Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 64


__ADS_3

Saat ini anaya sudah sadarkan diri dia mengerjapkan matanya pelan


"Kau sudah bangun" ucap Nick yang sedari tadi masih setia menunggu anaya bangun


"Kau di sini?! " ucap anaya yang tak percaya


"Kau seharusnya tidak berada di sini! " ucap anaya yang masih ingat tadi malam Nick bahkan tidak pulang untuk menjaga Rachel


"Lalu seharusnya aku berada di mana?!! "


"Tentu saja di sisi wanita mu"


"Kau wanita ku!! Anaya hentikan cemburu mu itu!! saat ini kesehatan mu lebih penting" Kali ini Nick berusaha melembut menggenggam tangan anaya


"Aku tidak cemburu?! hanya saja aku tidak ingin di lihat seperti wanita simpanan meski itu kenyataan nya" Anaya mengernyitkan dahinya


"Siapa yang bilang kau adalah Wanita ku anaya! tidak ada yang lain" Nick mengungkapkan nya dengan lantang


Namun tiba-tiba pintu kamar anaya di ketuk


"Tu.. Tuan Nona Rachel tidak sadarkan dir.." Ucapan Jimmy terhenti saat Nick sudah berdiri dan melepaskan genggaman tangannya dari tangan anaya


"Kau tunggu di sini aku akan ke sana" ucapnya pada Jimmy


Nick segera pergi rasa bersalah Nick membuat Nick melupakan anaya yang baru saja dia akui sebagai wanitanya


Anaya tersenyum getir dia menatap tangannya yang baru saja di lepaskan oleh Nick


"Satu-satunya wanitanya?!! maksudmu dia!!, bukan simpanan? lalu apa aku? wanita pemuas?!! " gumam Anaya lirih


Jimmy seperti mendengar anaya bergumam dan mendekat kearah anaya


"Nona mengatakan sesuatu? " tanya Jimmy


"Tidak ada, aku hanya ingin pulang bisakah kau membawaku pulang? "

__ADS_1


"Ehmm Nona ingin membunuh ku? membawamu pulang tentu tidak bisa"


"Baiklah kalau begitu bawa aku melihat senja " ucap anaya yang menatap keluar jendela kamar nya


Jimmy mengira permintaan Anaya itu tidak masalah dia kemudian pergi mengambil kursi roda untuk membawa anaya berkeliling melihat senja


"Nona aku akan mengambil kursi roda terlebih dahulu"


Anaya sendiri tau kondisi nya saat ini sangat lemah dia tidak bisa memaksakan tubuhnya dia berfikir dia harus tetap hidup untuk membalaskan dendamnya


"Baiklah"


Jimmy kembali dengan kursi roda di tangannya dia dengan hati-hati membantu anaya berpindah dari ranjang rumah sakit ke kursi roda


Saat ini anaya baru sadar pakaian nya telah di ganti namun anaya tidak ingin banyak berfikir siapa yang menggantikan pakaian nya tidak penting lagi


yang terpenting saat ini adalah dia ingin segera sembuh dan membalaskan semua dendamnya dan juga mengakhiri kontraknya dengan Nick


"Nona sudah siap? aku akan mengantarkan Nona ke taman rumah sakit" Ucap Jimmy sembari mendorong pelan kursi roda yang anaya pakai


Mereka sudah sampai di taman Jimmy terus berdiri di belakang Anaya


"Nona apa tidak masalah? "


"Hei kenapa seperti nya kau sangat formal kepada ku" Dia merasa Jimmy agak lain dari biasanya


"I.. itu hanya perasan Nona saja" tiba-tiba menggeser tubuh nya saat ini Jimmy berada di ujung bangku menjauh dari Anaya


"Ap.. apa yang kau lakukan kenapa kau duduk sangat jauh? " Anaya bingung melihat sikap Jimmy yang tiba-tiba menjauhi dirinya


"Apa ada yang salah dengan pemeriksaan ku? apa aku menderita penyakit menular? "


"Tidak.. tidak hanya.. hanya saja Tuan Muda" ucapan Jimmy terpotong


"Apa dia memintamu menjauhi ku? kau tenang saja dia tidak ada sekarang dan lagi apa kau ingin aku berbicara sekeras ini!!" Anaya perlu sedikit mengeraskan suaranya karena jarak ngobrol mereka lumayan jauh anaya duduk di kursi roda dan Jimmy duduk di ujung bangku yang lumayan panjang itu

__ADS_1


Jimmy menggosok tengkuknya yang tak gatal dan pelan-pelan menggeser-kan tubuhnya mendekat ke arah anaya


Saat ini anaya menatap langit yang mulai di penuhi dengan warna jingga yang membuat hati Anaya menghangat


"Seandainya terus bisa melihat pemandangan yang begitu indah " gumam nya lirih


Jimmy menatap wajah cantik anaya


"Pemandangan yang benar-benar indah" Jimmy sebagai lelaki menghargai karya Tuhan wajah cantik yang menatap senja itu memang sangat indah


Anaya melihat kearah Jimmy dan menjadi dapati Jimmy melihat ke arahnya


"Kau menatap ku apa tidak takut Tuan Muda mu akan marah" ucapan anaya membuat Jimmy tersadar dan segera menundukkan kepalanya sikap Jimmy itu membuat anaya


tertawa dia benar-benar menjahili Jimmy


"Maaf kan aku" Ucap Jimmy polos dia benar-benar mengutuk dirinya sendiri bagaimana bisa dia menatap wanita Tuan muda nya


"Hahaha aku tau wajahku ini sangat mempesona jadi wajar saja jika kau terkesima dengan kecantikan ku, kau boleh menatap nya tapi kau harus membayarnya" ucap Anaya masih dengan nada bercanda meski terdengar sedikit sombong


"No.. Nona jangan bercanda lagi" ucap Jimmy yang ketakutan dia takut Nick melihat nya tadi menatap wanitanya


"Haha tenanglah dia tidak ada, lagi pula menatap wajahku bukan hal yang di larang" ucap anaya yang kembali menikmati senja itu


Namun sayang kenyataan tidak sesuai dengan ucapan anaya


anaya dan Jimmy tidak menyadari taman rumah sakit berada tepat di seberang ruangan Rachel ruangan VVIP


dan semua adegan itu di saksikan oleh Nick


saat ini Nick benar-benar merasa Anaya benar-benar tidak menganggap nya ada


*Seperti nya hukuman ku sama sekali tidak membuatmu jera Anaya! bagaimana bisa kau menunjukkan tawamu di hadapan laki-laki lain? kau harusnya hanya memperlihatkan nya kepadaku?!! Nick menggenggam tangannya pelan dia menatap adegan anaya tertawa melihat Jimmy sekarang mereka berdua tertawa bersama itu membuat emosi Nick membuncah


Nick ingin berjalan ke arah pintu namun langkah itu terhenti saat namanya di sebut wanita lembut yang baru saja dia belakangi

__ADS_1


"Kak Nick, kak Nick di mana kau ak.. aku takut ak.. aku takut sendirian" ucapnya yang kemudian membuka perlahan matanya


"Ada apa Rachel aku di sini?! aku tidak kemana-mana sesuai janjiku aku tidak akan mengingkari nya " Ucap Nick yang akhirnya duduk di samping ranjang mengurungkan niatnya untuk menemui Jimmy dan anaya


__ADS_2