Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 83


__ADS_3

Ros mengemudikan mobil sesuai dengan instruksi yang Anaya berikan. Mereka Akhirnya sampai di rumah sakit itu.


Mata Anaya memerah menahan Amarah melihat Mobil Arga terpampang di sana, Ros menghentikan mobilnya sedikit agak jauh, "Anaya apa kita langsung masuk? " Ucap Ros


"Kita langsung saja parkir mobilnya di parkiran mobil, lagi pula aku di sini bukan untuk jadi pengecut dan mengendap-endap.


" Tapi Anaya ini terlalu berbahaya masuk mengendarai mobil semewah ini akan menarik perhatian orang yang melihat nya"


Anaya mengangguk dia mengerti apa yang Ros ucapkan sebenarnya ada beberapa hal menganggu pikiran nya, jika mobil mereka parkir di mini market seperti yang Kapten lakukan dulu, kemungkinan untuk kabur saat ketahuan akan lebih sulit, karena kendaraan yang terlalu jauh, namun jika memarkirkan di halaman rumah sakit, lebih cepat mengakses nya saat ketahuan, tapi resiko ketahuan nya akan lebih tinggi karena mereka akan di awasi.


Anaya mencoba untuk berpikir jernih dan tidak mengutamakan egonya "Baiklah kita parkir di mini market di dekat sini" Anaya memilih pilihan itu karena dia tidak akan mungkin langsung di awasi.


"Baik, aku mengerti" Ros segera melajukan mobilnya sesuai dengan perintah Anaya.


Anaya menjelaskan detail rencananya kepada Ros, Ros mengangguk tanda dia mengerti.


"Bagus, Arga siap-siap untuk menjemput ajal mu" Ucap Anaya tangan mengeras dia benar-benar ingin menghabisi dokter keji seperti Arga.


Anaya dan Ros berjalan ke arah rumah sakit, sampai di Area rumah sakit Ros terlihat begitu lemah dan Anaya pura-pura kesulitan untuk memapah Ros.


Anaya memapah Ros masuk ke ruangan UGD, Seketika Ros mulai berakting memegangi dadanya.


Perawat menghampiri mereke "Apa yang terjadi pada teman anda Nona? " Tanya perawat itu terdengar ramah


"Teman saya memiliki riwayat penyakit Asma suster" Ucap Anaya yang langsung berekspresi sangat panik, sedangkan Ros sudah masuk dalam perannya dia terlihat seperti sedang sesak nafas.


"Tunggu sebentar saya akan panggil dokter nya" Ucap Suster itu yang memang di situ tidak ada dokter standby mungkin karena mereka sibuk mengambil organ para orang tak bersalah.

__ADS_1


"Ingat rencana kita, sejauh ini kita baru melihat 2 penjaga satu suster kita harus pastikan berapa banyak musuh kita" Ucap Anaya


"Baik Anaya aku mengerti, kau tenanglah" Ucap Ros, dia yakin rencana yang Anaya buat pasti berhasil.


"Tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun" Ucap Anaya mengingatkan Ros


Ros mengangguk tanda dia mengerti, perlahan tapi pasti terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka berdua.


Mata Anaya membulat dia tau betul siapa yang berada di depannya sekarang, bau amis tercium dari tubuh Dokter Arga yang berjalan semakin mendekat ke Ros.


Anaya mengepalkan tangannya menahan emosinya saat ini dia benar-benar jijik terhadap Arga dia ingin sekali menghabisi nya sekarang juga, tapi Anaya menahan amarah itu, dia belum tau betul kondisi nya.


Ros mulai memegangi dadanya nafasnya Tersengal-sengal terlihat seperti orang yang benar-benar menderita penyakit Asma.


Ros semakin menekan dadanya suara nafasnya semakin cepat.


"Dokter apa yang terjadi dengan teman saya dokter" Ucap Anaya terlihat sangat panik dan ketakutan, Anaya memerankan wanita-wanita lugu dengan kaca mata besar di wajahnya, membuatnya terlihat seperti gadis yang mudah untuk di tindas.


*Benar-benar menjijikkan! " Ucap anaya dalam hati dia benar-benar muak dengan orang-orang yang selalu berpura-pura baik, rasanya Anaya ingin menghancurkan nya dengan tangan nya sendiri.


"Dokter apa yang akan kita lakukan? apa dokter akan menyembuhkan nya? " Tanya suster itu serius.


Arga hanya berjalan dan mengambil suntikan dan mengisinya dengan obat " Suntikan padanya"


"Ini? " Suster itu tersenyum, senyuman yang terlihat sangat keji, dia mengetahui Arga tidak berniat untuk menyembuhkan pasien di depan nya namun berniat untuk menjual organ tubuh Ros.


"Lakukan" Arga malah duduk santai dan menonton suster itu menyuntikkan ke arah Ros Ros masih berusaha tetap tenang.

__ADS_1


Suster itu bersiap untuk menyuntikkan obat itu pada Ros, dengan cepat Ros berpura-pura menarik tangan suster itu dan membuat suster itu menyuntikkan obat itu pada dirinya sendiri, gerakan Ros sangat cepat benar-benar tidak terlihat olahraga orang lain, hanya terlihat seperti Ros sedang minta tolong.


Suster itu terkejut mendapati tangan nya yang lain telah tertusuk harus suntik itu dan yang lebih anehnya obat itu sudah di suntikan habis pada tubuhnya. "Do.. dok.. " Ucap nya terhenti saat kesadaran nya mulai hilang.


Ros berakting semakin menjadi, seperti hampir kehabisan nafas, seperti dugaan Anaya Arga tidak akan memeriksa nya jadi dia tidak akan tau kalau dia sedang berpura-pura, meskipun kejam Arga tetaplah dokter saat dia memeriksa Ros dia pasti akan tau Ros tidak menderita penyakit Asma.


"Ck! apakah dia bodoh! " Ucap Arga yang kesal melihat suster itu malah dengan ceroboh menyuntik diri sendiri.


Arga berdiri dari duduknya dan ingin mengambil suntikan lagi untuk Ros, Arga menatap Ros dia sedikit curiga "Tenanglah aku akan membantu mu, kau tidak akan sakit lagi ok, orang miskin seperti mu tidak pantas hidup lebih baik kau sumbangkan organ-organ mu untuk para orang kaya di luar sana" Ucap Arga.


Ros menahan emosi nya dia benar-benar ingin menghajar Arga sampai mati, bagaimana bisa ada dokter yang sekejam ini.


Arga bersiap untuk menyuntikkan obat itu ke Ros, Ros ingin melakukan triknya lagi tapi tak di sangka tiba-tiba Arga mengambil sesuatu di balik jas dokter nya dan menyemprotkan nya ke arah Ros, Ros yang tidak memiliki persiapan dengan tindakan mendadak Arga akhir nya masuk ke dalam perangkap Arga.


Arga menahan nafasnya cukup lama dia benar-benar tidak menghirup sedikit pun obat itu. "Merepotkan jika harus menyuntiknya" Arga tersenyum jahat.


"Sebelum membawanya ke ruang pembedahan aku lebih baik membereskan gadis di depan" Arga berjalan keluar dia dengan cepat menutup pintu. Arga berjalan menghampiri Anaya.


Anaya yang sigap dengan kedatangan Arga langsung saja berdiri dan menghampiri Arga " Dokter bagaimana keadaan teman saya? " Anaya memperlihatkan ekspresi khawatir, ekspresi ini bukan di buat-buat tapi dia benar-benar khawatir, ini sedikit meleset dari dugaan nya karena Arga keluar dari ruangan, harusnya Ros yang keluar.


*Sial apa Ros terjebak dengan triknya? " Anaya bergumam dalam hati namun mencoba tetap tenang.


"Nona seperti nya Penyakit Teman Nona sudah menjurus pada komplikasi, kita harus melakukan operasi sekarang juga, tapi sebelum nya Nona harus mengurus administrasi nya"


"Ba... Baik dokter, lakukan yang terbaik untuk teman saya" Anaya segera pergi ke arah ruang Administrasi, sedangkan Arga sedang tersenyum jahat menatap Anaya.


*Gadis lugu, setelah kau memberiku uang, akan ku pastikan kau akan menyusul teman mu, memberikan organ mu untuk para orang kaya di luar sana" Arga tersenyum jahat dan kemudian bergegas masuk untuk memindahkan Ros keruang eksekusi

__ADS_1


"Nah gadis baik, aku akan menolong mu dari rasa sakit dan bertemu dengan sang Pencipta mu!!" Ucap Arga yang bergegas membawa Ros pergi dari ruangan itu


Arga dengan santai mendorong Ros di kursi roda, Anaya yang masih bersembunyi memantau keadaan Ros *Ros kau harus baik-baik saja aku akan menyelamatkan mu" Ucap anaya menatap punggung Arga yang membawa Ros.


__ADS_2