Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 92


__ADS_3

Dua hari setelah kepergian Rachel hubungan Anaya semakin intens dengan Nick, Anaya selalu menyiapkan sarapan untuk Nick, bagaimanapun Anaya berterimakasih kepada Nick, kalau dia tidak menyelamatkan Anaya, mungkin dia akan berada di tangan Araga.


Anaya sedang memotong daging ayam, dia ingin memasak ayam karage untuk Nick, tiba-tiba dia teringat dengan Mike yang juga beberapa kali membantunya balas dendam "Haruskah aku memasak lebih? " Tanya Anaya pada dirinya, dan dia akhirnya memasak lebih banyak ayam karage itu.


Anaya sadang menuang tepung ke dalam wadah, tiba-tiba dua buah tangan merangkul perut rata Anaya membuat Anaya terkejut dan melempar kan tepung itu kebelakang.


Terdengar helaan nafas yang terdengar kesal, Anaya memutar tubuhnya dan benar saja Anaya membuat wajah tampan Nick di penuhi dengan tepung "Maafkan aku, aku tidak sengaja" Anaya sibuk mengusap wajah Nick yang terkena tepung, bukan nya bersih tepung itu malah rata di wajah Nick membuat Anaya tertawa


"Sudah bermain-main nya, sekarang giliran ku untuk menghukum mu" Ucap Nick dengan tatapan penuh Arti menyeringai sembari mengedipkan matanya.


"Aku tidak bermain-main aku memang tidak sengaja" Anaya menggembungkan Pipinya, dan berucap manja pada Nick.


"Kau tidak bermain tapi lihat wajahku sekarang pasti seputih tepung kanji" Ucap Nick dia berjalan mendekati Anaya membuat Anaya mengikuti langkah kaki Nick dia mundur, Nick mengangkat Anaya di samping tempat Anaya membuat adonan karage.


"Apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Anaya yang memiliki firasat buruk.


"Sepertinya kita belum pernah bermain di dapur" Ucap Nick menyeringai dan mulai mencium bibir Anaya.


Anaya mencoba mendorong tubuh Nick, namun tidak bisa karena Tubuh Nick lebih besar dari tubuh Anaya dan posisi mendominasi Nick siapa yang bisa menghentikan nya sekarang.


Anaya memukul pelan dada Nick membuat Nick berhenti mencium Anaya, namun itu tidak berlangsung lama.


"Nick jangan lakukan di sini, jika ada orang bagaimana? " Tanya Anaya yang membuat Nick tersenyum, ini kali pertama Anaya memanggil namanya dengan lembut tanpa ada tuan atau apapun. Nick semakin ingin melakukan olahraga orang dewasa itu.


"Panggil nama ku lagi Anaya" Ucap Nick yang mulai menciumi leher Anaya, jemarinya bermain di telinga Anaya, hembusan hangat menerpa telinga Anaya begitu menggoda.


Nick kembali mencium bibir Anaya kemudian berlanjut dengan leher Anaya, sekian lama melakukan pemanasan, membuat mereka kehilangan pakaian mereka


Nick mengarahkan junior nya untuk masuk ke ruangan sempit milik anaya itu di dapur miliknya.


Suara-suara mulai terdengar di dapur itu, seperti sebuah nada, desah*n itu semakin cepat terdengar

__ADS_1


"Nick, eemmm" suara itu terus terdengar dan berakhir dengan lenguhan panjang dari Nick dan Anaya.


Anaya memeluk tubuh Nick begitupun Nick, mereka berdua sudah bermandikan keringat sepagi itu.


Nick Akhirnya menggendong Anaya ke kamar mereka "Turunkan aku? " Ucap Anaya


"Kenapa? apa badanmu tidak terasa lengket? " Tanya Nick sengaja.


"Kau menyentuhnya kau tau betapa lengketnya aku"


"Lalu kenapa kau tidak ingin mandi bersama denganku? "


"Kau bohong kau tidak mungkin hanya memintaku mandi bukan? " Ucap Anaya yang curiga Nick akan mengajaknya bermain di kamar mandi.


"Apa yang kau pikirkan? tapi aku suka pikir itu bagaimana jika kita melakukan nya di kamar mandi? " Nick mengedipkan matanya.


"Tidak-tidak aku sudah cukup lelah tuan Nick apa kau tidak kasihan dengan pacarmu ini? "


"Tidak, hahaha" Nick tertawa bahagia sembari berjalan ke kamarnya dengan susah payah menutup pintu dan membawa Anaya masuk ke kamar mandi.


Anaya menghela nafasnya "Kau ingin mandi atau ingin sesuatu yang lain, hei hei tuan muda tidak tahu malu, di mana tangan mu kau letakkan" Teriak Anaya


"Aku memang tidak tahu malu, tapi Anaya perlu kau ingat aku memperlihatkan sisi tidak tau Malu ku hanya padamu tidak pada wanita lain, kau yang pertama, kau satu-satunya, dan kau yang terakhir" bisik lembut Nick di telinga Anaya yang membuat wajah Anaya memerah sepenuhnya


Deg.. Deg... Deg...


Detak jantung keduanya berdetak lebih cepat seperti genderang perang, Anaya mendengar detak jantung Nick dan Nick merasakan detak jantung Anaya, keduanya telah jatuh pada lingkaran cinta.


Nick lagi-lagi tidak bisa menahan godaan tubuh indah Anaya, Nick meniup kecil telinga Anaya "membuat nafas Anaya memburu"


Dia lagi-lagi memanfaatkan hari ini untuk berolahraga bersama dengan Anaya untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Nick sedikit mengangkat tubuh Anaya untuk duduk , Anaya tidak bisa menolak saat sesuatu yang keras menerobos pertahanan nya


"Ehh hmmm " Hanya itu tanggal terdengar dari mulut Anaya sembari menutup matanya menikmati setiap hentakan yang Nick buat dan berakhir dengan tubuh keduanya mengejang merasakan sesuatu yang berakhir dengan sebuah pelukan hangat dari Nick.


"Terimakasih Anaya" Ucap Nick


Setelah mandi mereka berdua berpakaian, Anaya memilih menidurkan dirinya di ranjang empuk, sedangkan Nick bersiap untuk ke kantor.


"Apa kau tidak lelah? " Tanya Anaya yang merasa tubuhnya sudah hampir remuk di buat oleh Nick.


"Tidak" jawab singkat Nick


"Benarkah? " Anaya tidak tau sebegitu kuatnya Nick


"Apa kau tidak percaya? apa aku perlu membuktikan nya lagi" Nick Mengendorkan dasinya dan melihat ke arah Anaya.


Anaya seketika menarik selimut nya dan menutupi seluruh tubuhnya " Aku tidak perlu bukti kau pergi saja ke kantor" Teriak Anaya kesal dan malu dia menyembunyikan wajahnya di balik selimut, dia tidak ingin lagi sepagi ini berolahraga tiga kali. *Anaya apa yang kau tanyakan kau bodoh, memancing raja singa yang tidak punya lelah" Ucap Anaya merutuki kebodohan nya.


"Benarkah aku tidak perlu membuktikan nya"


"Tidak perlu! terimakasih, Tuan Nick segeralah mencari uang untuk menghidupi wanita mu ini" Ucap Anaya


"Tanpa bekerja aku bahkan masih bisa menghidupi mu dengan bergelimang harta"


"Tidak terimakasih, aku tidak suka pria ku menjadi pengangguran" Ucap anaya yang terus membuat alasan untuk Nick pergi, padahal orang yang memancing pertanyaan itu dia sendiri, tapi dia sendiri tidak tau Nick akan merespon seperti apa yang sering Anaya katakan, tuan muda tidak tau malu.


"Baiklah pria mu ini akan bekerja keras dan menghasilkan ribuan ton uang hingga wanita ku akan kebingungan untuk menghabiskan nya" Ucap Nick tersenyum dia berjalan ke arahan Anaya, membuka selimut Anaya.


Anaya ingin menutupi dirinya lagi namun terlambat saat Nick sudah berhasil mencium kening Anaya "Aku berangkat" Ucap Nick sembari tersenyum, senyuman yang begitu hangat. Membuat Anaya juga menguras senyumnya pada Nick.


Nick benar-benar bahagia mendapatkan senyuman dari wanita nya. *Anaya kau sangat cantik ketika tersenyum aku sudah tidak sabar untuk menjadikan mu pengantin wanitaku, setelah balas dendam mu berakhir, aku akan menikahi mu Anaya" Ucap Nick dalam hati.

__ADS_1


"Cepatlah berangkat nanti kau akan terlambat"


"Aku mengerti, kau istirahat lah aku akan pergi ke kantor" Ucap Nick yang mendapat anggukan dari Anaya.


__ADS_2