Yes,I'M Queen Mafia

Yes,I'M Queen Mafia
eps 46


__ADS_3

Seorang gadis bertopeng sedang duduk di antara para kerumunan penonton. Matanya sedang mengawasi perlombaan dan sekitar. Gadis tersebut adalah Alena, Ia sedang menonton sebuah balapan. Alena menyunggingkan senyum saat melihat mobil Putih menyalip mobil kuning saat garis Finish di depan mata


Alena berdiri hendak meninggalkan tempat tersebut namun ia hentikan karena seseorang menghampirinya


" Nona" kata Pria bertopeng. Alena tak menjawab ia hanya menatap pria tersebut dengan datar


Sepertinya aku mengenal suara ini. batin Alena


" aku ingin taruhan dengan anda nona"


Benar dugaan ku. Alena tersenyum saat mengetahui siapa pria di balik topeng tersebut


" baiklah" suara Alena di buat buat


" jika nona kalah maka mobil nona akan jadi milik saya" kata pria tersebut karena ia tertarik dengan mobil Alena karena mobil yang di gunakan Alena ada mobil yang mahal dan edisi terbatas


" baiklah saya terima tapi jika anda kalah anda harus ikut dengan saya, bagaimana anda setuju tuan?"


" baiklah tidak masalah karena keberuntungan selalu di pihak ku" kata pria tersebut membuat Alena tersenyum miring


Mereka berdua masuk ke mobil masing masing. Alena menyalakan mesin mobil nya sama seperti pria yang menantang nya juga menyalakan mesin. Wanita seksi berjalan dengan membawa pistol di tangannya dan berhenti di tengah tengah mobil mereka


Wanita tersebut mulai menghitung mundur, Suara dari tembakan tersebut terdengar saat Wanita tersebut mengucapkan angka terakhir membuat keduanya menancap gas dengan cepat


Mereka berdua sama cepat bahkan tak ada yang mau mengalah. Namun di tengah tengah balapan sang Pria melambatkan laju kendaraan nya membuat Alena tersenyum miring banyak para pembalap yang menggunakan tak tik balap tersebut


Alena pun melambatkan laju kendaraannya kini posisi nya berada di depan pria tersebut. Saat putaran terakhir sang Pria mulai melajukan kendaraan nya dan ingin menyalip Alena


Namun usaha sang Pria gagal karena Alena selalu menghalangi. Alena tersenyum tipis ia melajukan mobilnya membuat pria tersebut juga ikut melajukan mobilnya. Alena sama sekali tak memberi celah buat pria tersebut untuk menyalip mobilnya


Akhirnya Alena mencapai garis Finish terlebih dahulu lalu di susul oleh mobil pria tersebut dan membuat Pria tersebut berdecak kesal dan memukul stir nya sendiri. Para penonton pun kagum dengan keahlian Alena dalam balapan


" Bagaimana tuan keberuntungan anda?" tanya Alena dengan nada mengejek


" Ck! aku tadi hanya mengalah pada mu saja karena kau seorang wanita, Jika kau menangis aku tidak bisa membuat mu diam karena aku tak memiliki permen"

__ADS_1


" Tapi maaf tuan saya tak butuh di kasiani karena aku sendiri memiliki permen" Alena melemparkan permen kepada Pria tersebut dengan sigap pria tersebut menangkap permen yang di lempar Alena


" Wow! baiklah aku akui jika kau lumayan hebat" puji pria tersebut


" Terserah tuan sekarang anda harus ikut dengan ku"


" Baiklah" Pria tersebut membuka kembali pintu mobil nya dan hendak masuk namun Alena berkata


" Naik mobil ku"


" Mobil ku bagaimana"


" Anak buah ku akan mengurusnya"


Pria tersebut pun tak membantah perkataan Alena. Ia masuk ke mobil Alena dan duduk di samping Alena. Alena langsung melajukan mobilnya menuju rumah nya


Sesampainya di pelataran Rumah Alena langsung turun dari mobil di susul pria tersebut. Pria tersebut mengikuti Alena masuk


" I'm back" kata Alena saat melihat teman temannya sedang duduk dan menonton televisi. Kini Alena sudah mulai banyak bicara namun tetap dingin dan datar


" tanyakan saja padanya!" Alena menghempaskan tubuhnya ke sofa


" Kenapa suara lo berubah" tanya Davino di jawab dengan kedikan bahu oleh Alena


" Tuan apa anda ingin berdiri terus di situ" kata Alena


" Karena anda tidak mempersilahkan saya Duduk" Pria tersebut langsung duduk di sofa karena ia juga merasa pegal


" Lepas Topeng Anda"


" Hei!, bukannya aku hanya ikut dengan mu saja Nona kenapa anda menyuruh saya melepaskan topeng juga" protes pria tersebut


" Jika kau ikut dengan ku berarti kau harus menuruti perintah ku" kata Alena. Pria bertopeng tersebut mendengus kesal dan melepaskan topengnya


" Wait! Wait! sebenarnya siapa kau" tanya Derren penasaran saat pria tersebut membuka topengnya

__ADS_1


" Seorang pria yang menantang wanita itu" kata Pria tersebut menunjuk Alena


" Dan kau kalah dalam tantangan mu sendiri bena bukan, Bryan Antonius?" kata Alena melepaskan topeng nya


" Kak Alena!!" pekik Bryan langsung berhambur pelukan ke Alena


" Hei sudah ku bilang jangan panggil aku kakak lagi pula tua kau dari aku" kata Alena melerai pelukan


Bryan adalah sepupu Alena. Ia merupakan anak dari Adik perempuan Daddy Smith yang bernama Selina Smith. Sebenarnya Selina adalah Adik angkat dari Daddy Smith


" Bodo amat"


" oh iya kak dimana paman Smith dan bibi Alana?" tanya Bryan seketika membuat wajah Alena muram


" Mommy....Mommy ku telah tiada Bryan.. dan aku tinggal sendiri bersama sahabatku di negara ini" Alena menarik nafas panjang ia tak ingin sedih lagi saat mengingat Mommy nya


" Bibi kenapa kak? kenapa kakak gak bilang sama aku?" tanya Bryan. Alena pun menceritakan sebenarnya kepada Bryan dan para sahabatnya. Kini ia tak menangis namun tatapan matanya berubah menjadi kosong


" Terus kenapa kakak berada di negara ini?" tanya Bryan


" Karena aku ingin menenangkan diri" kata Alena


" Kakak tidak ikut dunia gelap milik Kakek Marven kan?"


" Sayangnya tebakan mu benar"


" Tapi kak bagaimana paman tau jika kakak ikut dunia gelap, pasti paman sangat marah" kata Bryan


Memang benar jika Tuan Smith tidak menyukai dunia gelap (Mafia) karena sebuah kelompok mafia membuat kedua orang tua Tuan Smith meninggal


" Ini sudah menjadi keputusan ku dan aku menerima Resiko nya kelak" kata Alena membuat Bryan tak membantah karena Alena memiliki sifat keras kepala


" Oh iya kau sendiri tak memberi tau ku jika om dan tante bercerai" kata Alena


" Ntah lah, aku keluar dari rumah saat mereka bertengkar" kata Bryan Lesu

__ADS_1


__ADS_2