
Setelah kepergian Dokter Reza dan asistennya Elena langsung menyuruh Kenan untuk mengirimkan beberapa anak buahnya untuk menjaga Ricki
" Bastian apa Villa ini memiliki CCTV?" kata Elena
" Ada namun CCTV disini sudah tidak beroperasi lagi" kata Bastian
" Baiklah" kata Elena
" Apa kau ingin mengusut masalah ini??" kata Alvin
" hm"
" Aku bisa membantu mu" kata Alvin
" Terserah"
" Kapan Alena kembali??" kata Alvin
" Mungkin Bsk" kata Elena Acuh tak acuh dan langsung pergi meninggalkan yang lainnya
Elena pergi ke kamarnya ia ingin melihat keadaan Vika. Saat ia masuk ternyata Vika sudah tidur akibat kelelahan menangis
" Alysa terima kasih sudah menjaga Vika, kau bisa berkumpul dengan yang lain, Dan oh ya bilang kepada yang lain kalau aku tidak ikut bergabung bersama kalian" kata Elena
" Gak perlu berterima kasih karena kita sahabat" kata Alysa tersenyum tipis
" Kalau begitu aku bergabung dengan yang lain" kata Alysa pergi
" Hm" kata Elena
Setelah Alysa keluar dari kamar nya, Elena langsung merebahkan dirinya disamping Vika dan langsung memejamkan matanya
Keesokan pagi
Semua nampak kembali seperti semula begitu pula dengan Ricki yang sudah terbebas dari racun. Namun Ricki tidak dapat mengingat apa yang terjadi kepadanya dan yang lain pun tak memberi tau apa yang terjadi kepada Ricki
Alena yang baru mengetahui dari Elena ternyata ada yang meracuni Ricki benar benar marah. Ia langsung menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki kasus ini walau Elena mengatakan jika Alvin membantu untuk mengusut kasus ini namun tetap saja Alena menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki
Sedangkan untuk penawar Racun Elena menyuruh salah satu anak buahnya yang menjaga Ricki untuk menyuntikan penawar racun tersebut
Elena tidak memilih sembarang orang untuk memberi suntikan penawar racun kepada anak buahnya. Saat Elena menyuruh Kenan untuk mengirimkan beberapa anak buah Elena meminta kepada Kenan, jika salah satu dari mereka harus berasal dari unit kesehatan
Pagi ini mereka bermain bola Voli dan Bryan menjadi wasitnya karena Jumlah mereka yang ganjil jadi di putuskan Bryan yang menjadi wasitnya
Setiap tim terdiri dari 6 orang, 2 perempuan dan 4 laki laki. Alena satu tim bersama Aretha, Bastian, Erick, Derren dan Derrel
Sedangkan Kelompok yang lain terdiri dari Atalie, Alysa, Alvin, Kevan, Deon dan Davino
Permainan mereka memakan waktu yang cukup lama karena mereka semua hebat dalam bermain Bola Voli. Mereka bermain hingga 3 ronde
Ronde pertama di menangkan oleh Tim Alvin, Ronde kedua di menangkan oleh Tim Alena karena seimbang maka ditambah satu ronde lagi dan Ronde ke tiga di menangkan oleh Tim Alena
" Yes Kita memang!!!" Sorak Bastian Ketika mereka berada di bawah pohon untuk berteduh
" Alay!" celetuk Aretha
__ADS_1
" Namanya juga Bastian" kata Erick melempar botol air minum ke Aretha langsung di tangkap oleh Aretha
" Thanks" kata Aretha tersenyum membuat Erick menjadi salah tingkah
" Nih" kata Kevan memberikan botol air Minum kepada Alysa
" Bukan bekas lo kan"
"aww" Alysa langsung memegang kening nya yang di sentil oleh Kevan
" Perkataan mu sungguh konyol, mana mungkin itu bekas ku, kau lihat botolnya masih tersegel" kata Kevan
" Baiklah, Btw Thanks" kata Alysa tersenyum membuat Kevan tersenyum
" Sayang,, nih aku bawain minum karena aku laki laki perhatian kepada pasangan" kata Derrel
" Najis!!" ketus Atalie namun menerima pemberian Derrel.
tuk
" Duh" kata Derrel mengusap ngusap kepalanya yang terlempar batu kecil
" Alay" Ketus Alena
" Bilang aja lo iri kan karena lo juga mau gue bawakan Minum" kata Derrel sombong
" Najis!!"
" Gila!! gue yakin ini bukan Derrel saudara gue" kata Derren merinding
" Iya emang elo bukan Derrel saudara gue, Derrel gak mungkin Bucin kayak begitu"
" Terserah elo deh" kata Derrel mengalah
Alena hanya menggeleng dengan kelakuan para sahabatnya yang Absrud. Alena kembali memandangi laut namun tersentak karena ada yang menempelkan botol air minum ke pipinya. Sontak Alena menoleh
" Minum" kata Alvin datar
" Thanks" kata Alena menerima pemberian Alvin dan meminumnya
" Eh guys liat deh tu ada yang main Jet Sky gimana kalau kita bermain itu lalu berlomba?" kata Derren
" Boleh tu ide lo" kata Davino
Ngomong ngomong soal Davino. Alena hanya memberi nasehat kepadanya agar lebih bisa mengendalikan Emosi
" Jet Sky di sini hanya sedikit jadi kita harus berpasangan" kata Bastian
" Gue gak ikut, gue harus kembali ke Villa ada urusan" kata Bryan
" Gue berpasangan dengan Derren" kata Bastian
" Gue dan Davino" kata Deon
" Gue dengan ayang Atalie" kata Derrel merengkuh pinggang Atalie
__ADS_1
" Lepas Derrel" kata Atalie menatap Derrel tajam
" Gak!!"
" Gue sama Aretha" kata Alena
" Yah Al, Elo sama Alvin aja tu masa gue sama dia mulu gue kan juga mau berpasangan seperti pasangan normal, laki laki dan perempuan" protes Erick
" Emang lo mau berpasangan sama siapa?" tanya Aretha
" Kamu lah ya masa sama Vika" kata Erick sebal membuat Aretha tersenyum
" Alysa"
" Gak!! Dia sama gue, Gue gak mau di bilang gay yang berpasangan dengan sesama jenis" kata Kevan merangkul pundak Alysa
" Eh Somplak apa maksudmu, Elo ngomongi kita gay" Protes Bastian
" Iya!!, Elu padakan Cocok jadi sepasang kekasih " kata Kevan meledek
" Gue sama Alysa" ngotot Alena
" Gak!!, pokoknya Alysa sama gue" kata Kevan
" Gue"
" Gue"
" Udah lah Al biarkan mereka berdua berpasangan" kata Deon menengahi membuat Alena mencebik Kesal
Bukannya ia tidak mau berpasangan Dengan Alvin namun ia ingin mengendarai Jet Sky nya
Mengapa ia tidak mau berpasangan dengan ku. batin Alvin
" Gue bukannya gak mau, tapi gue ingin mengendarai Jet Sky nya" kata Alena
" Eh- loh kok lo bisa tau apa yang gue pikirkan" kata Alvin terkejut
" Bukan urusan lo" ketus Alena
" Kenapa gak lo aja Al yang mengendarai Jet Sky nya dan Alvin di belakang" kata Bastian
" Gak!!, enak aja emang gue cowok apaan biarin cewek di depan mengendarai Jet Sky sedang kan gue di belakang sebagai penumpang, Gak Gue gak mau!! pokoknya gue di depan" Protes Alvin
.
.
.
.
.
__ADS_1
#Aretha