Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Ekstra part 4


__ADS_3

"Lepaskan aku! " Ucap Anaya yang segera menyingkir dari Nick, membuat Nick bingung "Jangan mengikuti ku! " Anaya bergegas pergi meninggalkan Nick yang masih bingung namun melihat dari wajah pucat Anaya mungkin terjadi sesuatu dengan putranya.


Nick mengambil handphone nya "Jimmy cari tahu apa yang terjadi dengan Erick di sekolah" Ucap Nick yang segera mematikan telpon nya berlari ke depan untuk mencari taksi. Tuhan memang berpihak pada Nick setelah mobil Anaya melenggang keluar, Satu taksi lewat tepat di belakang nya


Nick segera mengikuti Anaya," Ikuti mobil di depan pak" Ucap Nick, di dalam taksi dering HP Nick berbunyi "Seperti nya Erick di culik" Ucap Jimmy dari seberang


"Lacak keberadaan mobil itu, kirim lokasinya padaku aku mau secepatnya" Ucap Nick yang merasa sangat khawatir saat putranya di culik dia bahkan tidak di perbolehkan ikut dengan Anaya. "Kali ini aku tidak akan membiarkan mu dalam kesulitan sendiri Anaya" Ucap Nick dengan sungguh-sungguh.


Chiiiitt.......


Rem tiba-tiba di injak membuat Nick sedikit terbentur


"Ada apa ini? " Nick bertanya kenapa tiba-tiba supir taksi mengerem secara mendadak.


"Maaf Tuan ada pejalan kaki tertabrak" Ucapnya sambil melajukan lagi mobilnya, dia kehilangan jejak Anaya. "Tuan kita kehilangan jejak mobil tadi" Ucap supir taksi itu sedikit takut dia merasa bersalah bagaimanapun dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik "Maaf tuan" Ucapnya lagi.


"Tidak apa turunkan aku di persimpangan di depan" Ucap Nick yang sudah berkirim pesan dengan Jimmy


"Baik tuan" Ucap supir itu.


Nick melihat mobil Jimmy sudah berada di sana, Nick turun membayar lebih taksi itu melihat supir yang sudah tua wajar saja performanya kurang baik.


Nick segera turun dan masuk ke mobil yang di kendari Jimmy "Bagaimana apa ketemu lokasi nya? " Tanya Nick khawatir.


"Mobil yang membawa Erick berputar-putar seperti nya Erick telah di pindahkan di mobil lain" Ucap Jimmy menerangkan


"Sialan!! siapa yang berani menculik Anak ku" Ucap Nick marah


Di sisi Anaya, dia sampai di tempat dimana Erick berada.


"Kau sudah di sini? cepat sekali bahkan aku belum memberitahu mu dan kau sudah sampai! " Ucap wanita di depan Anaya.

__ADS_1


"Ck! rubah sudah memperlihatkan ekornya! kau pikir ini di negara siapa? lagi pula dari dulu aku lebih pintar darimu lebih cantik dan lebih cerdas, maka itu kakak mu itu tergila-gila denganku" Ucap Anaya sengaja memancing emosi Rachel ya orang yang ada di depan Anaya adalah Rachel.


"Berisik!!! kau beraninya memprovokasi ku, jika kau berani macam-macam aku akan membunuh putramu " Ucap Rachel sembari menginjak anak kecil yang tengah terikat itu. Rachel mengambil pistol di sakunya "Jadi siapa dulu yang akan menemui dewa kematian" Ucap Rachel sombong


"Hahaha kau ingin membunuh ku dan anak ku? apa kau pikir setelah kematian ku dan anak ku, Nick bisa mencintai mu! dia tidak akan, dia malah akan semakin membencimu apa kau tau itu" Ucap Anaya berusaha mengalihkan fokus Rachel


"Jika dia membenciku biar ku buat dia sangat benci dengan seorang wanita agar setelah kepergian mu dia tidak akan bersama wanita lain, jika aku tidak bisa mendapatkan nya wanita lainpun tidak boleh"


Anaya bergidik ngeri mendengar ucapan Rachel, dalam pikiran Anaya Rachel bukan dalam tahan orang jatuh cinta namun terobsesi. "Kau sudah gila!! " Ucap Anaya


"Hahahaha benar aku sudah gila, semenjak kau pergi dia bahkan tidak mau menengok wajahku berbicara pun enggan apa lebihnya kau di banding aku hah!!! "


Praaakk... pistol itu terjatuh Anaya yang sudah berjalan mendekat mengukur ketepatan tendangan nya berhasil menendang pistol itu jatuh dari tangan Rachel. "Aku lebih segalanya darimu! Rachel" Ucap Anaya.


"Brengs*k!!!! Hajar wanita itu jika perlu hajar sampai mati" Ucap Rachel pada 4 orang penculik yang di sewanya


Anaya bersiap 4 orang mengepung Anaya bergantian menyerang Anaya, Anaya terus melawan dan menghindar, sedangkan Erick sedang mencoba melepaskan ikatan pada tubuhnya, ikatannya benar-benar diluar dugaan tangan kaki di ikat badan kemudian di ikat lagi, mata Erick di tutup bibir Erick di lakban, benar-benar tidak ingin melepaskan Erick, Rachel telah memperhitungkan mungkin saja Erick anak yang jenius jadi Rachel mengikatnya lebih hati-hati untuk mencegah dia kabur


Anaya membalas setiap pukulan yang di terimanya, dua pengawal jatuh karena tendangan Anaya, hari ini Anaya tidak membawa pisau lipatnya benar-benar Anaya kesulitan, hanya bisa menghajar organ vital dengan sekuat tenaga untuk melumpuhkan kinerja mereka.


Namun perlawanan Anaya terhenti saat Rachel mendapatkan kembali pistol nya dan menginjak tubuh kecil Erick "Kau ingin terus melawan baik kalau begitu bersiap melihat putra mu bertemu dewa kematian" Teriak Rachel yang mampu membuyarkan fokus Anaya "Menyerah lah! " Teriaknya lagi


Kali ini Anaya tidak berkutik orang yang paling berharga ada di tangan Rachel.


"Pegang dia, ikat tangan nya biarkan dia berlutut" Ucap Rachel.


Anaya berlutut dalam kondisi terikat, Erick bisa melepaskan tali yang di ikat di tangannya namun dia harus berusaha lagi melepaskan tali yang mengikat tubuhnya.


"Anaya jadi siapa yang akan mati terlebih dulu!! " Tanya Rachel


Anaya tanpa ragu menjawab "Aku" itu karena Anaya sudah menghubungi El dia berharap jika ada yang harus mati adalah dirinya bagaimana pun Anaya sudah merasakan kematian.

__ADS_1


"Kalau begitu anakmu saja" Ucap Rachel yang membuat Anaya mulai khawatir


"Hahaha kau ini benar-benar bodoh ya, pantas saja Nick tidak tertarik pada mu" Anaya mulai membuat dialog


"Diam kau berisik!! " Rachel sangat geram mendengar cacian Anaya.


"Jika aku jadi kau, aku akan membuat Nick bertekuk lutut dengan cara mengancam nya dengan putranya, dan wanita yang melahirkan putranya akan aku bunuh, aku mendapat kan dua burung dengan satu tembakan tapi kau bodoh sekali!! " Anaya lagi-lagi memprovokasi Rachel


"Siapa yang kau bilang bodoh jal*ng!!! wanita sialan matilah kau" Ucap Rachel


Dooor........


suara tembakan memecah kesucian Anaya hanya bisa pasaran dan memejamkan matanya. namun Anaya merasa ada yang menggantikan nya dia berada di pelukan seseorang, Anaya membuka matanya melihat pria tampan itu tersenyum menatapnya dan terjatuh "Nick!!! " Teriak Anaya yang melihat darah menetes dari tubuh Nick


Rachel terkejut dan tersadar dia dengan reflek melempar pistolnya ke bawah, Jimmy segera meringkus Rachel dan Anak buah Nick meringkus penculik yang Rachel sewa


El dan Kelly segera melepaskan ikatan Erick dan Anaya, saat ikatan Anaya terlepas dia memeluk Nick "Kau harus bertahan" Ucap Anaya


"Untuk apa? wanitaku saja tidak menginginkan ku" Ucap Nick yang membuat hati Anaya tersayat bulir matanya tak bisa di bendung. "Anaya seperti yang kau bilang kau tidak membutuhkan ku"


"Aku membutuhkan mu Nick aku membutuhkan mu, jangan bicara lagi kita ke rumah sakit" Anaya tak kuat lagi membendung air matanya


"Kalau begitu mau kah kau menikah denganku" Ucapan Nick membuat Anaya bingung bagaimana di saat kritis seperti ini dia malah melamarnya.


"Kau bicara apa kau harus ke rumah sakit" Ucap Anaya yang berusaha membawa Nick bangun di bantu dengan El.


"Apa kau menolak ku? apa kau tidak ingin menikah dengan orang yang mau mati" racau Nick membuat dada Anaya semakin sesak


"Kita menikah ayo kita menikah setelah kau sembuh" Ucap Anaya yang mendapatkan senyuman dari Anaya perlahan mata Nick terpejam


"Nick bangun Nick!!! " Teriak Anaya dengan air mata yang sudah membasuh di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2