Wanita Seratus Ribu

Wanita Seratus Ribu
Part 51


__ADS_3

Veila bangun cukup pagi, di saat langit masih membiru dan burung-burung baru saja bernyanyi di langit yang sunyi. Tiba-tiba saja ia teringat dengan stroberi yang Nyonya Hovers berikan kemarin dan memiliki satu keinginan untuk memasukkan satu biji buah merah tersebut ke dalam mulutnya.


Oh, dirinya belum pernah mencicipi buah tersebut, hanya pernah mendengar ulasan dari teman-temannya yang pernah mencicipi buah tersebut. Ada yang bilang jika buah stroberi terasa masam, ada juga yang bilang jika buah tersebut memilik dua rasa yaitu masam dan manis yang bercampur satu, ada pula yang mengatakan jika buah stroberi tersebut rasanya manis, itupun jika kau beruntung dalam saat membeli buah stroberi.


Kulkas dua pintu yang berukuran besar tersebut dibuka oleh Veila, wanita itu berjongkok di depan kulkas, merasakan kenyamanan saat udara dingin mengenai wajahnya. Sebenarnya ia agak enggan untuk mengambil satu biji stroberi untuk dicicipi, karena Nyonya Hovers membawa itu untuk Wilson— walaupun sempat berkata untuk dikonsumsi bersama.


Namun, keinginannya untuk mencicipi buah tersebut sungguh besar, mengalahkan rasa enggan akan status kepemilikan. Karenanya, setelah memantapkan hati, iapun segera mengambil satu buah stroberi yang nampak menggoda tersebut.


"Hanya satu, lagipula Wilson tidak akan menghitung jumlah stroberinya, kan?" ujar Veila dan segera menggigit buah tersebut, mengunyahnya dengan perasaan yang melega. Benar apa yang teman-temannya katakan, buah stroberi terasa sangat masam saat digigit.


"Nona Amor? Apa yang kau lakukan?" Suara khas milik Leo yang terkesan lembut membuat Veila menjatuhkan storberi yang tinggal setengah di tangannya dan berhenti mengunyah gigitan buah yang ada di dalam mulutnya.


Melihat Leo yang turut berjongkok di sebelahnya membuat Veila buru-buru menelan gigitan buah yang masih sempat ia sembunyikan pada sisi kanan mulutnya, tangan kanannya juga cepat-cepat mengambil gigitan stroberi yang sempat jatuh di lantai dan menyembunyikannya begitu saja di belakang punggung.

__ADS_1


Melihat itu tentunya membuat Leo gemas setengah mati, mulai mengarahkan tangan kanannya pada kedua pipi Veila, menekannya dengan pelan agar tidak menyakiti, membuat bibir merah yang basah tersebut maju beberapa senti ke depan.


"Kenapa terkejut? Makan saja yang banyak, kau dan bayimu harus mengkonsumsi buah-buahan agar sehat terus," ucap Leo, membuat Veila menggeleng dan menepuk-nepuk tangan Leo, minta dilepaskan.


Beruntung karena Leo adalah pria penurut yang sekali dibilang langsung mengerti, menarik kembali tangannya sambil terkekeh dan berganti dengan memberi tepukan-tepukan pelan pada puncak kepala Veila.


“Ini milik Wilson, dan sebenarnya aku belum minta izin untuk memakannya. Dan itu sama saja seperti mencuri, karenanya Leo, jangan katakan hal ini pada Wilson," celetuk Veila, membuat Leo terpaksa harus menahan tertawaannya.


"Tenang saja, aku tidak akan bilang pada Wilson tentang ini, asal kau mau menerima ajakanku siang ini, bagaimana?" tanya Leo dengan segaris senyum yang terkembang.


Ah, tentang Leo yang punya akses masuk ke dalam rumah Wilson, pria itu memang sering seperti ini, datang tanpa diminta dan Wilson serta penghuni rumah lainnya sudah terbiasa akan hal itu. Ya, anggap saja Leo adalah salah satu bagian dari penghuni rumah, tetapi tidak tidur di sini.


"Apa?"

__ADS_1


"Pergi denganku ke rumah sakit untuk memeriksa kandunganmu. Alat testpack sering kali keliru, tapi aku yakin nanti dokter akan mengatakan jika kau memang benar-benar—"


Braak!


Suara gelas yang diletakkan dengan kuat di atas meja membuat Leo menghentikan perkataannya juga menolehkan wajahnya bersama dengan Veila tentunya.


Di depan sana, di dekat meja makan yang jaraknya sedikit jauh dari kulkas, ia melihat Wilson yang wajahnya masih sedikit bengkak karena baru bangun tidur. Melihat tajam ke arah dua orang yang tengah mendinginkan diri di depan kulkas, lalu segera menuangkan air minum ke dalam gelas kosongnya.


Melihat itu, Leo pun segera mendekatkan bibirnya pada telinga Veila, membisikkan waktu janjian mereka dan mengatakan jika ia akan menjemput Veila siang ini. Dan tentu saja si wanita tidak menolak dan mengangguk mengerti, menerima ajakan Leo karena sebenarnya ia juga penasaran dengan apa yang akan dokter katakan padanya.


Sementara Wilson, pria itu hanya meminum air dari gelasnya dengan ekor mata yang terus melirik dua orang tersebut. Jujur, ia tidak bisa mendengar percakapan dua orang itu dengan jelas, tak juga bisa menebak dengan asal apa yang diperbincangkan. Yang jelas, Wilson sempat mendengar kata ajakan dan pergi yang keluar dari mulut Leo.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2