
Nick menatap Anaya yang semakin jauh darinya, kali ini dia melepaskan tangan Rachel yang menahannya "Aku ada urusan kau makan saja dengan Mike" Setelah mengucapkan itu Nick segera mengejar Anaya
Mike sedikit kecewa ternyata Nick sungguh-sungguh meninggalkan Rachel, Mike menatap sekilas Rachel sebelum dia pergi Rachel terlihat marah , Nick melihat Rachel menggenggam tangannya namun Mike tidak ambil pusing dan pergi.
"Kak Mike kau juga pergi? " Ucap Rachel yang melihat Mike melangkah
"Aku tidak selera makan, kau juga pasti berharap aku tidak makan dengan mu bukan" Kapten semakin memperlebar langkah nya hingga pergi meninggalkan Rachel sendiri, Rachel mengeratkan giginya, dia benar-benar kesal "Bagaimana mungkin dia bisa menarik perhatian Nick dan Mike " Rachel tidak menyangka dua orang yang dia kenal cuek dan dingin bisa tertarik dengan wanita yang sama.
Anaya kali ini sudah masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada Ros yang menunggu kedatangan Anaya. "Kita berangkat Anaya" Ucap Ros yang memutuskan untuk menganggap Anaya teman seperti apa yang Anaya katankan, anaya mengangguk tanda setuju.
Namun tiba-tiba Nick mengetuk jendela mobil itu, segera Ros menurunkan jendela mobilnya "Buka pintunya aku ikut! " Ucap Nick yang membuat Ros segera membuka pintu otomatis itu.
Nick duduk di samping Anaya, Anaya menatap Nick sekilas yang duduk di sampingnya "Tidak menemani wanita mu makan? " Sindir Anaya
"Ini aku sedang mengawal wanitaku untuk pergi makan" Balas Nick tersenyum
"Siapa yang wanita mu? " Gumam Anaya yang masih di dengar oleh Nick
"Kau adalah Wanita ku Anaya, itu sudah mutlak!!, Kau selalu saja meragukan itu! " Ucap Nick menatap Lekat Anaya
"Bagaimana tidak meragukan nya! sikapmu lebih terlihat Rachel lah yang Wanita mu! " Anaya kini menjawab dengan apa yang dia pikir kan
Nick sedikit tersenyum "Kau cemburu Anaya? Aku sudah bilang padamu Rachel hanya Adik ku tidak lebih, dia sama dengan Mike" Nick menyentuh Rambut Anaya.
Anaya tersenyum getir lagi-lagi itu yang menjadi jawaban Andalan Nick "Jika kau menganggap Dia adikmu, Bisakah perlakuan sebagai Adikmu! " Ucap Anaya yang menggeser tubuh nya membuat Nick kehilangan kepala Anaya.
"Aku selalu memperlakukan nya seperti adik ku Anaya"
Anaya tidak ingin melanjutkan perdebatan yang orang nya saja tidak menyadari perbuatan nya "Terserahlah" Ucap Anaya lirih tak ingin melanjutkan.
"Anaya jangan mulai lagi, aku sudah berkali-kali bilang hanya kau wanita ku! " Menarik tangan Anaya membawa Anaya dalam pelukan nya
__ADS_1
"Baiklah jika kau bicara seperti itu, bisakah kau mengabaikan Rachel untuk ku" Anaya menatap Nick melihat manik mata nya menunggu jawaban apa yang akan Nick ucapkan
Nick menghela nafasnya membalas tatapan Anaya, manik mata itu bertemu "Aku tidak bisa Anaya Rachel adala" Ucapan Nick terhenti saat mobil sudah terparkir di rumah paman Anaya. "Sudah sampai kau turunlah, nikmati makan malam mu, aku akan menunggu mu di sini" Ucapan Nick melepaskan pelukannya pada Anaya.
Anaya menghela nafasnya * kenapa tidak meneruskan kalimat nya Rachel Adalah apa? adalah wanita ku? mantan ku? adik ku? apa , apa yang ingin dia katakan " Ucap Anaya dalam hati dia seperti nya ingin Nick menjelaskan hubungan nya dengan Rachel lebih detail padanya tapi Nick terlihat belum ingin menceritakan masalah itu padanya.
"Sudahlah" Anaya menapaki kan dirinya bersiap untuk turun dari mobil *Anaya bukan saatnya memikirkan Tuan Muda ini lebih baik kau fokus untuk balas dendam" Ucap Anaya dalam hati,, Ros membuka pintu untuk Anaya, Anaya turun dengan di temani Ros, sedangkan Nick memilih mengawasi Anaya di dalam mobil.
"Ros kau kembalilah, aku bisa melakukan nya sendiri" Ucap Anaya
"Ta.. Tapi Anaya, aku tidak bisa Tuan Muda menyuruh ku menjaga mu dengan selamat"
Amaya hanya bisa pasrah saja membawa Ros untuk masuk bersama nya, Anaya menekan tombol bel di depan rumah pamannya itu
Bibinya keluar dari rumah itu, terkejut atas kedatangan Anaya " Kau datang Anaya" Kali ini raut wajahnya terlihat berbeda dia terlihat senang Anaya datang.
"Apa aku tidak boleh datang? " Anaya berusaha bersikap biasa
Paman Anaya terkejut saat istrinya membawa masuk Anaya, Senyum licik terlihat di sana dia menaruh handphone yang sedari tadi dia pegang "Ah Anaya kau datang, kebetulan paman akan makan malam, kita makan malam bersama ok" Ucapnya sangat manis tidak seperti biasanya. *Kebetulan sekali AnYa sialan ini datang beberapa bulan lagi dia akan ulang tahun, aku akan menyuruhnya tanda tangan dan semua warisan kakak akan jatuh padaku dan perusahaan ku tidak akan bangkrut, ataupun berhutang pada bos" Ucapnya dalam hati.
Anaya tersenyum dia tau akan ada drama seperti ini, dengan mencairkan harta warisan ayahnya perusahaan yang dia rebut dari ayahnya akan selamat dalam kebangkrutan *Benar-benar manusia rendah! " Ucap anaya dalam hati berusaha untuk tidak menunjukkan rasa tidak sukanya pada paman dan bibinya sebelum dia mendapatkan handphone pamannya.
Mereka bertiga duduk untuk makan malam sedangkan Ros setia berdiri di belakang Anaya, meski dia menganggap Anaya sahabat nya tapi profesional kerjanya tetap dia junjung, Anaya tetap Wanita dari Tuan Muda nya.
"Ayo Anaya makan yang banyak, kita sudah lama tidak makan bersama, makan lah makan" Bibinya menaruh semua lauk ke piring nya, Anaya masih saja diam dan sedikit tersenyum.
Setelah selesai makan, paman nya tidak berbasa-basi langsung berbicara tentang warisan yang orang tua Anaya tinggal kan.
"Anaya, kau sebentar lagi berumur 21 tahun, dan warisan Ayah mu bisa kau cairkan, bagaimana jika mencairkan nya kau bisa membeli apartemen atau rumah yang kau inginkan, bagaimana? " Pamannya mulai berkata manis.
Anaya masih tersenyum dalam pikiran Anaya, *Benar mencair kan nya setelah Uang itu kau dapat kau akan pura-pura tidak kenal dengan ku dan mengambil semua hak ku! aku tau itu" Ucap Anaya dalam hati, dia tau pengacara ayahnya sudah mati maka dari itu paman nya bisa mengakui rumahnya dengan mengaku sudah membelinya.
__ADS_1
"Boleh saja tapi dengan satu sarat! " Ucapan anaya menatap pamannya
"Apa itu saratnya? "
"Akta jual beli rumah ini berikan padaku, aku akan menandatangani surat untuk pencairan warisan ayah dan ibu" Ucap Anaya
Paman nya tersenyum, dia sudah memalsukan surat akta jual beli dia tidak khawatir untuk syarat itu dengan antusias "Baiklah Anaya aku akan perlihatkan akta jual beli Iti dan sekaligus tanda tangani surat pencairan harta warisan itu aku perlu tanda tangan mu" Ucap pamannya tanpa malu.
Bibinya ikut tersenyum membayangkan warisan kakaknya yang beberapa puluh milyar itu akan jatuh di tangannya.
Paman nya langsung berjalan ke kamarnya, Anaya tersenyum sedikit melirik Ros kemudian menatap bibinya "Bi bisakah buatkan aku minuman jahe yang pernah kau buatkan dulu saat ibuku masih ada" Ucap Anaya
"Ah tentu saja bibi akan membuatkannya untuk mu" Ucap bibinya bergegas ke dapur menyiapkan permintaan nya, Anaya menatap Ros yang sudah bergeser ke tempat handphone pamannya, Anaya mengawasi keadaan dan Ros mengotak atik handphone paman Anaya menghubungkan handphone nya dengan milik Tuan mudanya itu, seperti rencana awal.
Paman Anaya datang dengan berkas jual beli dan surat yang harus Anaya tandatangani dan Ros lebih cepat selangkah dia sudah selesai sebelum paman Anaya datang
"Anaya ini surat jual belinya dan ini surat yang harus kau tanda tangani" Ucap paman nya
Anaya berdiri dan tersenyum licik menatap pamannya, paman nya bingung dengan senyuman yang Anaya tunjukkan.
"Ini aku ambil, aku ingin melihat akta ini asli atau palsu, dan surat ini" Ucap Anaya merobek surat itu dan pergi membuat pamannya begitu murka
"Anaya apa yang kau lakukan!!! " Teriaknya pada Anaya
"Kau pikir aku tidak tau rencana busuk mu paman! silahkan hidup miskin aku tidak akan pernah mencari warisan itu" Anaya tersenyum mengejek pamannya ingin menampar nya namun Ros dengan cepat meraup tangan paman Anaya dan menguncinya memelintir nya dengan kuat membuat Paman Anaya kesakitan
Anaya tertawa menghina dan pergi di ikuti Ros yang sudah melempar Tubuh tua Paman Anaya itu.
"Anaya sialan!! jal*ng lihat bagaimana aku akan menghancurkan mu!!, jika aku tidak bisa mendapatkan warisan mu baik-baik aku akan membunuhmu lihat saja, Aaagggghhhhhhh, AKU AKAN MEMBUNUH MU ANAYA!!!" Teriak paman Anaya Marah
kakak readers jangan lupa masuk grup yuniar biar bisa bicara ngobrol sama aku dan bisa ikut event
__ADS_1
TERIMAKASIH