
Anaya menahan sakit dalam dirinya "Apa yang aku pikirkan dia tidak akan datang" Ucap Anaya yang menelan kecewa sebelum banyak berharap.
"Anaya apa kau bisa menahan nya? " Tanya Ros.
"Ini tidak masalah, hanya rasa perih aku pernah mengalami yang lebih sakit dari ini. " Anaya meyakinkan Ros bahwa dirinya baik-baik saja.
"Ok bertahan lah sedikit, aku akan mencoba memecahkan kaca itu" Ucap Ros yang berusaha mengambil benda keras untuk mencoba menghancurkan kaca penghalang antara mereka dan Ros.
Tak.. Tak... Tak...
Ros terus mencoba namun kaca itu tidak bisa dengan muda di pecahkan Oleh Ros. Hingga Ros terlihat kelelahan, Anaya masih menahan perihnya luka di dirinya mencoba untuk bernegosiasi dengan Arga.
"Lepaskan teman ku! aku akan menyerahkan diriku jika kau mau melepaskan nya" Teriak Anaya membuat Ros membulat kan matanya.
"Apa yang kau katakan Anaya, apa kau sudah gila? " Ucap Ros yang berjalan dan mengguncang pelan tubuh Anaya.
"Ini kesempatan untuk mu meminta bantuan, lagi pula aku sudah tidak suci, kau tenang saja aku akan baik-baik saja" Ucap Anaya meyakinkan Ros, meski tubuhnya bergetar karena membayangkan tubuhnya akan di sentuh laki-laki bajing*n seperti Arga
"Tidak! aku tidak akan pergi dari sini, jika harus ada yang pergi kau orang nya, Anaya" Bagaimana pun Ros telah berjanji untuk melindungi Anaya sebagai bawahan Nick tidak patut untuk nya menyerahkan keselamatan Anaya begitu saja. "Lepaskan dia! "
"Kau tidak sepadan dengannya, bagaimana kau sangat percaya diri" Ledek Arga yang memandang Ros lebih jelek dari pada Anaya.
"Aku masih suci! kalian berdua bisa bergantian menikmati ku, tapi ku mohon lepaskan Anaya" Ucap Ros berlutut memohon membuat Anaya terperangah dia tidak menyangka Ros akan melakukan sejauh ini.
*Dia benar-benar setia, aku tidak boleh membiarkan dia terluka karena aku" Ucap Anaya dalam hati Anaya dengan hati-hati merobek sedikit bajunya memperlihatkan sedikit buah yang mengintip keluar. "Lepaskan dia dan kau akan puas menyentuh ku" Anaya hanya ingin membuat kesempatan Arga mendekat padanya.
__ADS_1
Arga menelan ludahnya yang penuh di mulutnya, begitu terkesima dengan buah yang mengintip keluar itu, benar-benar memancing akan hasr*tnya.
Arga menatap temannya, Teman-teman nya juga tak kalah terkesima dengan tubuh Anaya yang memang menggoda sangat pas di tangan.
"Kau benar-benar bisa memancing gair*h ku gadis cantik, tapi kau salah bernegosiasi dengan ku" Arga menyeringai licik, di ikuti dengan tawa kedua dokter yang ada di belakang nya.
Mari kita bersenang-senang " Ucap dokter dua tidak sabar dia menggosokkan tangannya dan menjulurkan lidah nya benar-benar membuat orang jijik melihatnya.
Arga menekan lagi satu tombol kali sebuah air yang turun kembali namun air ini berbau dan sangat memabukkan, membuat wajah Anaya dan Ros memerah, mereka berdua merasakan panas dari tubuh mereka.
"Sialan! apa ini obat perangsang" Ucap Anaya
"Seperti nya kau benar Anaya, Anaya kau harus tetap sadar saat mereka kemari kita akan menyergap nya" Ros mencubit dirinya sendiri untuk tetap mendapatkan kesadaran nya.
Anaya melakukan hal sama, namun panas di tubuh mereka membuat mereka tidak sadar menggeliat tidak tentu.
"Arga seperti nya mereka sudah tidak sabar untuk kita sentuh" Ucap Dokter satu
"Benar kita harus segera bermain dengan mereka berdua" Ucap Arga menyeringai menekan tombol dan membuat kaca itu Naik kembali.
Arga dan dua dokter itu segera melangkah kearah Ros dan Anaya.
"Arga kau harus membagi wanita itu seperti nya dia terlihat lebih cantik dari perempuan ini." Ucap dokter dua yang melangkah ke arah Ros.
"Tidak boleh, dia adalah milk ku, kalian bermain saja dengan dia, dan jangan menggangguku" Arga berjalan ke arah Anaya. Terlihat wajah Anaya yang mulai memerah karena efek obat itu.
__ADS_1
Arga semakin bersemangat dia terus mendekat ke arah Anaya, Anaya berusaha menjauhi terus mundur tapi langkahnya tidak mulus, karena tubuh nya yang tak seimbang Anaya terjatuh.
Arga menyeringai "Kau tidak akan bisa lari dari ku gadis cantik" Arga berjongkok dan melucuti kaki Anaya, dia mulai menyentuh kaki mulus Anaya.
"Benar-benar kaki yang indah" Ucap Arga, Anaya berusaha melepaskan kakinya dari Arga namun kekuatan Anaya melemah dia tidak bisa berhasil lepas "Terus lah memberontak sayang, aku sangat menyukainya" Ucap Arga yang makin bernaf*u karena tindakan Anaya.
"Sial, kau bajing*n lepaskan Anaya" Teriak Ros berusaha berjalan mendekat namun seperti Anaya efek obat itu sudah terpengaruh di tubuh Ros, kedua dokter itu menahan Ros membuat Ros tidak bisa bergerak.
"Kau lumayan juga, kau tidak usah repot-repot memikirkan teman mu, lebih baik kau pikirkan cara memuaskan kami berdua" Ucap kedua dokter itu.
Anaya terus berusaha melepaskan dirinya dari Arga namun sentuhan Arga sudah sampai di paha Anaya. " Aku sudah tidak sabar untuk menikmati mu sayang" Ucap Arga yang ingin menarik kemeja Anaya.
Namun tiba-tiba pintu itu terbuka, Anaya mendengar suara itu dia sedikit lega ada orang yang menolong nya siapapun itu Anaya sangat berterimakasih.
"Siapa kau berani sekali menganggu ke kesenangan ku" Ucap Arga berdiri menatap laki-laki di hadapan nya, namun tatapan tajam laki-laki itu lebih menakutkan dari dirinya, Arga sedikit merasa takut tapi dia berusaha untuk tegar.
Anaya tidak bisa melihat siapa yang menolong nya, karena terhalang pandangan nya oleh tubuh Arga.
Laki-laki itu berjalan ke Arah Arga, tanpa banyak bicara dia langsung menendang tubuh Arga sampai terpental cukup jauh, tendangan itu penuh dengan amarah, Laki-laki itu terus berjalan ke arah Arga, menendang berkali-kali perut Arga.
"Ukhuk... ukhuk.. Le.. lepaskan , aku akan berikan wanita ini untuk mu" Ucap Arga yang semakin tak berdaya di hadapan laki-laki yang tak henti menendangnya itu.
Laki-laki hanya menarik ujung bibirnya membuat Arga semakin ketakutan, saat laki-laki itu mengeluarkan pisau lipat di tangan nya, laki-laki itu sedikit berjongkok dan menatap tajam Arga " Tangan sebelah mana yang berani menyentuh Wanitaku! aku tidak segan untuk memotong nya" Ucap laki-laki itu
Anaya tersentak menatap punggung laki-laki yang kini berada jauh di depan nya *Suara ini benarkah kau? " Ucap Anaya dalam hati
__ADS_1
Laki-laki itu menyayat tangan Arga, sayatan demi sayatan membuat luka di tangan Arga. " Aku memberinya tanda sebelum anak buahku memotongnya " Ucap laki-laki.
Dia melepaskan tangan Arga dan mulai berjalan ke arah Anaya, tanpa berkata apapun, laki-laki itu membawa Anaya dalam gendongan nya.