
Saat ini Ros tengah mengemudikan mobilnya, menuju ke pinggir kota, tempat yang agak jauh dari tempat tinggal Nick.
Hari sudah siang dan mereka hampir sampai, Ros menepikan mobilnya dan kemudian turun " Ayo kita harus berjalan kaki, karena tempatnya tidak bisa di lewati mobil" Ucap Ros yang di mengetahui oleh Anaya.
"Ok, aku mengerti" Anaya turun dari mobil dan melihat sebuah tangga yang menjulang ke atas.
Ros mulai menaiki Anak tangga yang sangat banyak itu, itu mengingat kan Anaya dengan camp pelatihan.
Ros dan Anaya menikmati perjalan anak. tangga itu sembari membahas banyak hal sampai akhir nya mereka berada di ujung anak tangga
Anaya terkagum-kagum dengan bangunan yang indah " Apakah ini sebuah kuil? " Tanya Anaya
"Bukan ini hanya tempat wisata biasa di sini juga ada pemandian air panas, hanya orang tertentu yang tau di balik ini semua adalah tempat jual beli senjata.
" Wah benarkah di sini ada onsen aku ingin berendam di air hangat yang nyaman" Ucap Anaya
"Tidak jadi melihat senjata? "
"Tentu saja jadi, aku akan berendam setelah melihat semuanya"
"Baiklah ikut aku" Ros membawa anaya jauh dari tempat indah itu lebih tepatnya seperti sebuah hutan.
"Ada larangan masuk ke sini, apa tidak masalah" Tanya Anaya khawatir soalnya tadi dia melihat tanda di larang masuk area hutan.
"Itu hanya sebuah tipuan Anaya, sebuah pengalihan orang yang sudah tau tempat apa ini sebenarnya, mereka akan langsung masuk tanpa takut apapun"
"Ok aku percaya padamu Ros" Mereka bedua terus berjalan sampai menemukan sebuah bangunan klasik, tidak begitu mewah dan tidak begitu kecil.
"Kita sudah sampai" Ucap Ros yang menghentikan langkahnya terlihat ada dua orang yang menghampiri mereka.
"Apa yang ingin kalian lakukan di sini! " Tanya satu orang bertubuh besar itu.
"Membeli dua atau tiga ekor kelinci" Ucap Ros, ya Ros mengucapkan kata sandi untuk masuk ke dalam toko senjata api yang terlihat seperti villa sederhana itu
"Baik silahkan masuk Nona" Ucap orang bertubuh besar itu.
"Apa itu kata sandinya " Bisik Anaya pada Ros, Ros hanya mengangguk.
Mereka masuk ke dalam, baru melangkah kan kakinya semua tipe senjata berbaris rapi di kelompok nya, pisau lipat, pistol, dan masih banyak lagi senjata yang lainnya
Mata Anaya berbinar melihat semua perlengkapan senjata di hadapan nya "Ros ini surga senjata? " Tanya Ros.
"Seperti itu, kau bisa melihat sampai ke dalam semua hanya berisikan senjata"
"Kau sering kemari? " Tanya Anaya penasaran
"Tidak hanya beberapa kali, mengambil barang yang Tuan Nick, kapten Atau Tuan Nathan pesan.
__ADS_1
" Wow aku jadi penasaran dengan pemilik tempat ini" Ucap Anaya
"Anaya jangan jatuh kan dirimu kedalam hal. yang seharusnya tabu untuk mu, aku sendiri juga tidak pernah melihat pemiliknya, lebih baik cepat kau melihat nya, aku takut kita akan kemalaman" Ros mengingatkan Anaya.
Mata Anaya saat ini tertarik pada sebuah pena yang ikut di pamerkan di antara banyak senjata "Kenapa ada pena di sini apa pena termasuk senjata? "
"Ini bukan hanya sekedar pena, ini sama dengan stun gun, mereka membuat nya lebih sempel tapi saya setrum nya tidak kalah dengan stun gun yang ada di pasaran" Ros menjelaskan.
"Wah, aku ingin membelinya satu" Ucap Anaya memilih stun gun berbentuk pena Itu
Ros tau Anaya tidak akan hanya melihat dia tentu akan membeli sesuatu tapi selama itu untuk menjaga dirinya Ros akan membiarkannya.
Anaya masih memilih beberapa senjata yang ingin dia bawa pulang, dan berakhir dengan satu tas penuh senjata yang Anaya beli.
Anaya membayar nya dengan kartu yang Nick berikan untuk nya, Anaya merasa puas bisa membeli banyak senjata yang dia inginkan.
"Ros apa kau lapar apa di pemandian air panas ada tempat makan? " Ucap Anaya
"Tentu saja ada"
"Baiklah kita makan dan berendam sayang sudah sampai sini dan kita tidak berendam" Anaya memberikan senyum kudanya.
Ros hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan Anaya.
Mereka akhirnya makan mie ramen dan memanjakan tubuh mereka dengan berendam di onsen itu.
Ros sedikit mempercepat laju mobilnya, dia tidak ingin terlalu malam sampai kediaman Nick.
Anaya dan Ros kini sudah sampai di rumah Nick. Ros dan Anaya turun dan masuk ke dalam rumah.
Paman aji menyambut kepulangan Anaya dan Ros.
"Paman apakah Tuan Muda belum pulang? " Tanya Anaya pada paman aji
"Tuan belum pulang Nona Anaya"
"Baiklah aku mengerti, Ros kita bersihkan diri dulu dan makan bersama ok" Ucap Anaya berjalan menaiki anak tangga dan pergi ke kamar
Anaya menaruh barang-barang yang dia beli ke tempat di mana menurutnya itu adalah tempat paling aman untuk menyimpan nya.
Anaya kemudian mandi dan membersihkan dirinya, cukup lama Anaya mandi dan sudah merasa segar kembali, Anaya kemudian mengganti bajunya.
Anaya melihat handphone nya, terlihat ada pesan masuk di HP nya, Anaya mengernyit kan dahinya. kemudian membawa HP nya turun bersama nya untuk makan malam.
Ros sudah menunggu Anaya sembari menghangatkan masakan yang sudah paman aji sajikan.
"Kita makan? " Tanya Ros
__ADS_1
Anaya tersenyum sebentar dan mengangguk, Anaya tidak terlihat sedang bernafsu untuk makan mood nya juga terlihat berubah.
"Anaya kenapa hanya makan sedikit? " Tanya Ros
"Apa biasanya aku makan sangat banyak? " Anaya mencoba untuk bercanda
"Bu.. bukan begitu maksud ku , hanya saja porsi makan mu tidak seperti biasanya" Ros menjelaskan agar tidak menyinggung perasaan Anaya
"Aku mengerti hahaha, aku hanya bercanda aku hanya kelelahan mungkin, jadi mengurangi nafsu makan ku" Anaya menjelaskan dan terlihat wajah Ros merasa lega.
Setelah Anaya makan, Nick baru saja pulang "Apa kau sudah makan? " Tanya Anaya
"Sudah aku sudah makan, aku bertemu dengan klien ku di restoran jadi mau tidak mau aku harus makan" Nick menjelaskan
"Aku mengerti, apakah dia cantik? "
"Apa yang kau katakan klien ku seorang om om, apakah om om bisa terlihat cantik" Ucap Nick lagi
"Ya mungkin saja" Anaya memaksakan tawanya dan di sadari oleh Ros.
"Kau tidak pandai bercanda, bagaimana hari mu, apa senang menghabiskan uangku? " Nick mengalihkan pembicaraan nya
"Tentu saja aku sangat menyukai menghabiskan uangmu, apa kau tidak menghabiskan uangmu di restoran" Anaya lagi-lagi mengungkit kata Restoran
*Kenapa Anaya berbicara tentang restoran lagi, apa ada yang salah? Tuan muda tidak akan selingkuh bukan? " Ucap Ros dalam hati.
"Tenang saja yang membayar adalah kantor tidak akan mengurangi uangku" Ucap Nick, Nick ingin memeluk Anaya, tapi Anaya memundurkan dirinya
"Kau bau, cepat bersihkan dirimu!! " Ucap Anaya dan membuat Nick menghela nafasnya
"Baiklah, aku tau" Nick segera pergi ke kamar
Anaya menghela nafasnya, dan Ros menarik tangan Anaya
"Apakah ada yang terjadi? " Tanya Ros
"Tidak ada aku baik-baik saja, Ros aku harus ke kamar, kau juga harus beristirahat" Ucap Anaya
Anaya masuk kedalam kamar dan melihat Nick masih di kamar mandi, dia menyalakan HP nya dan terlihat pesan yang masuk di HP nya
sebuah foto Nick membawa Rachel keluar dari restoran, entah mengapa hati Anaya sangat sakit tanpa sadar air mata mengalir di pipinya.
*Anaya kau harusnya tau, kau tidak akan bisa menjadi satu-satunya " Ucap Anaya menghapus air matanya
#Hai kakak readers Event di tutup jam 5 sore ya, untuk yang tidak segera masuk gc akan didiskualifikasi. karena sarat dan ketentuan berlaku
TERIMAKASIH
__ADS_1