
"Apa.kau mengenal nya? " Tanya Nick pada anaya
Anaya mencoba mengingat orang yang ada di video yang sedang berbicara dengan paman dan bibinya, wajahnya sedikit sulit untuk di kenali karena sudut kamera yang tidak langsung menghadap ke arah orang yang berbicara pada paman dan bibinya
"Apa dia orang di balik dalang kematian Ayah dan ibuku? " Menatap Nick
"Benar, kemungkinan besar dia orang nya"
"Bisakah kau memberitahu ku siapa namanya? " Anaya menatap pada Nick
"Seperti kau yang sulit mengenali siapa orang ini, aku juga belum bisa memastikan nya, tapi aku menemukan dua nama yang selalu mentransfer jumlah besar ke rekening nya"
"Siapa dia? " Anaya penasaran siapa ke dua orang ini
"Aku yakin kau akan terkejut dengan siapa dua orang ini" Nick menggeser handphone nya kini memperlihatkan berkas yang di kirim di handphone nya oleh anak buahnya
"Ini? Apakah mungkin mereka berhubungan dengan kematian orang tua ku? " Anaya mengingat di kehidupan sebelum nya dia tidak pernah melihat ada kedua orang ini
"Bisa iya bisa tidak, aku masih ragu, tapi setelah ini aku akan lebih mudah menekan paman dan bibi mu"
"Apakah sekarang waktu ku untuk balas dendam dengan mereka? "
"Benar kau bisa mulai dengan paman dan bibi mu, kau ingin bagaimana membalasnya, memenjarakan mereka atau mencabut nyawa mereka? " Nick menantikan apa yang ingin Anaya lakukan pada paman dan bibi nya
"Jika aku membunuhnya? apa aku akan masuk penjara? "
Nick tersenyum manis ke arah Anaya dan menepuk kepala Anaya " Apa kau pikir aku sudah mati sehingga ada orang yang mampu menyentuh mu? itu tidak akan mungkin Anaya setalah apapun yang kau lakukan kau akan tetap hidup bebas tanpa harus masuk ke dalam penjara "
*Bebas aku bahkan hidup di penjara yang kau buat! " Ucap Anaya dalam hati anaya tersenyum getir "Kalau begitu kapan aku bisa melakukan pembalasan dendam ku? "
"Kapan saja, jika kau mau sekarang juga bisa aku turuti"
__ADS_1
"Bagus kalau begitu buat perusahaan paman dan bibi bangkrut kita lihat dulu siapa orang pertama yang dia hubungi apa kau bisa melakukan nya? "
"Soal ini tergantung kau bisa mengambil handphone paman mu atau tidak, jika mampu akan lebih mudah"
"Apa aku harus bertemu dengan nya sekarang? "
"Baiknya nanti malam saja, kau bisa makan malam bersama dengan keluarga mu"
"Baiklah aku tidak masalah dengan sekarang atau nanti malam, aku pasti akan berhasil menghancurkan semua orang yang mengkhianati orang tua ku" Anaya kini tersenyum matanya terlihat penuh dengan dendam
Nick tersenyum dia sudah lama tidak melihat wajah Anaya yang begitu bersemangat "Tapi sebelum nya kau harus beristirahat ok" Ucap Nick
"Kebetulan aku sangat lelah, Tuan Nick bisa meninggalkan ku sendiri sekarang! " Ucap Anaya sengaja mengusir halus Nick
Nick hanya diam setelah mendengar ucapan Anaya kemudian berdiri, sedangkan Anaya yang tadi duduk di tepi ranjang kini merebahkan tubuhnya di ranjang
Anaya tidak ingin melihat ke arah Nick lagi dia yakin Nick melangkah pergi untuk meninggalkan kamar seperti yang dia minta, dengan santai Anaya menutup matanya tapi tiba-tiba ranjang nya seperti bergerak ada yang tidur di samping nya Anaya membuka matanya "Ke...Kenapa tidur di sini? " langsung duduk dan menatap Nick yang begitu saja merebahkan tubuhnya di samping Anaya
"Istirahat saja di kamar mu"
"Ini kamar ku? " Jawab Nick dengan tersenyum membuat Anaya terdiam sejenak
"Ka.. kalau begitu sekarang kau ganti kamar saja" Anaya berbicara tanpa berfikir, dia hanya tidak ingin tidur bersama Nick
"Tidak mau untuk apa? aku sudah di kamar yang tepat" memainkan kedua alisnya naik turun
"Ka.. Kalau begitu aku yang akan ganti tempat tidur" Anaya kesal kemudian turun dari ranjang hal yang terduga Nick mengikuti apa yang Anaya lakukan "Kau mau kemana? " Tanya Anaya heran saat Nick mengikuti nya
"Membawa mu kembali" Nick langsung saja menggendong tubuh anaya memanggul nya di pundaknya membuat Anaya ketakutan menjatuhkan tubuh Anaya di ranjang yang luas dan empuk itu
"Apa yang kau lakukan, kau membuatku pusing! " Suara Anaya terdengar sangat kesal
__ADS_1
Nick tak mendengarkan Anaya dia langsung saja merebahkan tubuhnya di samping Anaya memeluk nya dengan erat
"Lepaskan aku!! "
"Kenapa? bukannya kau ingin istirahat?, Tidur lah kalau kau tidak ingin istirahat aku bisa menemani mu bermain" Menggigit kecil leher Anaya membuat Anaya mengerti Permainan apa yang ingin Nick lakukan
Kali ini Anaya tidak ada tenaga untuk melayani Nick yang kekuatan nya jang di ragukan dia benar-benar laki-laki sejati
Anaya akhirnya menutup matanya, entah kenapa dia langsung terlelap, dan tanpa sadar membalas pelukan Dari Nick.
Nick menatap Anaya yang wajahnya sangat dekat dengannya, Wajah cantik Anaya yang semakin cantik di lihat dari dekat, Nick mengusap pipi Anaya "Maafkan aku, hanya ini yang bisa menahan mu di sisi ku, Anaya aku tidak ingin melihat mu pergi meninggalkan ku, aku tidak akan izinkan hari itu terjadi! kau tidak akan pernah bisa meninggalkan ku" Ucap Nick mencium kening Anaya dan ikut terlelap di sampingnya
Di balik pintu Rachel mengusap wajahnya yang di basahi air mata, hatinya sakit melihat orang yang bertahun-tahun dia cintai malah tidur dengan wanita yang menyelamatkan nya *Siapapun kamu, aku tidak akan rela jika kak Nick meninggalkan ku, kak Nick selamanya akan jadi milik ku, hanya jadi milikku " Rachel menguatkan dirinya
Cahaya senja sudah menerobos masuk kedalam kamar Nick dan Anaya, Anaya segera membuka matanya dia melihat ke Arah Nick yang masih setia memeluk nya Anaya sedikit tersenyum dan ingin menyentuh kepala Nick, namun tiba-tiba Nick membuka matanya membuat Anaya segera menarik tangannya *Hampir saja" Ucap Anaya dalam hati
"Kau sudah bangun? " Nick memandang Anaya mata keduanya saling bertemu, jantung kedua nya berdetak lebih cepat
Deg... Deg... Deg...
Namun Adegan itu tak berlangsung lama, Anaya segera menjauh dari Nick "Aku akan mandi dan bersiap" Ucap Anaya namun tangan Anaya di tarik oleh Nick membuat Anaya mengurungkan niatnya dan menatap Nick "Ada apa? " Mengerutkan dahinya menunggu jawaban
"Aku ingin mandi dengan mu" Nick tersenyum setelah mengucapkan nya "Kau adalah Wanita ku hal wajar jika kita mandi bersama" Nick membuat kesimpulan sendiri
"Tidak! " Ucap Anaya melepaskan tangan Nick dan turun dari ranjang
"Kenapa? "
"Tidak apa-apa, Wleee" Anaya menjulurkan lidahnya kemudian berjalan menuju ke dalam kamar mandi
Kelakuan Anaya itu membuat Nick tak hentikan mengembangkan senyumnya baru kali ini Anaya bertingkah imut seperti itu di depannya "Kau benar-benar menggemaskan Anaya, ingin rasanya aku mendekapmu selamanya" Ucap Nick sembari masih tersenyum mengingat tingkah Anaya yang sederhana namun membuat Nick berbunga-bunga karena hanya Anaya saja wanita yang melakukan itu terhadap nya. "Kau membuatku gila anaya" Nick terus mengembangkan senyumnya benar-benar seperti orang gila
__ADS_1