
Baru selesai dari kamar mandi anaya mendudukkan dirinya di depan jendela, menekan dadanya, mengingat kembali perkataan dan perbuatan Nick kepadanya "Wanitanya lucu sekali!! " Ucap anaya tersenyum getir menatap bayangan nya di jendela.
Dia menekan dadanya ada rasa sadiki sakit di hatinya melihat Nick yang memperlakukan Rachel lebih spesial dari siapapun termasuk darinya "Kenapa ini terasa sakit, bahkan melihat Glen dan Stella berselingkuh tak sesakit ini" Ucap Anaya pada dirinya sendiri "Aku tidak mungkin benar-benar cemburu bukan? " dia terus berdialog dengan dirinya sendiri
Namun tiba-tiba Anaya mendengar suara keributan di luar, membuat anaya penasaran, Dia berjalan mendekat ke arah pintu suara perdebatan itu semakin jelas terdengar
"Tuan muda kedua jangan membuat ku terkena masalah, kau di larang menemui Nona anaya" Ucap Jimmy yang sedang menjelaskan situasi nya
"Atas dasar apa kau melarang ku bertemu dengan Wanita! " ucap Kapten neraka yang tak pernah mengganti panggilan nya terhadap anaya
"In.. ini perintah Tuan Muda, Siapa pun tidak boleh bertemu dengan Nona anaya tanpa seizin Tuan Muda" Ucap Jimmy
"Heh begitu! tapi sayangnya Nona mu yang ingin bertemu dengan ku" Ucap Kapten yang melihat anaya sudah membuka pintu dan melihat dia dan Jimmy berdebat
"Biarkan dia masuk"
"Ta.. tapi Nona itu tidak bisa, ku mohon jangan mempersulit ku Tuan muda kedua dan nona anya" Ucap Jimmy takut jika ini ketahuan oleh Tuan nya dia bisa mati dengan cara yang mengenaskan
*Aku masih terlampau muda untuk mati, bahkan aku belum menikah, ya Tuhan jangan biarkan Tuan muda tau" Ucap Jimmy dalam hati sembari bergidik ngeri
"Wanita apa kau sudah baik-baik saja" Tanya kapten pada anaya
"Seperti yang kau lihat"
"Bagaimana jika keluar dari sini" Ucap Kapten neraka memprovokasi
"Tidak masalah" Mencabut paksa selang infus dari tangan nya kemudian menahan nya agar tak berdarah
__ADS_1
"Ok kita pergi"
"Tu.. Tuan muda kedua kau tidak bisa membawa nona anaya pergi!! " Ucap Jimmy panik
"Hah benarkah? apa yang tidak bisa aku lakukan coba katakan!! " Ucap Kapten yang langsung menendang Jimmy tendangan Yang lurus mengenai ulu hati Jimmy membuat Jimmy terjatuh tendangan sang Kapten bukanlah tendangan yang sembarangan orang bisa menahannya
"Ayo pergi! " Mengulurkan tangannya mereka berdua mulai berlari meninggalkan Jimmy yang berusaha bangun sembari menahan nyeri di ulu hati nya akibat tendangan dari sang Kapten
"Nona anaya kembali" Berusaha bangkit dan menelpon bodyguard untuk segera menangkan Mike dan Anaya
jimmy mulai berjalan ke ruangan Rachel dengan menahan rasa sakit yang tertinggal Akibat tendangan Mike
"Tu.. Tuan muda gawat" Ucap Jimmy terbata-bata
mendengar ucapan Jimmy Nick langsung berdiri dari duduknya dia tau ada yang tidak beres dia menatap Jimmy menunggu jawaban
"No.. Nona anaya " ucapan nya terhenti saat Nick sudah terlihat panik
"Anaya kenapa katakan!! " Ucapnya
"Di..dia ke..keluar dari rumah sakit bersama Tu..tuan muda kedua" Ucap Jimmy terbata-bata
"APA?! " suara Nick mulai meninggi dia mengeratkan giginya mengepalkan tangannya menatap tajam Jimmy "Kau memang tidak Berguna!!! " Ucap Nick dingin Nick dengan amarahnya berjalan keluar dari ruangan Rachel
Rachel melihat itu dan ingin menghentikan nya "Kakak, kau mau kemana? kau ingin meninggalkan ku? " Ucap Rachel lemah dan lembut
Kali ini Nick tidak mendengarkan Ucapan Rachel dia tetap berjalan " Kerahkan semua bodyguard temukan mereka sampai tengah malam jika tidak ada yang bisa menemukan mereka akan ku bunuh mereka semua! termasuk kau Jimmy " meninggalkan ruangan dengan amarah yang begitu besar
__ADS_1
*********
Saat ini anaya berada di dalam mobil Kapten Neraka
"Kau mau kemana? " Tanya kapten Neraka sembari mengemudikan mobilnya
"Kemana saja, terserah kau asalkan tidak bisa tertangkap oleh nya"
"Tidak bisa tertangkap oleh nya di Negera ini itu mustahil, aku mungkin hanya bisa membawamu pergi hanya sampai tengah malam atau lebih, besok mungkin kau sudah kembali di sisiNya" Ucap kapten Neraka yang tau kekuatan kakaknya itu
"Heh jadi Tuan Muda kedua tidak lebih hebat dari Tuan Muda " Ledek Anaya
"Aku bisa menyembunyikan mu di luar negeri dia pasti tidak akan menemukan mu tapi aku butuh persiapan! " Ucap kapten Neraka
"Sudah lah berjalan-jalan juga bukan hal yang tidak berguna, lagi pula aku masih harus menyelesaikan dendam ku" Ucap Anaya
"Ah bagaimana jika kita mengunjungi dokter Ragil, bagaimana?"
Anaya tidak menolak tawaran kapten Neraka "Itu bagus aku sudah tidak sabar untuk membuatnya menuai apa yang dia lakukan! kepadaku" Ucap Olivia yang teringat akan hidupnya yang dulu yang membuatnya terlahir kembali
"Sebenarnya apa yang dia lakukan padamu"
"Hanya mencabut nyawa ku" Ucap Olivia tanpa sadar membuat kapten Neraka menatap sekilas anaya yang sudah di penuhi dengan sebuah dendam
"Terserah lah aku hanya tertarik dengan hiburan yang akan kau berikan" Ucap kapten Neraka yang mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih dalam
"Bagus, Ragil persiapkan dirimu untuk bertemu dengan raja Neraka!!! " Ucap Anaya tersenyum licik penuh dendam
__ADS_1