Wanita Seratus Ribu

Wanita Seratus Ribu
Part 53


__ADS_3

Selamat Anda akan menjadi seorang ayah sebentar lagi. Ada kehidupan baru di dalam rahim istri Anda. kondisi janinnya mulai memasuki tahap embrionik, organ-organnya akan langsung terbentuk dan saat itu juga langsung berfungsi. Ukurannya masih sangat mikrokospis, tetapi masih bisa tertangkap oleh ultrasonografi. Anda bisa melihat calon bayi Anda yang masih sekecil biji jagung dari gambar ini.


Kehamilannya sudah masuk usia empat minggu. Dari trisemester pertama sampai akhir, di harapkan Anda ikut berkontribusi dalam menjaga istri Anda. Usahkan agar Anda selalu membuatnya nyaman karena itu adalah kebutuhannya saat istri Anda tengah diserang oleh hormon kehamilan. Perhatikan nutrisi yang istri Anda dapatkan, karena sang ibu akan berbagi makanan dengan bayi yang dikandungnya.


Rutinlah dalam memeriksa kandungan, jika Anda setuju, saya akan membuat jadwal rutin kunjungan dan juga memberikan buku paduan untuk ibu hamil.


Wilson memijit pangkal hidungnya perlahan. Perkataan dokter yang ia dengar siang tadi sukses membuat jiwanya melayang. Semuanya begitu cepat, tak menduga jika Veila kini tengah mengandung anaknya.


Jujur, Wilson sangat gugup sekarang dan sempat searching di internet tentang; apa yang harus suami lakukan saat istri sedang hamil. Ia membaca cukup banyak, tetapi tetap saja ia tak mengerti hal apa saja yang harus dilakukan.


"Kau belum tidur?" Pertanyaan yang Maureen lontarkan pun nyatanya berhasil membuat Wilson mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. Ia tersenyum sebentar, lalu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Bukannya tak mau tidur, hanya saja dirinya sedang tidak bisa tidur karena memikirkan kehamilan Veila. Maureen membalasnya dengan tersenyum miris, mengusap lengan kanan Wilson dengan lembut lalu berkata, "Masih memikirkan hal itu? Jangan takut, lama-lama kau akan terbiasa dengan itu, Wilson."


Ya, sore tadi Wilson sudah bercerita perihal Veila yang tengah hamil sembari menyerahkan bukti-berupa hasil usg pada Maureen. Membuat wanita itu menjadi sedikit miris dengan hidupnya dan menyalahkan takdir buruknya. Walaupun ia meninggalkan Wilson dan beralih pada Leo, dirinya tetap tidak akan pernah bisa memberikan keturunan.


Sebenarnya, bukan hanya itu yang Wilson pikirkan, tetapi masih ada hal lain yang membuat pikiran pria itu berkecamuk dan mengakibatkan kepalanya menjadi sedikit pusing. Ia membenci dirinya sendiri, membenci hatinya yang mungkin saja sudah perlahan mengukir nama Veila di sana—walau tintanya belum tebal.


Dan karena kehamilan ini, Wilson yakin, ia dan Veila akan menjadi semakin dan semakin dekat, membuat perasaan itu makin membuncah dan akhirnya permainan berakhir dengan ia yang terjebak di dalam sana, permainan yang ia buat sendiri.


Pria itu tersenyum sekilas, lalu menjawab, "Mencari udara segar. Aku akan kembali, jangan khawatir." Dan setelah itu segera pergi meninggalkan kamarnya.


Nyatanya, mencari udara segar versi Wilson yaitu pergi mengunjungi kamar Veila. Perlahan pintu kamar yang tak pernah dikunci itupun terbuka, Wilson, ia masuk ke dalam kamar dengan langkah yang hati-hati ketika menyadari jika Veila sudah terhanyut dalam rajutan mimpinya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama bagi Wilson untuk menyambangi tepi ranjang milik Veila, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah si wanita, lalu memperhatikan garis wajah Veila yang benar-benar sempurna.


"Ini terlalu cepat, tapi tidak αρα, aku memang mengharapkannya," gumam Wilson, mendudukkan dirinya pada ranjang tepat di sisi yang Veila tiduri.


Setelah puas menatap wajah cantik Veila ketika sedang tidur, Wilson pun mengakhiri semuanya dengan sebuah kecupan di kening. Merasa aneh dengan duality dirinya sendiri yang sebenarnya bukanlah sebuah duality seperti yang ia maksudkan, karena itu adalah sebuah benih perasaan.


Dan di saat ia hendak meninggalkan kamar Veila, tiba-tiba saja pikirannya berubah. Tidur di sebelah Veila nampaknya lebih bisa menenangkan rasa gugupnya daripada kembali ke kamarnya sendiri itu yang otak dan hati Wilson jabarkan.


Hingga akhirnya, ia tak pernah kembali ke kamarnya melainkan menghabiskan malam dengan tidur satu ranjang bersama Veila Amor.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2