
kini Alena dan Anak buah nya sedang menuju ke masion. Namun saat di tengah jalan mereka melihat 3 orang perempuan yang di cegat oleh para preman. Alena pun memberhentikan mobil nya dan yang lain nya pub ikut berhenti karena Alena Berhenti
"Kak Deon,Derren,Derrel,dan Davino kalian ikut aku sedangkan Kenan dan yang lainnya pergi kemasion jika sudah sampai di depan masion kalian hubungi aku" kata Alena dengan menggunakan Earpiece yang di pasang di telinganya
"baik Queen" kata mereka
Kenan dan para mafioso pun melanjutkan perjalanan mereka ke masion sedangkan 4D mereka menunggu intruksi dari Alena
" Derrel dan Derren kalian mengurus para preman sedangkan Kak Deon dan Davino kalian bawa para perempuan itu ke dalam mobil ku" kata Alena
"baik" kata mereka
Derrel dan Derren pun keluar berlebih dahulu. mereka mendatangi para preman di sana sekitar ada 10 preman dan 3 di antaranya akan melecehkan para perempuan tersebut
" berhenti" kata Derren dingin
" siapa kalian" kata salah satu preman tersebut
" kau tak perlu tau siapa kami, kalian lepaskan mereka" kata Derren
" wah wah ternyata ada pahlawan bertopeng" kata preman
" tunggu apa lagi serang mereka" kata ketua preman
4 preman pun maju untuk menyerang Derrel dan Derren
"cih lemah 4 lawan 2" kata Derrel
mereka pun bertarung. para preman pun memukuli Derrel dan Darren namun dengan mudah Derrel dan Derren menangkis mereka. 4 preman pun mulai kelelahan karena tak berhasil memukul mereka berdua. Derrel dan Darren yang melihat para preman mulai kelelahan pun memukul mereka hingga mereka jatuh tersungkur
setelah berhasil mengalahkan 4 preman, 5 preman lainnya pun datang untuk bertarung. 1 dari mereka yang menjadi ketua preman tersebut hanya melihat pertarungan sambil menahan para perempuan tersebut. di saat itu Deon dan Davino pun keluar untuk menyelamatkan 3 perempuan itu
" mau apa kalian" kata ketua preman tersebut saat melihat Deon dan Davino menuju ke arahnya
" lepaskan mereka" kata Deon dingin
" hah jangan harap kalian bisa mendapatkan mereka" kata ketua preman tersebut sambil mengeluarkan pistol dari kantong celana nya dan menodongkan ke arah Deon
__ADS_1
saat pelatuk pistol tersebut ingin di tarik. pistol tersebut malah melayang ke atas gara gara pistol tersebut di tendang oleh Davino. Davino pun menghajar ketua preman tersebut
" terima kasih telah membantu kami" kata mereka serempak dan mendongakkan wajah mereka
Deon pun terkejut saat mereka mendongakakan wajah mereka. ternyata 3 perempuan tersebut adalah Alysa, Aretha, dan Atalie. pantas saja Alena menyuruh mereka untuk membawa tiga perempuan tersebut
Deon pun langsung menodongkan pistol ke arah mereka. ke tiga perempuan terkejut karena Deon menodongkan pistol ke arah mereka
" ikuti aku, jika kalian sayang dengan nyawa" kata Deon
Alysa dkk pun hanya mengikuti Deon karena mereka masih sayang nyawa mereka. mereka berjalan menuju mobil Alena
" masuk" kata Deon
Alysa dkk pun masuk. saat masuk mereka terkejut karena ada 1 perempuan yang berada di dalam mobil tersebut dengan menggunakan topeng. mereka pun semakin takut dan bergetar karena aura di dalam mobil itu sangat lah mencekam
mereka pun menerka nerka apa yang akan terjadi selanjutnya apakah mereka akan selamat atau akan kah mereka mati
Derrel dan Derren pun telah mengalahkan para preman. mereka kembali ke mobil dan kembali pulang ke masion
Mobil Alena berjalan terlebih dahulu lalu di susul oleh mobil Deon dkk. saat di tengah jalan Kenan menelpon jika mereka sudah berada di depan masion
" waktu mu 5 menit" kata Alena datar
" kami sudah berada di depan masion" kata Kenan
Alena tak menjawab, ia langsung menyuruh biyu untuk menonAktifkan Leser tembus pandang
" biyu nonAktifkan Leser tembus pandang" kata Alena
baik Lady Le
menonAktifkan Leser tembus pandang
Leser tembus pandang di nonAktifkan
" sudah kalian bisa masuk,untuk senjata nanti saja tunggu aku pulang" kata Alena langsung mematikan telepon secara sepihak
__ADS_1
sedangkan Kenan yang hanya menggerutu karena telepon nya sudah di matikan dengan sepihak. mereka masuk ke masion dan menunggu Alena untuk menaruh senjata mereka
Alena pun menambah kecepatan mobilnya namun tidak terlalu cepat karena ia sedang membawa teman temannya
Mobil Alena pun sudah sampai di garasi masion di susul dengan Mobil yang di tumpangi Deon dkk
" kalian turun dan ikuti aku" kata Alena
Alysa pun mengikuti Alena. mereka terkagum kagum dengan masion milik Alena. namun mereka juga sangat takut. Alena membawa mereka ke lantai 5. sesampainya di lantai 5 Alena membawa mereka ke depan pintu kamar yang berjejer
" kalian bisa pilih kamar yang ada di sesuka kalian untuk dua kamar ini sudah di tempati jadi kalian bisa milih kamar yang lainnya" kata Alena
"kalian mandi lah aku sudah menyuruh anak buah ku untuk membawa pakaian kalian ke mari sebentar lagi mereka akan kembali" kata Alena langsung meninggal kan mereka
Alysa memilih kamar yang berada di sebelah kamar Vika, Aretha memilih kamar di sebelah kamar Alysa,sedangkan Atalie memilih kamar di sebelah kamar Aretha
mereka pun masuk, saat masuk mereka kagum denagn kamar tersebut karena kamar tersebut terdapat kasur dengan ukuran King Size, televisi,kamar mandi,dan balkon untuk bersantai
mereka pun mandi untuk membersihkan diri. setelah mereka mandi mereka menemukan sebuah koper saat membuka koper terdapat baju mereka mereka pun berganti baju dan segera tidur kareba sangat lelah
sedangkan Alena sekarang berada di ruang keluarga setelah dari ruang senjata. ia sedang menunggu Kenan yang mengambil data orang
" ini Lena data yang kau inginkan" kata Kenan
Alena hanya mengambil dan melihat data Alysa dkk. Alysa dkk ternyata mereka di culik saat masih bayi dan di buang ke panti asuhan. namun Aretha dan Atalie mereka adalah saudara kembar yang di culik saat baru lahir. Aretha di culik saat ia baru lahir sedangkan Atalie ia di culik setelah 4 hari di lahirkan makannya Atalie memiliki marga keluarga Norren sedangkan Aretha tidak memiliki marga Norren
" apa kau mengetahui siapa yang menculik mereka" kata Alena
" iya. Alysa di culik oleh Asisten Tuan Mikail karena ingin membalas dendam kematian anaknya karena tuan Mikail, sedangkan...." kata Kenan terpotong oleh Alena
" memang tuan Mikail yang membunuh anak dari asisten nya" kata Alena
" tidak bukan tuan Mikail yang melakukan itu namun sahabat tuan Mikail yang membunuh anak asistennya, sahabat tuan Mikail menggunakan gelang yang mirip dengan yang dimiliki Tuan Mikail karena sahabat tuan Mikail iri dengan kesuksesan tuan Mikail" kata Kenan
" apa kau memiliki buktinnya" kata Alena
" saya memiliki rekaman CCTV yang berada di rumah sakit karena saati itu anaknya sedang sakit dan ia belum menjadi asisten dari tuan Mikail" kata Kenan
__ADS_1
" kau simpan bukti itu jangan sampai ada yang tau karena aku akan memberi kejutan" kata Alena dengan senyum Devilnya
" lanjut" kata Alena