
Alvin dkk sekarang berada di depan masion Alena mereka sengaja datang lebih awal karena mereka ingin bermain ke rumah Alena. Alvin memencet bel rumah Alena. tak lama kemudian pintu terbuka menampakkan seorang wanita paru baya sekitar umur 40 tahun
" iya tuan mau bertemu dengan siapa" kata bibi Lin
" apa ini benar rumah Alena" tanya Alvin
" iya betul, kalau boleh tau tuan ini siapa ya" tanya bibi Lin karena bibi Lin juga mengalami trauma saat penculikan Vika
" kami teman Alena bi" kata Alvin sopan
" sebentar saya bilang ke Alena dulu" kata bibi Lin
Alvin dkk pun menunggu bibi Lin dan mereka dipersilahkan masuk. saat masuk mereka kagum dengan desain rumah Alena. walau kebanyakan menggunakan cat berwarna abu abu namun sangat lah elegan
Alvin dkk pun sampai di ruang keluarga milik Alena. Alena dan lainnya memang lagi santai menonton Tv dengan berleshan di karpet yang lembut sambil makan cemilan
" hai bro, kenapa datang cepat kan belum waktunya kita berbelanja" kata Derren
" sengaja biar bisa main di rumah Alena" jawab Bastian
Alvin dkk langsung ikut duduk dan berkumpul. mereka pun berbicara santai di selingi canda yang di lontarkan dari mulut mereka
tiba tiba Vika datang dengan Wajah cemberutnya dan merampas cemilan milik Derren
" eh curut kok di ambil cemilan aku" kata Derren langsung mendapat cubitan dari Vika
" au.. au... sakit Vika" kata Derren kesakitan. lalu mengusap ngusap lengannya. Vika tak menjawab ia duduk di sebelah Alena dengan wajah cemberutnya
" lo sih segala panggil dia curut, makannya di cubit" kata Aretha ketus
" iya iya gue salah, tapi kan Vika juga salah ngambil cemilan gue" kata Derren
" udahlah dia masih anak kecil" kata Deon
" Vika kamu kenapa" tanya Alena lembut membuat Alvin dkk terkejut dengan perubahan Alena jika bersama Vika
" Cici lebih suka main sama Ricky" kata Vika. semenjak Ricki tinggal bersama mereka Vika selalu cemburu. Alena hanya bisa menghela nafas karena sikap Vika yang masih kanak kanak
tiba tiba Ricki datang bersama Cici. Cici langsung berlari ke Arah Vika. hewan tersebut mengetahui jika nona kecilnya sedang merajuk. Alvin dkk pun terkejut dengan hewan peliharaan Vika yang merupakan Harimau putih
__ADS_1
Cici pun mengelus ngelus kepalanya ke lengan Vika. hewan tersebut mencoba membujuk Nona Kecil nya agar tidak marah
" Vika sudahlah jangan cemberut seperti itu kita bisa bermain bersama" kata Ricki. walau Ricki Anak kecil namun ia sangat lah dewasa dalam pola pikirnya
" gak mau" kata Vika
" Vika" tegur Alena lembut
" gimana nanti kita bikin cake bersama Bibi Lin" bujuk Ricki. Ricki memang paling pintar dalam membujuk Vika
" Vika mau" kata Vika Antusias
" tapi Vika harus janji sama Ricki, Vika harus janji tidak marah marah lagi" kata Ricki
" oke Vika janji" kata Vika
" ingat janji harus di tepati Vika" tambah Alena
" iya kak" kata Vika
" Cici ayo ikut Vika sama Ricki buat Cake sama Bibi" kata Vika
" kau biarkan anak kecil memelihara Hewan Buas Al" tanya Erick
" jika dia suka apa salahnya, lagi pula aku mendapat izin untuk memelihara hewan tersebut" kata Alena
" tapi tetap saja itu hewan buas yang bisa saja menyerang kalian semua kapan pun" kata Alvin
" mereka tidak akan menyerang jika ada Alena" kata Alysa. Alvin pun memutuskan untuk diam tak melanjutkan omongannya
ting tong
" siapa bi" tanya Atalie
" aku" kata Kenan
" kak Kenan" kata Kevan terkejut
" kenapa kau di sini Kevan" tanya Kenan
__ADS_1
" aku berteman dengan Alena, kakak sendiri kenapa berada di rumah Alena" tanya Kevan
" aku yang menyuruh Kenan ke sini" kata Alena
" apa hubungan kau dengan kak Kenan" kata Kevan
" aku kenal dengan nya dia yang telah membebaskan Vika dari para penculik" kata Alena berbohong, Kevan mengangguk dan ber oh ria. Kevan juga sudah mengetahui jika kakaknya adalah mantan tangan kanan sebuah Mafia,namun Kevan tidak mengetahui jika kakaknya masih menjadi tangan kanan sebuah Mafia
" ada apa" tanya Alena
" aku kemari hanya memberi ini kepada Vika" kata Kenan
" taruh di ruang kerja ku nanti akan ku berikan ke Vika" kata Alena. Alena paham apa yang di maksud dengan Kenan
" baiklah" kata Kenan pergi ke ruang kerja Alena setelah itu Kenan kembali
" kak ayolah pulang ibu merindukan mu" kata Kevan
" bagaimana dia bisa rindu sedangkan dia yang telah membuang ku 17 tahun lalu. bahkan kau tidak tau bagaimana dia mengusir ku saat aku baru berumur 8 tahun" kata Kenan datar
" tapi kakk...." kata Kevan terpotong
" jangan pernah membujuk ku jika kau masih ingin kita berhubungan seperti adik dan kakak" tukas Kenan
" aku permisi dulu" kata Kenan pamit. Kevan menjadi sedih dengan penolakan kakaknya
" biarkan saja nanti dia akan mengetahui apa yang sebenarnya, kau tak perlu memaksa nya" kata Alena
" tapi kondisi ibu semakin memburuk setiap saatnya" kata Kevan sedih dengan keadaan ibunya yang saat ini
" tugas mu adalah merawat ibu mu agar sehat dan selalu hibur ibu agar tidak sedih terus menerus, dan jangan kau memberi harapan untuk ibu dengan untuk membawa pulang kakakmu karena jika kau gagal ibu mu semakin sedih" kata Alena
" baiklah" kata Kevan paham
" ayo kita berbelanja" kata Atalie mengalihkan pembicaran
" lest go" kata Derren antusias
mereka pun bergesas keluar dan menuju ke mall. mereka menggunakan kendaraan mereka masing masing
__ADS_1