
"Tapi aku tidak menyangka kau akan ikut campur!! " Ucap anaya berjalan kearah kedua wanita yang sedang tak sadarkan diri itu
Anaya mencengkram wajah wanita itu
"Sayang sekali Lolita harus berpisah dengan managernya!!" Ucap Anaya
"Apa yang ingin kau lakukan pada Mereka? " Ucap Nick yang menatap Anaya
"Pembunuh yang ingin membunuhku, aku tidak tertarik kau bisa tangani untuk ku" Ucap anaya menengok ke arah Nick
"Tidak masalah" Ucap Nick
"Dan untuk nya, dia hanya pion untuk Stella tapi berani membantunya!! patahkan tangan dan kakinya" Ucap anaya yang masih berbelas kasih pada manager Lolita dan melepasnya dari cengkraman nya
*Wanitaku benar-benar menarik" ucap Nick
Nick tersenyum mendengar kan ucapan anaya, membuat anak buahnya tak percaya
"Dan untuk sahabat ku aku memiliki sesuatu yang harus dia tebus" Ucap anaya dengan tatapan tajam dan licik
"Jimmy bantu aku membawa nya" Ucap anaya
"Baik Nona" Ucap Jimmy, Jimmy menyuruh anak buahnya mengangkat Stella
"Bawa dia ke mobil" Ucap anaya berjalan dan di ikuti anak buah Jimmy dan Jimmy
anaya tanpa sadar meninggalkan Nick begitu saja
Stella di masukan ke dalam bagasi mobil milik Jimmy
Anaya meminta anak buah Jimmy untuk menyetir mobil jimmy
Anaya masuk duduk di belakang sedangkan Jimmy duduk dengan anak buahnya
"Ayo pergi" Ucap anaya
di perjalanan anaya merasa ada yang kurang tapi anaya benar-benar melupakan nya
"Kita kemana? Nona? " Ucap Anak buah Jimmy
"Kembali ke rumah Tuan Muda, akkk hhh hhh hhh hhh hhh hhh" Ucap Anaya
"Ada apa Nona" Ucap Jimmy terkejut setelah anaya berteriak
"Kita melupakan Tuan Muda mu" Ucap anaya
Jimmy juga baru tersadar
__ADS_1
"Matilah kita" Ucap Jimmy yang menelan ludahnya kasar nasipnya kali ini berada di ujung tanduk
"Ba...bagaimana ini Nona? apa kita kembali menjemput tuan muda" ucap Jimmy panik
"Tenang saja, dia sudah dewasa lagi pula dia membawa mobil dia akan pulang sendiri" Ucap anaya
*Kau wanita nya tidak apa-apa bagaimana dengan ku, oh bonus tahunan ku selamat jalan" Ucap Jimmy pada dirinya sendiri
Saat ini mereka sudah sampai di rumah Nick
"Bawa dia ke hutan" Ucap Anaya
"Baik Nona" Ucap anak buah Jimmy
Jimmy dan anaya berjalan bersama menuju hutan sedang kan anak buah Jimmy di bantu pengawal membawa Stella ke hutan berjalan di depan anaya dan jimmy
"Jimmy apa di dalam hutan hanya ada Jessi? " Tanya anaya
"Tidak, di sana masih ada beberapa serigala yang Tuan pelihara, dan hanya bisa di kendalikan Tuan dan dia" Ucap Jimmy
"Dia? " Ucap anaya
"Hmmm iya dia adalah" Ucap Jimmy terhenti saat tangan anaya sudah di raih seseorang
anaya menengok dan tersenyum kaku melihat tatapan tajam dari Nick
"Pergi!!!! " Menatap Jimmy tajam
Jimmy segera pergi dengan tergesa-gesa dia tidak mau mati dengan tatapan tajam yang seperti ingin mencabik nya
Nick Mencengkram pipi anaya
"Seperti nya aku terlalu memanjakan mu!! bahkan kau berani meninggalkan ku" Menatap anaya
"Ma.. maaf aku tidak bermaksud" Ucap anaya
"Bagaimana cara mu meminta maaf!!! " Mengharapkan sesuatu dan melepaskan cengkraman nya
Anaya mengecup pipi Nick, namun Nick menangkap kepala anaya dan mencium tepat di bibir anaya
dan mendorong anaya berjalan mundur sampai akhirnya badan anaya kini telah terhimpit oleh pohon dan tubuh Nick
Nick terus mencium anaya tanpa ampun, benar-benar tidak ingin melepaskan anaya namun suara teriakan Stella membuat anaya sadar dan mendorong Nick
Anaya ingin berjalan ke arah Stella yang di bawa ketengah hutan namun anaya di tahan oleh nick
"Mau kemana? " Tanya Nick
__ADS_1
"Tentu saja membalas dendam!!! " Ucap anaya tanpa ragu
"Kau masih terlalu bodoh!! hutan ku ini bukan hutan yang bisa di masuki sembarangan orang!!! " Ucap Nick menarik anaya
"Tapi, aku ingin melihat Stella ketakutan" Ucap anaya masih enggan mengikuti Nick
Nick hanya diam dan terus membawa anaya keluar dari hutan
Nick membawa anaya keruangan CCTV
"Kau bisa melihat nya dari sini!! dan kau juga bisa berbicara lewat sini, di dalam hutan ada CCTV dan pengeras suara" Ucap Nick santai melepaskan tangan anaya dan duduk
"Woooww hebat-hebat Tuan muda sangat hebat" Ucap anaya menjilat
"Tentu saja!! kau beruntung menjadi wanitaku" Ucap Nick sombong
saat ini Stella sudah sadar tangannya masih terikat namun kakinya sudah di lepas sesuai dengan perkataan anaya pada anak buah Jimmy di dalam mobil
"Ak.. aku di mana? ke.. kenapa tangan ku di ikat? in.. ini hutan" Ucap Stella panik
"Selamat datang sahabat ku!!! selamat bersenang-senang" Ucap anaya berbicara di mikrofon yang terhubung dengan pengeras suara di hutan
"Suara ini!! Anaya apa yang sedang kau lakukan!! lepaskan aku!!!! " Ucap Stella
"Melepaskan mu?!!! TIDAK AKAN!!! " ucap anaya
"Ini adalah kasus penculikan aku akan menuntut mu!!! kau dengar!!! aku akan menuntut mu" Ucap Stella
"Wah aku bahkan bisa mendengar ucapan nya" Ucap anaya kagum
"Dia di lempar tepat di tengah hutan di sana ada beberapa penyadap suara, tentu saja kau mendengar suaranya" Ucap Nick
"Anaya lepaskan aku aku akan menuntut mu!!! " Ucap Stella lagi dia berteriak
"Hahaha apa kau sedang melakukan lelucon!! menuntut ku!! aku yang akan menuntut balas atas kesakitan yang kau berikan!!! " Ucap anaya penuh dendam
teringat dia yang hampir mati karena ulahnya, Rage yang berbaring di rumah sakit karena Stella, semua kepahitan di kehidupan yang lalu, semuanya anaya ingin menuntut balas
"Anaya kau dengar!! lepaskan aku!!! jika tidak aku akan menuntut mu!!! " Ucap Stella terus menerus
"Menuntut ku!! bagaimana jika kau keluar dulu dari hutan itu, aku beritahu di sana banyak binatang buas dan hari semakin gelap, aku harap kau bisa keluar dan menuntut ku!! " Ucap anaya
Nick menatap anaya dendam yang sangat kuat dan kesedihan yang sama kuat nya
"wanita kuat itu memiliki sisi lemahnya"
Nick memeluk anaya
__ADS_1
"Balas kan semua dendam mu aku akan melindungi mu" Ucap Nick lembut membuat anaya akhirnya menetaskan air maya yang dia tahan sadari tadi karena teringat akan kematian nya