Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 75


__ADS_3

"Apa yang kah lakukan kapten aku juga ingin melihat nya"


"Hei wanita sebaiknya kau tidak perlu melihat ini! " Ucap kapten Neraka yang memasukkan kembali handphone nya ke dalam saku


"Kenapa? " Ucap anaya yang ingin mengetahui Apa yang kapten lihat


"Tidak apa-apa, sudahlah aku sudah merekamnya, sekarang kita pergi masalah ini aku yang urus"


Anaya merebut handphone di saku kapten, kapten tidak mengizinkan nya membuat anaya terdorong dan anaya menarik jaket kapten, posisi mereka ini jika Nick tau pasti akan sangat cemburu


Kapten sejenak menatap wajah cantik di bawahnya


Deg.. deg... deg.. jantung nya benar-benar ingin lompat dari tempat nya


Anaya sejenak baru menyadari pria di depannya ini tak kalah tampan dari sang kakak


Kapten segera sadar "Kenapa melihat ku! apa kau baru menyadari aku tampan" Ucap kapten yang akhirnya pindah dari posisi itu


"Si.. siapa? yang melihat mu" Ucap Anaya gugup mereka kini duduk dan saling berpandangan sejenak "Aku ingin melihat nya" Ucap Anaya.


"Kapten yang tak ingin kejadian yang mengganggu jantung nya terulang alhasil memberikan apa yang anaya minta.


Mereka berdua melihat apa yang terjadi di dalam kamar, terlihat anak kecil yang berlumuran darah, anaya mencubit kuat lengan nya saat tubuh anak kecil itu mulai di belah, dan organ dalamnya di paksa di ambil


Tubuh anaya bergetar hebat bayangan masa lalu itu kembali menghampiri ingatan anaya, anaya berusaha tetap menahan dengan mencubit lengan nya, anaya ketakutan tapi tetap berusaha diam wajahnya memucat melihat wajah dokter yang menyayat tubuh anak itu " A.. Arga" Ucap anaya sembari terus mengontrol perasaan nya, Arga mengambil semua organ yang bisa dia ambil, mengambil bola matanya keluar, melihat itu Anaya benar-benar mual darah yang berhamburan wajah anak kecil yang tak bersalah itu membuat anaya semakin kuat mencengkram lengannya


"Wanita apa yang kau lakukan kau melukai dirimu sendiri" Ucap kapten yang melihat lengan anaya yang sudah berlumuran darah akibat cengkraman anaya yang terlalu kuat anaya benar-benar menahannya ketakutan kesedihan penderitaan di masa lalu dia benar-benar membawanya sampai kehidupan ini, apa lagi melihat wajah anak kecil yang tak berdosa itu Anaya semakin geram di buatnya


Anaya terlihat sedikit lemah dan menatap kapten " Ah, aku baik-baik saja" Ucap Anaya menenangkan Kapten


"Kau tidak baik-baik saja! apa kau pikir aku bodoh! " Ucap kapten yang memasukan lagi handphone nya dan menggendong tubuh anaya yang memucat itu

__ADS_1


Kapten menaruh perlahan anaya di dalam mobil "Tunggu di sini" Ucap kapten yang masuk ke dalam minimarket membeli minuman untuk Anaya


Sesampainya di dalam mobil anaya terkejut dengan apa yang kapten berikan pada nya


"Ap.. apa ini? " Ucap anaya terkejut


"Minuman" Ucap Kapten


"Sebanyak ini? " Tanya anaya


"Aku tidak tau kau mau minum air mineral atau susu, atau kopi, jus juga mungkin kau mau dan aku tidak tau merek apa yang biasa kau minum" Kapten menggosok Tengkuknya yang tidak gatal, membuat anaya sedikit melukis senyum di wajahnya sebelum wajahnya memucat mengingat kembali apa yang dia lihat


"Minumlah" Ucapan kapten


Anaya mengambil air mineral dan perlahan meminumnya "Kita ke rumah sakit? " Ucap kapten


"Kita pulang aku tidak ingin menambah masalah jika Tuan Nick tau aku keluar"


"Apa? " Tanya anaya bingung yang mendengar ucapan Kapten yang dia tidak mengerti


Kapten hanya diam dan dia lupa jika dirinya sudah membeli perban dan obat untuk luka anaya sampai kapten melirik anaya, dia segera menghentikan mobilnya secara mendadak


"Aduh! Ada apa? " Tanya Anaya menatap Nick


Nick meraih kantung plastik berisi minuman itu, dan mengambil kantung plastik kecil di dalamnya, kemudian menarik tangan anaya, perlahan mengambil kapas dan membasuh nya dengan desinfektan membersihkan perlahan luka itu, mengoleskan obat lengan anaya kemudian di perban dengan rapi oleh Kapten.


Anaya terkejut setelah tangannya selesai di perban, dia menatap kagum pada sosok yang sudah mengemudi kan mobil itu


Kapten melirik pada anaya dan terkejut mendapati anaya menatap nya " kenapa menatap ku?! "


Anaya tidak banyak berkata " Terimakasih " Ucapnya seutas senyum melebar di bibirnya wajah pucat nya mulai menghangat

__ADS_1


Deg.. senyum manis itu lagi-lagi membuat jantung kapten berpacu lebih cepat, segera kapten memfokuskan dirinya menyetir kembali


Saat mobil kapten tengah sampai di halaman, mata anaya terkejut dengan apa yang anaya lihat


Anaya turun dari mobil dengan tubuh yang masih sedikit lemas "Aku bantu" Ucap kapten yang bergegas mendekat ke arah anaya ingin menopang tubuh anaya, namun mata yang tajam itu sudah menatap keduanya berjalan dengan tepuk tangan yang seakan menggema di siang itu


Prookk... Prookk... Proooookkkk!!!


"Bagus!! Bagus!!! kalian berdua benar-benar tidak menganggap aku ada!! " Ucap Nick yang sangat kesal melihat kedekatan adiknya dengan Anaya


Buuukkkkkk satu pukulan berhasil mendarat di ujung bibir kapten, membuat kapten tidak Terima dengan perlakuan sang kakak "Kau memukul ku! atas dasar apa?!! " Ucap kapten yang kini terpancing emosi


"Atas dasar apa?!! kau membawa kabur wanita ku!! kau masih bertanya atas dasar apa?!! kau benar-benar tak tahu malu!!! " Teriak Nick yang ingin melayang kan kembali pukulan tapi kali ini di tahan oleh Kapten


" Mengatakan dia wanita mu! tapi kau masih mendahulukan kepentingan wanita lain, yang harus nya malu adalah kau!! Tuan Nick yang terhormat " Teriak kapten yang kini ingin membalas pukulan kakaknya itu


"Beraninya kau!! kau juga tau aku hanya menganggap nya seorang adik sama seperti mu" Teriak Nick tidak Terima dengan sindiran dari adiknya dan menangkan tangan adiknya


mereka berdua ingin mulai bertarung namun Anaya memilih meninggalkan mereka berdua membuat mereka berdua menghentikan perkelahian nya dan menatap anaya


"Hentikan! " Anaya menahan satu bodyguard yang memukul paman aji, ya pemandangan yang anaya lihat adalah paman aji yang di pukuli


"Berdirilah paman, apa kau di hukum karena membiarkan aku pergi dengan kapten " Ucap Anaya yang tidak mendapatkan jawaban


Anaya langsung membantu paman aji berdiri


lalu dia menggantikan paman aji menekuk lutut nya dan membelakangi bodyguard itu "Pukul aku! jangan libatkan paman aji" Ucap Anaya


"Wanita apa yang kau lakukan!! " Kapten berlari ingin membantu anya


"Berhenti di situ Mike! atau kau tau akibatnya" Teriak Nick

__ADS_1


Namun tiba-tiba "Kak Nick biarkan kak anaya berdiri, apa salahnya kenapa kau menghukum nya" Ucap Rachel yang membuat semua orang menatap gadis di kursi roda itu


__ADS_2