Wanita Seratus Ribu

Wanita Seratus Ribu
Part 64


__ADS_3

Di luar dugaan, hari pertama berada di kota Paris Wilson habiskan dengan bertemu tatap bersama para rekan kerja yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya. Padahal Wilson sudah merahasiakan kepergiannya, hanya mengatakan kepada Jack selaku pengganti posisinya selama ia berada di kota mode ini. Namun, begitu bodohnya, Jack tak sengaja berkata pada rekan kerja asal kota Paris yang menelepon perusahaan, memberitahu jika sekarang atasannya, Wilson Alexander Hovers, sedang berada di Paris.


Tentunya saat itu Wilson hanya bisa memarahi Jack yang ceroboh dari jarak jauh. Padahal ia sudah menyusun sebuah rencana perjalanan, membawa Veila untuk berkeliling kota Paris. Dan sialnya, rapat tersebut berakhir pukul delapan malam, sampai-sampai mengharuskan Wilson untuk makan malam di sana, bersama rekan kerjanya.


Dan sekarang hari kedua yang merupakan hari terakhir saat pagi menyapa, ia tidak menemukan Veila di sisi ranjang satunya. Wanita itu menghilang tanpa meninggalkan jejak, menyisakan dirinya sendiri di dalam kamar hotel yang luas. Hari ini adalah kali pertama Wilson panik karena kehilangan


Veila-yang entah sedang pergi ke mana, dan bersama siapa. Membuatnya harus segera memakai jubah tidurnya dengan cepat, hendak pergi ke luar kamar. Namun, baru tangannya hendak meraih kenop pintų, sebuah kertas berlogokan hotel bintang lima ini cukup menarik perhatiannya. Diraihnya kertas tersebut dan dibacanya setiap kata demi kata, lalu berakhir dengan sebuah remasan yang membuat kertas tipis tersebut remuk serta menjadikannya sebagai penghuni baru tempat sampah.

__ADS_1


Aku pergi dengan Leo. -Veila Amor


Ya, pagi tadi, di saat wanita itu sudah rapi dengan pakaian yang dibeli oleh Wilson, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamarnya. Tak menunggu lama, Veila pun segera membuka pintunya dan menemukan sosok Leo yang tersenyum di baliknya. Tidak ada basa-basi yang panjang, Leo pun langsung mengutarakan maksudnya untuk mengajak Veila pergi ke acara Fashion Week, di mana adiknya turut ikut andil dalam perancangan busana.


Leo juga sebenarnya tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ia jadi ingin mengajak Veila untuk pergi bersamanya, sekalian juga untuk mengeskplor kota Paris bersama berdua, maksudnya. Dan kebetulan juga, Veila yang menghabiskan hari pertama dengan berdiam diri di kamar hotel menjadi tertarik dengan ajakan keluar Leo. Setidaknya, ia juga ingin pergi keluar, menikmati udara luar kota Paris, bukannya hanya menetap diam di dalam kamar dan tidak melakukan apa pun.


Karena itu, setelah mengiyakan ajakan Leo, Veila pun segera merobek secarik kertas, menuliskan sesuatu di atas sana, lalu meninggalkannya di depan pintu saat ia hendak meninggalkan kamar. Ia melakukan semua itu karena tak punya benda pintar untuk menghubungi Wilson.

__ADS_1


Dan sekarang, yang Wilson lakukan adalah menghempaskan kembali tubuhnya di atas ranjang, mengacak-acak rambutnya dan kemudian melirik jam dinding yang kebetulan sekali dapat matanya tangkap. Pukul sebelas siang sungguh mengatakan bahwa sekarang ini ia benar-benar bangun kesiangan. Jika saja ia bisa bangun sedikit lebih awal, mungkin tak ada kesempatan bagi Leo untuk membawa wanitanya pergi tanpa izin.


Merasa jika semua ini tak bisa dibiarkan, dan ia harus segera membawa Veila kembali ke sisinya, Wilson pun meraih ponselnya, mencari kontak Leo dengan cepat lalu mulai menghubunginya.


Wilson benar-benar ingin membanting ponselnya saat suara operator yang menggema memasuki pendengarannya. Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan... Leo Zhang tidak mengaktifkan ponselnya, dan Wilson menganggap semua itu adalah sebuah kesengajaan.


Baru kali ini Wilson merasa uang yang ia keluarkan untuk biaya tiket dan menginap di hotel adalah suatu kesia-siaan yang sangat disayangkan. Percuma saja ia mengeluarkan uang banyak tapi bukan untuk tujuan yang sudah ia rencanakan semalaman. Hari pertama harus pergi ke perusahaan XXX untuk mendiskusikan masalah pekerjaan, dan di hari kedua ia harus menerima kehampaan karena sudah kalah cepat dari Leo. Jadi, sebenarnya... untuk apa ia melakukan perjalanan ke Paris sampai harus rela meninggalkan pekerjaannya?

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2