
Anaya terkejut saat mendapati wajah tampan yang pagi tadi berdebat dengannya kini memeluk nya dalam Gendongannya.
Tubuh Anaya semakin panas Anaya menggigit bibirnya, membuat Nick tidak suka melihat itu "Apa yang kamu lakukan!! " Menatap tajam Anaya.
Anaya hanya mencoba menahan gair*h panas pada dirinya. Dia juga masih menyimpan kesal karena perlakuan Nick padanya.
"Anaya jangan gigit bibirmu? biarkan aku membantu mu, menyembuhkan panas pada dirimu? "
Anaya hanya diam, kekesalan nya masih Nick rasakan karena diamnya Anaya membuat Nick merasakan sesak sendiri, Nick tidak suka saat Anaya bersikap dingin padanya.
Di sisi lain Jimmy dan anak buahnya sudah membereskan kedua dokter itu, tiba-tiba seseorang yang baru datang berlari
"Wanita apa kau baik-baik saja! " Teriak kapten yang baru saja masuk dia tidak tau suasana yang sudah terjadi.
"Kau terlambat tuan muda kedua, nona Anaya sudah di bawa oleh Tuan Nick" Ucap Jimmy yang hendak menolong Ros.
Terlihat kekesalan di wajah Kapten neraka, dia mengepalkan keras tangannya dia kecewa pada dirinya yang tidak bisa lebih cepat dari kakaknya membantu Anaya.
Ros yang hampir di kuasai obat perangsang itu, melihat kemarahan dan kekecewaan di mata Kapten Ros menampar kuat dirinya.
Plaaakkkk.........
Tamparan mendapat pada wajah Ros sendiri. Ros ingin menyadarkan dirinya dari efek obat perangsang itu, dan juga untuk menyadarkan dirinya bahwa hati kapten bukanlah untuk nya.
Semua orang terkejut dengan tamparan keras itu, wajah Ros yang putih menyebabkan bekas tamparan itu terlihat jelas.
"Ap.. Apa yang kau lakukan Ros? kau melukai dirimu sendiri? aku akan segera membantumu mendapatkan obat penawarnya" Ucap Jimmy yang tidak tega dengan teman seperjuangan nya itu.
dalam kesempatan itu Arga untuk mencoba bergerak kembali ke kamar mandi itu, namun gerakan nya di lihat oleh Kapten neraka, dia menghampiri laki-laki berhati keji itu "Kau mau kemana? dokter keji seperti mu sebaiknya aku yang menyelesaikan nya? "Ucap kapten neraka.
Namun Jimmy memiliki firasat jika kapten yang membereskan Arga, dia tidak akan baik-baik , tuannya pasti akan marah dan mengutuknya.
__ADS_1
" Tuan kedua lebih baik kau yang mengantarkan Ros, aku yang urus dokter itu" Ucap Jimmy yang takut tuan nya akan marah jika kapten neraka ikut campur.
"Kenapa? kau tidak percaya aku bisa mengurusnya? " Menatap tajam Jimmy.
"Bu.. bukan begitu Tuan Muda kedua mengertilah posisiku, kau tau alasanku" Jimmy mengatakan apa yang ada di pikiran nya.
"Ck! kalau begitu aku akan mengantarkan Ros" Ucapan kapten neraka yang mulai berjalan ke arah Ros, menggendong tubuh Ros, membuat tubuh Ros semakin panas.
Ros saja tidak pernah berani bermimpi untuk apa yang dia alami ini, ini adalah hadiah di tengah sebuah musibah bagi Ros.
"Kau bisa menahannya bukan? " Ucapan kapten pada Ros, Ros hanya bisa mencubit dirinya tanpa sepengetahuan Mike agar Ros tetap sadar dan tidak menerkam Mike dan membuat Mike membenci nya.
Mike berfikir sangat jernih dia tau apa yang terjadi pada Ros, Nick memutuskan untuk membawa Ros ke kamar mandi wanita.
"Berendam lah! jika tidak bisa basahi dirinya dinginkan tubuhmu, itu akan mengurangi obat perangsang yang Arga berikan" Nick memberitahu alasan kenapa dia membawa Ros ke kamar mandi wanita, dan menurunkan perlahan Ros
"Baiklah aku mengerti" Entah mengapa Ros merasa dirinya seperti nya kecewa dengan solusi yang di pilih Mike, mungkin di dasar hati Ros yang paling kecil dia ingin Mike memanfaatkan suasana dan merebut kesucian nya.
Mike melepaskan hoodie besarnya dan melemparkan nya pada Ros " Ganti dengan ini, kau bisa mengeringkan tubuhmu dengan pakaian mu" melempar hoodie besar itu
Ros hanya mengangguk dan memaksakan senyumnya, sebelum dia berhasil menangkap hoodie yang di lempar ke arahnya.
Ros melihat ada shower di situ, Ros melepaskan bajunya dan membasahi tubuh nya dengan air, tubuhnya terasa perih dan Ros mulai sadar sepenuhnya Ros menarik bibirnya kecil, mengusap wajahnya yang terkena guyuran air " Apa yang tadi aku pikirkan? Kapten tidak mungkin mau menyentuh ku? Ros beraninya kau berharap" Ros memarahi dirinya sendiri, dan terus membiarkan air membasahi dirinya.
Setelah selesai dia bergegas mengenakan hoodie yang di berikan kapten, tanpa sadar Ros menghirup hoodie itu "Inikah bau kapten, terimakasih Tuhan atas kesempatan nya" Ros tanpa sadar memeluk hoodie "Ini sudah cukup Ros bangun dan jangan bermimpi lagi" Ucap Ros yang menyadarkan dirinya yang terlena oleh aroma tubuh kapten yang bersarang di hoodie nya.
Ros keluar dengan rambut basah yang teguran hoodie yang terlihat seperti gaun di tubuhnya, membuat kapten sedikit terdiam melihat Ros yang sedikit berbeda dari biasanya, biasanya Ros hanya menguncir rambut nya sepanjang hari.
"Apa kau sudah sadar? " Tanya kapten memecah suasana
"Terimakasih kapten, aku sudah baik-baik saja" Ros menundukkan kepalanya.
__ADS_1
****
Nick membawa Anaya ke hotel terdekat, dia tidak mungkin bisa menahan tingkah Anaya yang menarik-narik baju miliknya, Anaya semakin merasa panas di tubuhnya.
Nick sudah menyuruh anak buahnya untuk reservasi dia tinggal masuk ke kamar yang sudah dong pesan.
Nick menutupi tubuh Anaya dengan jasnya dampak segera membawa Anaya ke kamar hotel.
Nick membaringkan tubuh Anaya di atas ranjang, Anaya menggeliat "Pa.. Panas.. ak.. aku tidak tahan panas" Menarik paksa bajunya dia sudah hilang kendali.
Nick mengusap kasar wajahnya, menelan ludahnya, bagaimana bisa sebagai laki-laki diam saja melihat wanitanya begitu menggugah nya.
Anaya sudah hilang kendali menarik Nick jatuh di atasnya Anaya menghembuskan nafasnya, mencium dengan ganas bibir Nick "emmm Ha.. haus.. " Ucapnya di sela menikmati bibir manis milik Nick.
Nick yang mendapatkan godaan dari Anaya tentu saja tidak bisa menolak kesempatan itu.
Anaya melepaskan ciumannya, Nick memulai aksinya "Kau benar-benar membuatku kecanduan Anaya" Mencium leher Anaya memberikan tanda merah di sana. "Kau selama nya akan menjadi milik ku Anaya, apapun terjadi kau adalah wanita satu-satunya milik ku"
Nick mendominasi permainan membuat Anaya terkulai lemas bersama dengan lenguhan panjang dari mulut Nick, Anaya yang kelelahan tertidur di ranjang itu. Nick memakaikan kemejanya untuk Anaya. dan Nick segera membersihkan dirinya.
Senja sudah menyapa hari berlalu dengan cepat, Anaya membuka perlahan matanya dia masih merasa sedikit pusing, namun saat matanya sudah mulai samar-samar melihat Anaya melihat kamar yang di tempati penuh dengan bunga mawar putih. Anaya melihat sepucuk surat di meja dengan satu buket mawar putih.
Anaya membaca pesan itu "Maukah kau memaafkan ku? " tertulis kalimat itu di atas sepucuk kertas. Anaya tak menyangka Nick akan bersikap semanis itu.
Anaya mandang sekeliling namun tidak menemukan orang yang dia cari, namun tiba-tiba pintu kamar terdengar akan di buka, Anaya segera berjalan di atas taburan kelopak bunga putih yang menutupi lantai hotel itu.
Saat dia berada di depan pintu benar saja pintu itu terbuka dan terlihat laki-laki tampan yang membawakan 99 tangkai bunga mawar merah.
"I'm sorry Anaya, maukah kau memaafkan laki-laki payah ini? " Ucapan Nick itu tanpa sadar membuat Anaya tersenyum.
"I LOVE YOU ANAYA" Ucap Nick lagi membuat Anaya tak mampu lagi mengendalikan perasaan nya, Anaya langsung mendekap erat laki-laki yang selalu membuatnya marah itu. "Maafkan aku, ayo kita pulang ke rumah kita" Bisik Nick yang semakin membuat Anaya tersenyum bahagia.
__ADS_1