Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Ekstra part 3


__ADS_3

Nick dan Erick terus mengobrol, sampai pintu kamar Erick di ketuk, Erick membukakan pintu kamar yang bertemakan hitam putih itu, tidak seperti Anak lain Erick lebih memilih hal berbau dewasa ketimbang yang kekanak-kanakan.


"Mama? " Suara Erick membuat Nick bersemangat dan mendekat ke arah Erick.


"Sayang berikan sup ini untuk om tadi ya" Ucap Anaya yang tidak langsung menyebutkan Papa agar tidak menjadi shocked untuk putranya.


"Anaya kau salah menyebutkan kata, aku ini papanya Erick" Nick tidak Terima dengan pengenalan yang Anaya berikan tentang dirinya pada putranya sendiri


"Papa? Apakah kau tau kualifikasi untuk di sebut Papa, apa kau pantas" Suara Anaya sedikit meninggi kali ini


Erick membaca situasi buruk, dia menarik tangan Nick dan memberikan sup nya kepada papanya dan mendorong Nick dan Anaya keluar "Jangan bertengkar di depan anak kecil" Ucap Nick yang membuat Anaya heran, putranya itu sangat tidak suka di sebut anak kecil tapi hari ini dia malah menyebut dirinya anak kecil.


Braaakkkk....


Pintu itu di tutup *Papa aku sudah memberikan mu kesempatan berdua dengan mama cepat dapatkan hatinya " Ternyata Erick diam-diam mendukung papanya untuk kembali pada mamanya.


Seketika hening melanda keduanya namun Nick mencoba untuk buka suara


"Anaya aku tau, dulu aku tidak melakukan apapun untuk mu dan Erick tapi beri aku kesempatan Anaya, kali ini aku akan menebus segala nya, kesalahan di masa lalu"


"Tidak, kau lihat aku bisa hidup tan??pa mu, Erick juga tidak memerlukan mu"


"Anaya aku mohon jangan bicara begitu" Nick merasa tersayat hatinya mendengar perkataan Anaya, tapi nyatanya mereka memang benar-benar saja tanpa dia.


"Sudahlah aku tidak tertarik membicarakan wisata masalalu " Anaya berbalik ingin pergi membuat Nick reflek ingin menarik tangan Anaya tapi dia lupa mangkok supnya membuat dia terkena kuah panas Sup itu.


Praakkk


Mangkok itu terjatuh, Anaya terkejut melihat tangan Nick yang tersiram sup, Nick ingin mengambil mangkok pecah itu di tahan oleh Anaya. menarik tangan Nick dan membawanya ke wastafel membasuh tangan Nick.


Nick tersenyum menatap wajah cantik Anaya yang terlihat khawatir "Aku baik-baik saja lagi pula airnya tidak terlalu panas" Nick tersenyum membuat Antara tersipu karena tertangkap masih peduli padanya.


Nick kemudian memeluk Anaya" Beri aku satu kesempatan lagi untuk menjagamu ya" Bisik Nick di telinga Anaya.


"Kau urusi saja Rachel mu" Anaya tiba-tiba teringat masih ada Rachel yang selalu menempel pada Nick


Nick menatap Anaya " Kau cemburu? " Nick tersenyum Anaya ingin memalingkan wajahnya tapi Nick lebih cepat sekian detik mencium lembut bibir Anaya dan melepaskan nya. "Selamanya wanitaku hanya kamu Anaya tidak ada yang lain".

__ADS_1


" Simpan rayuan mu yang dulu, aku sudah muak mendengar nya " Anaya ingat bagaimana dia beberapa kali ucapan Nick dan berakhir dengan Nick yang selalu mengutamakan Rachel atas nama Roland.


"Aku tau aku dulu sangat plin-plan dan tidak dapat di percaya tapi kali ini beri aku kesempatan Anaya" Nick memeluk Anaya lagi lebih erat.


Anaya ingin sekali mempercayai Nick tapi hati kecilnya terus meragukan janji yang selalu Nick lontarkan dari mulut nya


"Ku mohon Anaya kali ini saja" Ucap Nick menaruh keningnya di pundak Anaya "Aku mohon"


"Sudahlah " Anaya mendorong tubuh Nick "kau harus makan sesuatu atau kau akan sakit, aku ambilkan lagi sup nya" Anaya berlalu mengambil sup sedangkan Nick memilih duduk di kursi menunggu sup nya, Nick kali ini tak ingin menggunakan cara paksa untuk membuat Anaya berada di sisiNya.


"Makanlah" Ucapan Anaya membuyarkan lamunan Nick


Nick menyuapkan sup ayam itu ke dalam mulutnya rasa masakan Anaya tidak pernah berubah, sama seperti rasanya pada Anaya.


"Malam ini kau tidur dengan eri.. " Ucapan Anaya tidak berakhir di ujung karena Nick sudah berbicara terlebih dulu


"Tidak!! lalu kau tidur dengan laki-laki itu, tidak akan aku biarkan, aku sudah di sini, wanita ku tidak akan ada yang boleh menyentuhnya" Nick bertekad tidak akan membiarkan Anaya bersama lagi dengan laki-laki yang anaknya panggil dady


"Hah? Laki-laki" Anaya sebentar terpikir dan mengulas senyum di bibir manisnya "Kenapa kau bisa tidur dengan Rachel sedangkan aku tidak boleh tidur dengannya lagi pula diakan dady nya Eric" Anaya sengaja mempermainkan Nick entah mengapa keinginan mempermainkan Nick muncul begitu saja


"Tidak! aku tidak akan membiarkan itu terjadi" Nick menarik tangan Anaya membuat Anaya jatuh di pangkuan nya, Nick yang begitu cemburu mencium paksa Anaya ciuman yang penuh gair*h dan tidak bisa lagi menahannya rindu nya cemburunya kini beradu menjadi satu.


"Jangan lakukan di sini" Ucap Anaya tanpa sadar dia takut Erick dan El serta Kelly melihat nya.


"Baiklah lakukan di kamarmu" Nick tersenyum dia pikir Anaya akan memberikan lampu hijau, namun itulah kesempatan Anaya untuk melarikan diri, Anaya lekas berdiri dan melangkah menjauh.


"Lakukan saja di kamar Rachel!" Anaya hampir saja terjebak buaiyan dari Nick " sudahlah habiskan sup mu dan tidur" Anaya berlari masuk kedalam kamarnya. *Apa yang terjadi hampir saja" Ucap Anaya dalam hati


Meski Anaya pergi di tengah hasrat nya tapi Nick tetap tersenyum "Setidaknya aku tau tubuh sangat jujur Anaya"


Nick akhirnya menyelesaikan makannya dan kembali ke kamar Erick, dia melihat Erick yang sudah terlelap tidur dia mengusap lembut kening putranya "Maafkan papa tidak menemani mu saat kau bertumbuh, tapi sekarang papa berjanji akan menjagamu dan Mama tidak akan membiarkan kalian pergi lagi".


Pagi menyapa, Anaya dan Kelly sudah menyiapkan sarapan, tadi malam Kelly dan El menginap di rumah Anaya karena hujan.


Nick, Erick dan El datang bersama-sama ke meja makan tanpa di sengaja.


Mata Nick menatap El tajam mengawasi setiap gerak gerik El, El tersenyum pada istrinya membuat Nick mengepalkan tangan nya dia pikir El tersenyum pada Anaya.

__ADS_1


" Jaga matamu! " Sindir Nick pelan


"Aku selalu menjaga mataku untuk satu wanita tidak seperti seseorang yang bahkan menelantarkan wanitanya demi orang yang sudah tidak ada" Sindiran El membuat Nick geram.


Erick sedari tadi hanya terus makan tak memperdulikan permainan yang pamannya lakukan


Mereka semua makan dengan hening sampai Erick angkat suara "Dady antar aku, aku takut terlambat" Ucap Erick yang melihat jam nya sudah hampir pukul tujuh


"Biar aku yang antar" Ucap Nick dan berdiri dari duduk nya, tapi itu tidak mengurungkan niat El yang berdiri setelah Nick


"Mau kau antar dengan kaki mu!, Ayo sayang" Ucap El sengaja dan menggandeng Erick di depan Nick. Nick benar-benar merasa kesal!Kelly juga bersiap berangkat ke butik bersama. El dan Erick.


Setelah semua pergi Anaya membereskan semuanya sebelum pergi ke restoran untuk memastikan pasokan bahan sudah di kirim.


"kau tidak menelpon Jimmy untuk menjemput mu? "


"Apakah istri ku mengusir ku" Nick memeluk Anaya yang terlihat sangat cantik meski di balut dengan baju sederhana.


"Siapa yang istri mu! pergi saja sana dengan Rachel"


"Tidak mau! " Nick memeluk Anaya dengan erat dia terus menempel dengan Anaya bagI lem dia tidak ingin kehilangan Anaya lagi.


Anaya sekarang sudah berada di parkiran restoran dan terpaksa memperbolehkan Nick untuk ikut setelah drama panjang yang terjadi.


Anaya dan Nick berjalan masuk restoran semua mata tamu dan pengunjung menatap mereka berdua pasangan yang sangat serasi satu cantik satu tampan dan memiliki aura yang sama.


"Kau tunggu di sini" Anaya memanggil seorang pelayan, pelayan itu segera datang " Iya bos ada apa" Saat pelayan laki-laki itu mendekat kepada Anaya "Beri dia coffee, dan lagi pemasok sudah datang? " Tanya Anaya


"Baik Satu coffe, seperti nya ada di pintu belakang nyonya" jawab pelayan itu


"Tunggu aku dengan tenang di sini, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku" Ucap Anaya


Hampir dua jam Anaya menyelesaikan pekerjaan nya kemudian di kembali dan melihat Nick yang masih setia menunggu nya


Nick melihat Anaya yang berjalan ke arahnya tersenyum senang "Sudah selesai? "


Anaya mengangguk namun tiba-tiba HP Anaya berdering "Apa? " Jawab Anaya setelah mendapatkan telpon itu HP nya jatuh dari tangannya wajahnya pucat.

__ADS_1


"Anaya? ada apa? " Tanya Nick yang dengan sigap memegangi Anaya yang terlihat pucat dan lemas.


__ADS_2