodoh dan gemuk itu tidak mungkin!! " Ucap ragil tak percaya


"Apa kau tidak mengenali ku! dokter bagaimana kau menyuntikkan obat yang membuatku ingin makan membuatku tidak bisa mengontrol nafsu makan ku!! apa kau ingat! " Ucap anaya yang mulai menembak ke sembarang arah membuat ragil ketakutan badannya mulai bergetar


"Ak.. aku hanya di suruh! Stella semua ini salahnya, a.. aku di paksa oleh nya!! " Ucap ragil membela diri


"Ah benarkah?!! di paksa atau kau suka rela melakukan nya!! aku lihat kau sangat bersenang-senang dengan banyak gadis! kau merenggut keperawanan nya dan mengatakan janji masi pada mereka, benar-benar dokter bej*t!!" Ucap anaya geram bagaimana orang seperti mereka itu jadi dokter anaya benar-benar tidak habis pikir orang yang harusnya menyelamatkan mereka malah menjadi iblis berbungkus wajah malaikat


Anaya kembali menarik Pelatuk nya, lagi dan lagi ke arah Ragil meski anaya tidak membidik nya secara benar, anaya ingin merusak mental Ragil, bunyi tembakan menghiasi hening malam di atas gedung itu


"Bagaimana dokter apa kau siap bertemu Raja Neraka!! aku titip salam untuk nya" Anaya membidik namun sengaja hanya menyerempet ke telinga Ragil


"Hahaha kau pikir kau akan mati dengan mudah!! tidak akan! kau sangat senang mempermainkan para wanita sekarang giliran mu untuk di permainkan" Ucap anaya terlihat begitu kejam


mengangkat tangan nya pada laki-laki yang di bawa anak buah kapten Neraka itu "Kalian bersenang-senang lah" Ucap anaya berjalan pergi di ikuti kapten Neraka dan anak buahnya


kapten Neraka bergidik ngeri setelah melangkah pergi "menjijikkan" Ucap kapten Neraka itu membayangkan ragil akan melakukan hubungan seperti itu bersama laki-laki dia benar-benar Bergidik ngeri menatap anaya

__ADS_1


Anaya benar-benar kejam membalaskan dendam para wanita itu dengan melecehkan Ragil *Benar-benar Devil" Ucap kapten Neraka menatap punggung anaya yang berjalan di depan nya


__ADS_2