
Di ruang penyiksaan
terdapat seseorang yang masih tak berdaya. Alena sampai di depan ruang penyiksaan di sambut oleh mafioso yang berjaga di sana. Alena masuk dan melihat Fabian yang masih tak sadarkan diri. ia pun langsung duduk
" mana Michel dan Sena " kata Alena
" ini nona" kata salah satu mafioso
" Michel, Sena kemari" kata Alena
seakan paham apa yang di katakan Alena dua harimau putih itu berjalan ke arah Alena mereka berdiri di samping Alena. Alena mengelus ngelus kepala harimau tersebut
kedua harimau tersebut tak bisa di pegang oleh sembarang orang jika di pegang oleh orang lain mereka akan mengamuk dan menjadi Liar
yang bisa memegang 2 harimau tersebut hanya Alena, kakek Marven, Kenan dan 2 mafioso yang merawat merek
2 harimau tersebut bisa jinak kepada orang lain jika mereka bersama Alena
" siram dia aku tak ingin membuang waktu ku hanya melihat ia tidur" kata Alena
byurrr
air pun disiramkan ke wajah Fabian. Fabian yang di siram pun mulai sadar. ia mengerjap ngerjapkan mata untuk menyesuai kan cahaya. saat iya membuka mata. ia melihat Alena sedang duduk dengan membelai kepala Sena
Fabian pum melihat tubuhnya yang di ikat pun mulai berteriak memberontak
"lepaskan aku, kau tidak tau apa yang akan di perbuat oleh tuan ku" teriak Fabian
" aku tidak tuli " kata Alena ketus
" kau sebernarnya siapa kenapa kau melindungi gadis itu" kata Fabian
" apa kau ingin mengetahui siapa aku" kata Alena
Alena pun melepaskan topeng yang ia pakai. Fabian pun terkejut karena gadis yang ia cari adalah Leader mafia
__ADS_1
Alena berjalan mendekat ke arah Fabian
" kau salah telah mengusik ku" kata Alena dingin
Alena pun mengambil cambuk dan mencambuki tubuh Fabian dengan puas. Kenan dam 4D masuk ke ruang penyiksaan melihat Alena yang sedang mencabuki tubuh Fabian
Fabian hanya berteriak kesakitan, ia tak bisa berbuat apa apa karena tangan dan kaki nya di ikat
setelah selesai mencambuki Alena pun mengambil pisau lipat, ia menggoreskan ke tubuh Fabian. lagi lagi Fabian hanya berteriak ke sakitan
" kau tadi bilang apa yang akan di perbuat tuan mu oleh ku, mimpi dia bisa melukai ku. dan kau terlalu bodoh hingga di perdaya sama dia apa kau tau dia hanya menganggap mu sampah. sekarang bahkan dia sudah memiliki tangan kanan yang baru" kata Alena santai
Fabian yang mendengar itu pun nampak raut kecewa namun ia menjadi tangan kanan King Darknees hanya lah terpaksa karena ia juga membutuhkan uang untuk pengobatan Adik nya
Alena tau jika Fabian menjadi tangan kanan King Darknees hanya lah terpaksa, ia harus membiayai pengobatan adik nya
" lepaskan dia dan obati" kata Alena
yang lain mendengar apa yang Alena bicarakan hanya melongo dengan mudahnya Alena melepaskan dia dengan mudah
" Queen kau nyakin melepaskan dia, dia tak dapat di percaya Queen" protes Kenan
Fabian tertegun karena Alena mengetahui jika dia terpaksa mengikuti organisasi itu demi adiknya
" aku akan mencarikan pendonor ginjal yang cocok dengan Adik mu" kata Alena
" benarkah terima kasih, kau bisa membunuh ku untuk ganti rugi nanti tapi aku mohon biarkan aku hidup saat adik ku di operasi jika sudah di operasi kau bisa membunuh ku" kata Fabian
" kau bodoh sekali, aku melepaskan mu karena adik mu sangat membutuhkan mu tidak mungkin aku melakukan itu, jika kau merasa tidak enak jika ku bantu kau bisa membalasnya dengan bergabung di ke mafia ku" kata Alena
" baiklah aku akan ikut dengan mu" kata Fabian
" jangan coba coba berkhianat jika kau berhianat ginjal yang aku donor kan ke adik mu akan ku ambil lagi" kata Alena
" aku tak akan berkhianat demi adik ku" kata Fabian mantap
__ADS_1
"Good boy" kata Alena
Fabian pun berjanji pada dirinya agar selalu setia dan tidak berkhianat kepada Alena, karena Alena adiknya akan mendapatkan donor ginjal
Alena berjalan keluar tak lupa membawa Michel dan Sena karena ia ingin bermain dengan hewan kesayangan nya
saat ini Alena sedang ada di taman, ia sedang bermain dengan Michel dan Sena. namun saat asik bermain ia di kejutkan dengan suara jiritan Vika
"kak Al awas" teriak Vika karena melihat harimau
Michel dan Sena pun mengaung karena teriakan Vika. Alena pun berusaha membuat Michel dan Sena untuk tetap tenang. setelah mereka tenang Alena berjalan ke arah Vika
"Kak Al gak papa kan, kak Al gak di gigitkan sama harimau itu" kata Vika khawatir. Alena yang melihat kekhawatiran Vika pun tersenyum
" kakak gak papa kok Vika, mereka itu hewan peliharaan kakak yang kakak sayangi" kata Alena
" tapi kenapa kakak memelihara mereka kan serem" kata Vika. Alena yang mendengar nya pun tekekeh
" karena dulu kakak menemukan mereka saat terperangkap di perangkap pemburu, kakak dan kakek kakak menyelamatkan mereka dan memelihara mereka " kata Alena. Vika yang mendengar pun hanya ber oh ria
" ayo kita bermain bersama mereka" kata Alena
" mereka gak makan aku kan kak" kata Vika polos. Alena yang mendengar itupun tekekeh
" gak akan Vika, udah ayo kakak selalu ada di dekat Vika" kata Alena
Vika pun mengikuti Alena. sebenarnya ia merasa sangat takut tapi melihat Alena yang berani Vika pun ikut memberanikan diri
saat mendekat Sena mangaung membuat Vika takut dan bersembunyi di belakang Alena. ia ingin menangis tapi ia juga ingin berani seperti Alena
" Sena ini Vika, dia adalah Adik ku jadi jangan sakiti dia" kata Alena
seperti memahami apa yang di bicarakan Alena Sena pun berhenti mengaung dan mendekat ke arah Vika. Vika yang melihat Sena mendekat pun gemetar namun ia mencoba memberanikan diri
Sena mendekat ke arah Vika dam mendusel duselkan kepala nya ke perut Vika. Vika pun mencoba memberanikan diri untuk mengelus kepala Sena
__ADS_1
Vika pun senang bisa memberanikan diri. kini Alena dan Vika bermain bersama mereka
sore pun tiba. Alena dan Vika memutuskan untuk berhenti bermain kini saatnya mereka mandi dan makan malam