
Anaya terus mengikuti seseorang itu di ikuti dengan Kapten Neraka, seseorang itu kini sudah masuk kedalam mobil
"Ikuti dia" Ucapan anaya kepada kapten Neraka
"Ok kau tunggu di sini aku ambil mobil" kapten tidak banyak bertanya pada anaya siapa sebenarnya yang mereka ikuti karena Kapten lebih suka sedikit bicara banyak membantu
Kapten terlihat santai mengikuti mobil itu tanpa terlihat sebagai penguntit "Apakah jarak kita tidak terlalu jauh" Ucap anaya yang takut kehilangan arah mobil Itu
"Tenang saja kita tidak akan kehilangan atau pun ketahuan mengikuti nya" Ucap kapten menenangkan anaya, Anaya terlihat sangat ingin mengetahui apa yang di lakukan seseorang itu
"Aku mengerti" Ucap anya yang mempercayai ucapan kapten
Mereka saat ini mulai masuk ke kawasan pinggir kota tidak banyak bangunan mewah di sana
Mobil itu terlihat berhenti di sebuah Rumah sakit yang terlihat suram dan tak beroperasi
Namun kapten Neraka malah melajukan terus mobil nya melewati rumah sakit "Kenapa kita tidak ikut berhenti di sana" Ucap anaya
"Apa kau ingin kita ketahuan? " Ucap. kapten sekilas menatap anaya
"Tidak mungkin ketahuan itu adalah rumah sakit hal wajar jika kita ke sana bukan? " Ucap Anaya yang mengungkapkan pikiran nya
Kapten mendengarkan anaya lalu menghentikan laju mobilnya ke sebuah mini market "Apa kau lihat rumah sakit tadi, apa itu terlihat sebagai rumah sakit yang wajar untuk di kunjungi oleh mobil mewah seperti milik ku" Ucapan kapten benar namun perkataan nya sedikit terdengar sombong "Turun! kita tinggal mobil ku di sini" Ucap kapten yang mengajak Anaya untuk turun
"Baiklah" Kapten dan Anaya turun mereka memilih berjalan untuk menuju rumah sakit itu, menurut Kapten Neraka berjalan kaki lebih efesien ketimbang naik mobil, presentasi ketahuan nya akan lebih sedikit bila berjalan kaki
Di perjalanan menuju rumah sakit mereka melihat nenek tua duduk di pinggir jalan dan sedang menangis, wajahnya terlihat sangat sedih pakaian nya terlihat kumal seperti nya bukan seseorang yang mampu
"Nenek" Anaya menghampiri Nenek Itu
"Kenapa menangis disini? " Tanya kapten tanpa basa-basi
"Hei kau! bisakah sedikit berbasa-basi" Ucap anaya tanpa mengeluarkan suara, kapten bisa tau apa yang anaya ucapkan dari bentuk bibir anaya
"Tidak perlu berputar-putar" Ucap kapten menjawab anaya
"Ada apa nek, katakan pada kami" Ucap anaya
"Cu.. cucuku dia.. dia.. sudah meninggal" Ucap nenek tua itu namun terlihat kesedihan nya semakin menjadi
__ADS_1
Anaya dan kapten saling menatap seperti nya mereka berdua memiliki pemikiran yang sama
"Jika cucu nenek meninggal kenapa nenek di sini? tidak ingin menemuinya untuk yang terakhir kali? " Tanya anaya sedikit tidak enak
"Dia ada di dalam rumah sakit" Ucapnya sambil menunjuk ke arah rumah sakit
"Kalau begitu kami antar ke sana nek" Ucap kapten
"Tidak perlu aku tidak memiliki biaya untuk menebusnya, da.. dan dia akan di makamkan oleh pihak rumah sakit, ka.. kalau aku kembali cucuku tidak akan di makamkan" Ucap nenek itu menangis tak kuasa
"Kami akan membayar biaya rumah sakit nya tenang nek, kita jemput cucu nenek" Ucap anaya
Ini adalah kesempatan untuk Anaya dan kapten masuk tanpa si curigai
"Be.. benarkah ak.. aku bisa melihat cucuku untuk yang terakhir" Ucap nenek itu menghapus air matanya dia sangat ingin bertemu dengan cucunya, karena setelah pihak rumah sakit mengatakan cucunya meninggal dia di larang melihat cucunya karena dia tidak bisa melunasi biaya perawatan cucu nya selama di sana
"Benar Nek" Anaya membantu sangat nenek bangun Anaya dengan telaten memakai perlahan langkah berat sang nenek
Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam rumah sakit, kapten memilih berjalan terpisah sedangkan anaya dan nenek berjalan ke ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran biaya perawatan
"Ada yang bisa kami bantu" Ucap petugas itu
"Kami akan melunasi biaya perawatan cucu nenek ini" Ucap anaya
"Esa" Ucap nenek itu
"Maaf Nona, Pasien atas nama Esa sudah di makamkan" Ucap petugas itu membuat nenek itu terkejut
"Ta.. tapi baru 1jam saja bagaimana bisa sudah di makamkan" Ucap sang nenek tak percaya
"Coba tolong cek lagi, aku akan membayarnya" Anaya mengeluarkan Gold card yang Kapten berikan sebelum berpencar
"Maaf Nona di sini hanya menerima pembayaran secara Cast "
Anaya mengerutkan dahinya dia baru tau ada peraturan seperti itu, Anaya merasa ada yang tidak beres
"Sudahlah nak yang penting cucu nenek sudah di makam kan, nenek sudah ikhlas" Ucap Nenek menahan kesedihan nya sana berjalan gontai meninggalkan anaya, anaya tak tega kemudian berjalan membantu sang nenek
"Nek aku antar nenek pulang ya"
__ADS_1
"Tidak usah, nenek bisa pulang sendiri, terimakasih nak" Ucap sang nenek yang mencoba tegar dan berjalan meninggalkan anaya
Anaya tidak berusaha mengejar sang nenek karena ingin melihat apa yang kapten Neraka temukan di dalam sana, Anaya merasa tidak sabar dan perlahan menyusul ke arah kapten melangkah
Anaya menelusuri lorong rumah sakit itu, Anaya mendengar ada orang berjalan ke arahnya namun tiba-tiba dia di bungkam dan tubuh nya di tarik
"Emm emmm emmm" Anaya mencoba memberontak
"Tenanglah ini aku! " Ucap Kapten Neraka
Anaya mendongak melihat apakah benar-benar kapten Neraka
"Kau mengagetkan ku saja" Ucap anaya
"Ikut aku" Ucap kapten Neraka menarik tangan anaya, anaya mengikuti langkah kaki sang kapten
"Kita mau kemana"
"Diam! jangan banyak tanya" Ucap kapten Yang terus membawa anaya ke lorong rumah sakit lain, Mereka kini sampai di sebuah ruangan yang terletak agak di bagian rumah sakit paling belakang terlihat lebih terawat dari bagian depan
Kapten dan Anaya mendekat ke ruangan itu "Bagaimana kita melihat apa yang terjadi di dalam? " Ucap Anaya
"Ini sangat sulit, kau bersembunyi dulu" Ucap kapten Neraka
"Aku mengerti " Anaya tidak banyak bertanya dia mempercayai kapten kali ini
Anaya mulai menjauh dari ruangan itu sedangkan kapten Neraka akan menggunakan ketrampilan ototnya
Mengetuk pintu ruangan itu berkali-kali sampai dia mendengar ada langkah kaki dari dalam, kapten segera bersembunyi
Seseorang keluar dan mengecek namun tidak menemukan apa-apa, dia bergidik ngeri kemudian kembali masuk, sedangkan kapten sudah melakukan hal yang harus dia lakukan
Kapten turun dari persembunyiannya dan berjalan ke arah Anaya
"Kapten kau benar-benar mirip dengan spiderman" Ledek anaya yang melihat kapten bersembunyi di atas langit langit-langit bangunan itu
"Berisik" Mengeluarkan handphone nya
"Kita bisa melihat sekarang" Ucap kapten yang sudah menempelkan kamera pengintai di pintu ruangan itu
__ADS_1
"Baguslah ayo kita lihat apa yang terjadi di dalam" Ucap Anaya yang tidak mendapatkan jawaban dari kapten
"Ini? " Ucap kapten sedikit terkejut Anaya ingin melihat nya tapi tiba-tiba